Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Projo Sebut Upaya PDIP Serang Jokowi Jelang Pilkada Strategi Usang

Projo Sebut Upaya PDIP Serang Jokowi Jelang Pilkada Strategi Usang
Presiden Jokowi saat menghadiri acara Rakernas Projo (dok. Istimewa)
  • Upaya serang Jokowi dinilai usang dan tidak efektif oleh Relawan Pro Jokowi.
  • Elite PDIP disorot karena terus menyerang Jokowi meski dinilai tidak ampuh pada Pilpres 2024.
  • Publik diprediksi akan antipati terhadap kandidat yang menyerang Jokowi dalam Pilkada 2024.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Relawan Pro Jokowi (Projo) menilai, upaya sejumlah elite PDI Perjuangan (PDIP) menyerang Presiden Joko "Jokowi" Widodo jelang Pilkada 2024 merupakan strategi usang. 

Bendahara Umum DPP Projo, Panel Barus mengatakan, strategi politik yang dimainkan tersebut terbukti tidak efektif, sebagaimana yang terjadi pada Pilpres 2024 lalu.

“Publik melihat bagaimana mereka terus mendiskreditkan dan menyerang Pak Jokowi cara itu tidak ampuh di Pilpres 2024, masak mau dipakai lagi sekarang,“ kata Panel kepada IDN Times, Selasa (04/06/2024).

  1. 1. Projo bingung dengan cara berpikir elite PDIP

    Konferensi pers Relawan Pro Jokowi (Projo) jelang menggelar rapat kerja nasional (rakernas) VI (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
    Konferensi pers Relawan Pro Jokowi (Projo) jelang menggelar rapat kerja nasional (rakernas) VI (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Panel menjelaskan, bahkan politikus PDIP Bambang Pacul pernah memberikan rumus politik yang jitu, yakni jangan menyerang orang baik. Rupanya rumus ini tidak disadari oleh sejumlah elite partai sehingga akhirnya kalah di Pilpres 2024 dan perolehan suara menurun dalam Pileg 2024.

    Panel mengaku tidak paham mengapa mereka masih menggunakan cara-cara yang tidak efektif tersebut untuk menghadapi Pilkada 2024.

    “Kok, enggak kapok-kapok. Masa orang baik malah diserang terus. Publik tahu mana loyang, mana besi," ucapnya. 

  2. 2. Projo sentil pernyataan Sekjen PDIP

    Bendahara Umum Pro Jokowi (Projo) Panel Barus (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
    Bendahara Umum Pro Jokowi (Projo) Panel Barus (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Panel lantas menyoroti pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, yang menyebut wacana Jokowi menjadi ketum partai setelah tidak menjabat sebagai langkah kekuasaan, bukan kaderisasi. Sementara, politikus PDIP lainnya, Trimedya Panjaitan menilai Presiden Jokowi memiliki niat jahat di Pilkada 2024.

    Panel menuturkan bahwa salah satu fungsi organisasi politik memang untuk meraih kekuasaan demi kemakmuran rakyat, terutama partai politik. Maka tidak ada yang salah dengan kekuasaan asalkan untuk kepentingan rakyat.

    “Heran saya, kok ada partai anti kekuasaan, lantas ngapain ikut pemilu, pilpres, dan pilkada? Kasihan kader dan anggota partai tersebut,“ katanya. 

  3. 3. Projo yakin publik tak akan pilih kandidat yang serang Jokowi

    Presiden Jokowi meresmikan pembukaan Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tahun 2024 di Kota Balikpapan (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
    Presiden Jokowi meresmikan pembukaan Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tahun 2024 di Kota Balikpapan (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

    Lebih lanjut, kata Panel, publik yang akan menentukan suaranya dalam gelaran Pilkada 2024 mendatang.

    Masyarakat juga akan menilai apakah kampanye menyerang Jokowi efektif menaikkan suara calon kepala daerah dari PDIP. Namun, Panel meyakini pemilih justru akan antipati terhadap kandidat yang menyerang Jokowi.

    “Saya yakin strategi itu akan gagal lagi,” imbuh dia.

Share Article

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More