Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Remaja Asal Jateng Dilecehkan Driver Taksi Online di Jakpus

Remaja Asal Jateng Dilecehkan Driver Taksi Online di Jakpus
Rekaman CCTV aksi pelecehan seksual remaja Jateng di Jakpus oleh driver taksi online (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Seorang remaja asal Jateng berinisial SKD mengalami pelecehan seksual oleh driver taksi online WAH di Jakarta Pusat setelah diajak berbicara hingga ke arah ajakan berkencan.
  • Korban berhasil melarikan diri dan merekam kejadian, namun pelaku panik lalu melakukan kekerasan fisik sebelum video tersebut akhirnya viral di media sosial.
  • Polda Metro Jaya menangkap pelaku dan menemukan barang bukti berupa alat kontrasepsi, obat kuat, serta perlengkapan penggunaan narkoba di dalam mobilnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Seorang remaja perempuan asal Jawa Tengah (Jateng) berinisial SKD (20) mengalami pelecehan seksual oleh driver taksi online berinisial WAH (39) di Jakarta Pusat pada 14 Maret 2026.

Direktur PPA-PPO Polda Metro Jaya Kombes, Rita Wulandari Wibodo, mengatakan peristiwa ini bermula ketika sang driver mengajak bicara korban sampai ke arah ajakan berkencan.

"Ada kalimat-kalimat yang menyatakan si driver ini mengajak berkencan atau mempertanyakan apakah perempuan ini membuka open BO," kata Rita di Polda Metro, Senin (6/4/2026).

1. Driver membawa korban ke tempat sepi dan melakukan aksi cabul

Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Arief Rahmat)

Saat itu, driver tiba-tiba membelokkan mobil dan keluar dari jalur yang seharusnya. Driver membawa korban ke tempat sepi dan menjalankan aksi cabulnya.

"Dia melakukan upaya perbuatan cabul dengan cara memegang dan meremas paha korban. Kemudian, dia juga sempat lompat ke belakang, melakukan upaya menindih tubuh korban secara paksa, dan di situ korban menolak, kemudian ada upaya perlawanan dari korban hingga keluar dari mobil," ujar Rita.

2. Driver panik saat korban merekam peristiwa

Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times)
Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times)

Setelah berhasil keluar dari mobil, korban berupaya mendokumentasikan peristiwa yang dialaminya. Tak terima direkam korban, si driver melakukan upaya kekerasan.

"Ada timbul kepanikan driver, sehingga dia mencoba merebut, dan melakukan upaya-upaya kekerasan dengan cara seperti tadi, menindih, kemudian sempat mencekik korban, dan melakukan upaya seolah-olah dia akan menembak si korban dengan menggunakan tangan seperti itu," ujar Rita.

"Kemudian, dalam kondisi tersebut, korban kebingungan. Selesai kegiatannya di Jakarta, dia pulang. Kemudian dia mencoba melaporkan di pengaduan online di platform tersebut. Kemudian si korban pada akhirnya mengunggah kegiatan atau hasil perekaman tersebut di media sosial, di akun TikTok. Kemudian di situ menjadi viral,” lanjutnya.

3. Polisi temukan kondom hingga alat hisap narkoba

Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Mardya Shakti)

Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya pun langsung bergerak dan melakukan penegakkan hukum. Penyidik langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka dan menyita beberapa barang bukti.

"Kami menemukan di dalam mobil itu ada rangkaian alat yang digunakan pelaku untuk menggunakan narkoba. Kemudian kita temukan juga ada dua buah obat kuat, kemudian ada 3 buah alat kontrasepsi bentuk kondom, kemudian ada alat-alat tadi sabu, ada plastik 32 buah bekas paket sabu," ujar Rita.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in News

See More