Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Qodari Anggap Ada Anomali Diskusi Menteri di UGM Dibubarkan Mahasiswa

Qodari Anggap Ada Anomali Diskusi Menteri di UGM Dibubarkan Mahasiswa
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Muhammad Qodari menilai pembubaran forum dialog pemerintah dan mahasiswa di UGM sebagai anomali, karena kegiatan awalnya berlangsung kondusif selama 45 menit sebelum dihentikan oleh sekelompok mahasiswa.
  • Forum tersebut menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wamen Pertanian Sudaryono, dan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko, dengan izin resmi serta persiapan matang dari pihak penyelenggara kampus.
  • Insiden terjadi pada 15 Juni 2026 di GIK UGM saat mahasiswa memprotes para pejabat dengan spanduk dan aksi di panggung hingga diskusi dihentikan dan situasi menjadi tegang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menganggap anomali pembubaran forum dialog antara perwakilan pemerintah dan mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM). Aksi penghentian kegiatan tersebut dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang datang saat acara sedang berlangsung.

Qodari menilai, kejadian itu tidak lazim terjadi di lingkungan akademik yang menjunjung keterbukaan dan pertukaran gagasan. Ia menyebut diskusi berjalan kondusif selama kurang lebih 45 menit, bahkan diikuti mahasiswa yang memilih tetap mengikuti jalannya forum hingga selesai.

“Sebetulnya sebelum pembubaran itu saya mendapat informasi bahwa kegiatan sudah berjalan dengan baik dan lancar selama kurang lebih 45 menit. Tapi kemudian tiba-tiba muncul sekelompok orang, mahasiswa yang membubarkan acara itu, termasuk juga dengan kata-kata yang mungkin tidak pantas. Nah ini sebetulnya anomali,” ungkap Qodari dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

1. Ada menteri dan wamen yang hadir

Qodari Anggap Ada Anomali Diskusi Menteri di UGM Dibubarkan Mahasiswa
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Qodari menerangkan, forum tersebut menghadirkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko. Kegiatan itu merupakan bagian dari agenda dialog yang sebelumnya juga telah diselenggarakan di berbagai kampus.

Qodari mengatakan pelaksanaan acara di UGM telah dipersiapkan sejak jauh hari dan seluruh tahapan penyelenggaraan telah ditempuh. Karena itu, kegiatan tersebut dapat digelar sesuai rencana.

“Acara di UGM sendiri juga sudah disiapkan jauh-jauh hari, sudah mendapatkan izin, dan karena itu bisa diselenggarakan,” ucap dia.

2. Harus saling menghormati terhadap keberagaman

Qodari Anggap Ada Anomali Diskusi Menteri di UGM Dibubarkan Mahasiswa
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (Pakai Peci) bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Qodari menyoroti pentingnya menghormati keberagaman pandangan di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Menurut dia, perbedaan sikap dan pemikiran merupakan hal yang wajar, sehingga perlu disalurkan melalui ruang demokrasi yang terbuka bagi seluruh pihak.

“Kita harus akui bahwa dalam masyarakat itu ada berbagai macam kelompok aspirasi dan kelompok pemikiran. Supaya pemerintahan bisa berjalan dan masyarakat bisa berjalan, harus ada mekanisme untuk mempertemukan berbagai macam perbedaan pendapat,” ucap dia.

Qodari mengatakan setiap kelompok memiliki hak menyampaikan gagasan maupun kritik melalui forum yang tersedia. Dalam praktik demokrasi, perbedaan pendapat semestinya direspons dengan diskusi dan adu argumentasi, bukan dengan menghentikan kegiatan yang sedang berlangsung.

“Nah, kalau misalnya tidak setuju dengan satu forum, idealnya bikin forum yang lain. Jadi forum itu dilawan dengan forum, bukan dengan dibubarkan,” ujar dia.

3. Peristiwa terjadi pada 15 Juni 2026

Qodari Anggap Ada Anomali Diskusi Menteri di UGM Dibubarkan Mahasiswa
Diskusi yang dihadiri sejumlah pejabat negara di Joglo GIK UGM ricuh saat ratusan mahasiswa menggeruduk. (CNNIndonesia.com/Tunggul)

Sebelumnya, mahasiswa menggeruduk tiga pejabat negara saat menjadi pembicara Kopdar X NYL Bareng Mas Dar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Sleman, Senin, 15 Juni 2026. Aksi mahasiswa ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah.

Tiga pejabat yang digeruduk mahasiswa yaitu Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI, Budiman Sudjatmiko. Insiden tersebut terjadi ketika forum masih berjalan sekitar pukul 20.20 WIB.

Saat itu narasumber telah selesai menyampaikan materi mereka. Budiman sempat mengajak mahasiswa menyampaikan kritik langsung, melalui forum, bukan melalui media sosial. “Silahkan kritik kami di sini, jangan di media sosial,” ucap Budiman.

Dialog buntu, amarah mahasiswa pun memuncak dalam diskusi tersebut. Puluhan mahasiswa naik ke atas panggung. Mereka membentangkan sejumlah spanduk berisi penolakan terhadap para pembicara. Sejumlah tulisan terlihat ‘UGM Menolak Pengkhianat Reformasi’, ‘UGM Menolak Penjilat Rezim’

Aksi tersebut membuat diskusi di ruangan dihentikan. Situasi semakin memanas saat terjadi aksi lempar gelas plastik air mineral di area forum. Panitia dan sejumlah petugas berusaha menenangkan, namun massa terus memadati sekitar panggung.

Ketiga pejabat negara kemudian dievakuasi keluar dari area Joglo GIK. Meski demikian, ratusan mahasiswa sudah berkumpul di luar dan menghadang mereka. “Budiman, mana Budiman!,” teriak sejumlah mahasiswa.

Teriakan mahasiswa pun bersahutan. “Katanya mau diskusi. Kalau tidak mau keluar, kita gak akan pergi,” teriak mahasiswa lainnya.

Selang beberapa saat, Nusron dan Sudaryono menemui massa mahasiswa yang bertahan di luar GIK UGM. Sementara Budiman sudah tidak tampak. Dialog Nusron dan Sudaryono dengan mahasiswa sempat terjadi di jalan pintu masuk UGM. Dialog pun buntu, mahasiswa tidak mendapat jawaban yang memuaskan.

Nusron dan Sudaryono berusaha meninggalkan lokasi dengan pengawalan. Mahasiswa sempat mencoba menahan mereka untuk berdialog. Aksi saling dorong pun terjadi antara mahasiswa dan petugas. Namun, mereka tetap pergi dan sejumlah massa berusaha mengejar mobil yang digunakan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More