RIDO: Program Forward Contract untuk Tekan Harga Pangan

Jakarta, IDN Times - Juru bicara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 01, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), Fahlino Sjuib, menjelaskan terkait program forward contract (kontrak berjangka) yang dibahas dalam debat kedua Pilkada Jakarta 2024, Minggu, 27 Oktober 2024.
Fahlino memastikan program tersebut untuk memastikan pasokan bahan pangan yang terjangkau di Jakarta.
“Forward contract dengan daerah-daerah penghasil pangan memastikan ketersediaan dan mengunci harga bahan pokok, sehingga warga Jakarta terlindungi dari lonjakan harga," ujar dia dalam keterangannya, Senin (28/10/2024).
Fahlino menjelaskan, program tersebut sangat penting, terutama untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan saat hari raya keagamaan.
"Ini tentu krusial terutama saat permintaan meningkat saat hari raya keagamaan dan tahun baru. Paslon RIDO melakukan antisipasi dengan melakukan inovasi seperti ini,” kata dia.
1. Sebanyak 98 persen pangan Jakarta dipasok dari luar

Wakil Gubernur Nomor urut 1 Suswono di debat kedua Pilkada DKI (YouTube IDN Times) Suswono sempat membeberkan berbagai program RIDO terkait ketahanan pangan dalam debat kedua Pilkada Jakarta di Beach City International Stadium, Jakarta Utara, Minggu malam.
Suswono menjelaskan, sebanyak 98 persen pangan Jakarta dipasok dari luar Jakarta, maka ketahanan pangan masyarakat Jakarta sangat rawan.
Dalam kesempatan itu, politikus senior PKS itu memaparkan berbagai program ketahanan pangan di tengah masalah keterbatasan lahan pertanian di Jakarta.
Mereka menjamin akan melakukan berbagai terobosan untuk memastikan bahan pangan bisa diakses seluruh warga dengan mudah dan murah.
2. RIDO akan kontrak kerja dengan Pemda atau pun BUMD investasi di daerah penghasil pangan

Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO) saat menyambangi Taman Ayodya, Jakarta Selatan (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Suswono menjelaskan, untuk menekan harga dan ketersediaan pangan, RIDO akan melakukan kontrak kerja sama dengan daerah penghasil alias produsen.
Ada dua pilihan, yakni kontrak langsung dengan pemerintah daerah terkait, atau pun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berinvestasi di daerah penghasil pangan.
Suswono lantas menyontohkan, misalnya, terkait daging sapi yang banyak di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Untuk investasi, misalnya, terkait daging sapi yang banyak di NTT dan NTB. Kita bisa membuat RPH modern di sana, dan kita antar dagingnya ke Jakarta. Dengan subsidi di biaya transportasinya, maka warga Jakarta bisa mendapat daging yang relatif murah,” ujarnya.
3. Program pasar murah hingga urban farming

Paslon nomor urut satu, Ridwan Kamil-Suswono ketika tiba di Kota Tua untuk deklarasi damai bersama KPU. (IDN Times/Santi Dewi) Selain itu, RIDO akan menyiapkan program pasar murah untuk menjamin akses bahan pokok yang terjangkau di seluruh lapisan masyarakat. Suswono menegaskan titik-titik distribusi akan diperbanyak agar memudahkan warga.
“Sehingga rakyat tak perlu antre panjang,” katanya.
RIDO juga akan memanfaatkan lahan terlantar untuk gerakan urban farming di Jakarta, sehingga masyarakat luas memiliki keterlibatan langsung dalam menjaga ketahanan pangan.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















