Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PSEL Bekasi Mulai Dibangun, Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2028

PSEL Bekasi Mulai Dibangun, Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2028
Lokasi pembangunan PSEL Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
  • PSEL Kota Bekasi di Ciketing Udik, Bantargebang, mulai dibangun dan ditargetkan beroperasi pertengahan 2028 sebagai proyek kedua setelah PSEL Denpasar Raya.
  • Fasilitas ini dirancang mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari menjadi listrik untuk jaringan PLN, serta ditargetkan menciptakan hampir 1.000 lapangan kerja hijau.
  • PSEL memakai moving grate incinerator berstandar EU IED dan pirolisis, serta telah mengantongi AMDAL dan PJBL dengan PLN untuk penyerapan listrik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bekasi, IDN Times - Fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi mulai dibangun. Proyek yang berada di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.

Pembangunan PSEL tersebut diresmikan Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Rabu (26/8/2026).

PSEL Kota Bekasi menjadi proyek kedua yang mulai memasuki tahap pembangunan setelah PSEL Denpasar Raya yang pembangunannya dimulai pada Juli 2026. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan sampah perkotaan melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

  1. 1. PSEL Bekasi ditargetkan kelola 1.500 ton sampah per hari

    IMG_20260826_101801.jpg
    Peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

    PSEL Kota Bekasi dirancang untuk mengolah hingga 1.500 ton sampah setiap hari menjadi energi bersih berupa listrik. Energi yang dihasilkan nantinya disalurkan ke jaringan PT PLN (Persero).

    Dalam proyek ini, listrik yang dihasilkan PSEL akan dibeli PLN melalui Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan setiap Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL. Harga pembelian listrik ditetapkan sebesar USD 0,20 per kWh untuk semua kapasitas.

    Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan, pembangunan PSEL Bekasi menjadi salah satu langkah untuk menjawab persoalan sampah sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat.

    "Peresmian Pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di Kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar," jelas dia, Rabu.

    Pandu juga berharap, proyek PSEL menghasilkan hampir 1.000 lapangan kerja hijau dan menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga.

    "Langkah ini membuktikan bahwa sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Danantara Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menghadirkan solusi konkret bagi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia," kata dia.

  2. 2. PSEL Bekasi gunakan teknologi insinerator ramah lingkungan

    IMG_20260826_102852.jpg
    Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak. (IDN Times/Imam Faishal)

    Dalam pengoperasiannya, PSEL Kota Bekasi akan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System (APCS). Teknologi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan karakteristik sampah di Indonesia. Sistem ini dirancang untuk mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu relatif cepat sekaligus menekan emisi yang dihasilkan dari proses pengolahan.

    Teknologi yang digunakan juga dirancang mengikuti standar European Union Industrial Emissions Directive (EU IED), yang menjadi salah satu acuan standar lingkungan yang ketat.

    Selain teknologi insinerasi, pengelolaan sampah di kawasan PSEL Bekasi akan bersinergi dengan teknologi pirolisis. Teknologi tersebut digunakan untuk mengolah timbunan sampah eksisting menjadi energi terbarukan berupa bahan bakar minyak.

    Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, fasilitas tersebut dapat menjadi solusi untuk mengolah timbunan sampah yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah daerah.

    "Fasilitas ini menghadirkan kemampuan untuk mengolah timbunan sampah eksisting yang selama ini menjadi perhatian di berbagai daerah. Kami berharap model ini dapat dikembangkan di lebih banyak lokasi sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi pengelolaan sampah di Indonesia," kata Maruli.

  3. 3. PSEL Bekasi sudah kantongi AMDAL dan PJBL dengan PLN

    IMG_20260826_102520.jpg
    Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Zulhas). (IDN Times/Imam Faishal)

    Pembangunan PSEL Kota Bekasi juga telah mendapatkan sejumlah landasan penting sebelum memasuki tahap konstruksi. Salah satunya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

    Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyerahkan dokumen AMDAL kepada Bekasi Environment Nusantara selaku Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL Bekasi pada Senin (24/8/2026).

    Dokumen tersebut disusun melalui kajian terhadap berbagai potensi dampak lingkungan dari proyek. Terbitnya AMDAL menjadi salah satu tahapan penting sebelum proyek memasuki fase konstruksi.

    Selain AMDAL, peresmian pembangunan PSEL Bekasi juga dibarengi dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) bersama PLN.

    Perjanjian tersebut menjadi dasar komersial penyerapan listrik yang dihasilkan PSEL ke jaringan PLN. Dengan adanya PJBL, proyek memiliki kepastian offtake sekaligus mendukung keberlanjutan operasional fasilitas dalam jangka panjang.

    Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam mempercepat penanganan persoalan sampah.

    “Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis timbunan sampah yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah dapat ditangani lebih cepat. Semoga melalui upaya bersama, kita dapat menghadirkan solusi nyata bagi pengelolaan sampah di Indonesia," jelas Zulhas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More