PSI Tegaskan Tak Pernah Bicara Gibran Akan Jadi Lawan Politik Prabowo di 2029

- Ahmad Ali konsisten membahas hubungan baik antara Prabowo dan Jokowi serta kesinambungan kepemimpinan nasional.
- PSI menekankan Prabowo tidak mungkin menggandeng Gibran jika tidak melihat potensi dan kecocokan dalam bekerja untuk bangsa.
- PSI membantah mau membangun spekulasi politik pada Pilpres 2029.
Jakarta, IDN Times - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menegaskan, tidak pernah memberikan pernyataan bahwa Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka sebagai lawan politik Presiden Prabowo Subianto pada Pemilu 2029.
Hal ini disampaikan Ahmmad Ali sekaligus meluruskan berbagai tafsir yang berkembang di media sosial terkait pernyataannya pada program siniar dalam saluran Youtube GASPOL.
“Kalau podcast itu ditonton secara utuh, saya sama sekali tidak sedang bicara soal menjadikan Mas Gibran sebagai lawan politik Pak Prabowo,” ujar Ahmad Ali kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).
1. Bicara keberlanjutan kepemimpinan antara Jokowi dan Prabowo

Dalam forum itu, Ahmad Ali mengaku konsisten membahas hubungan baik antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo, serta kesinambungan kepemimpinan nasional yang saat ini tercermin dalam duet Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Selain itu, dalam forum itu, ia mau menegaskan bahwa Gibran merupakan Wakil Presiden dengan potensi dan kapasitas yang kuat.
“Mas Gibran punya pengalaman, punya akar rumput, dan punya dedikasi kerja. Itu kualitas yang nyata,” kata mantan Waketum Partai NasDem itu.
2. PSI klaim kapasitas Gibran modal kuat jadi Wapres

Ia juga menekankan, bahwa Prabowo tidak mungkin menggandeng Gibran jika tidak melihat potensi dan kecocokan dalam bekerja untuk bangsa.
Sebab, kata dia, kehadiran Gibran dalam kepemimpinan nasional mendampingi Prabowo didasarkan atas kapasitas dan potensinya.
“Pak Prabowo tentu tidak akan memilih pendamping yang tidak punya kapasitas. Kalau hari ini Mas Gibran mendampingi Beliau, itu karena dinilai mampu dan punya potensi,” kata dia.
3. Fokus kerja, bukan spekulasi politik pada Pemilu 2029

Ahmad Ali juga membantah pembahasan dalam siniar tersebut untuk membangun spekulasi politik pada Pilpres 2029, melainkan penekanan pada fokus kerja pemerintahan ke depan.
“Pak Prabowo ingin bekerja untuk Indonesia. Beliau belum memikirkan 2029. Soal politik ke depan, itu nanti saja kita lihat,” tegas Ahmad Ali.
Ahmad Ali menegaskan, substansi dari pernyataannya adalah penguatan kerja sama, kesinambungan kepemimpinan, dan fokus pada kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, bukan membuka ruang spekulasi atau konflik politik.
PSI berharap publik dapat melihat pernyataan tokoh politik secara utuh dan proporsional, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada narasi yang keliru.


















