Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BNPB Ungkap 3.392 Hektare Lahan di Kalimantan Masih Dilalap Api

4 min read
BNPB Ungkap 3.392 Hektare Lahan di Kalimantan Masih Dilalap Api
Kepala BNPB Kristomei Sianturi saat mengunjungi lokasi karhutla. (Dok. BNPB)
  • BNPB mencatat 3.392 hektare lahan di Kalimantan masih terbakar, terutama 2.456 hektare di Kalimantan Tengah dan 884 hektare di Kalimantan Barat.
  • Di Sumatra, area terbakar tersisa 990 hektare, didominasi Sumatra Selatan 889 hektare; BNPB mengurangi fokus di Riau setelah hujan alami membantu pemadaman.
  • Sebanyak 61 armada udara dikerahkan untuk patroli, modifikasi cuaca, dan water bombing; hujan di Kalimantan Barat dan Selatan masih berintensitas ringan hingga sedang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui hingga saat ini belum semua titik api kebakaran hutan dan lahan berhasil dipadamkan. Sebagai contoh, masih ada 3.392 hektare lahan di Pulau Kalimantan yang masih terbakar. Luas lahan paling luas yang masih terbakar berada di Kalimantan Tengah yakni 2.456 hektare.

"Kami mendapatkan laporan kira-kira 3.392 hektare lahan masih dalam penanganan. Di Kalimantan Tengah masih ada 2.456 hektare (yang terbakar). Di Kalimantan Selatan masih ada 52 hektare (yang belum padam), Kalimantan Barat ada 884 hektare (belum padam). Sehingga, perhatian kami tentu di Kalteng dan Kalbar," ungkap Berton ketika memberikan keterangan seperti dikutip dari YouTube pada Selasa (27/10/2026).

Ia menambahkan fokus untuk pemadaman di Kalbar berada di Kayong Utara dan Ketapang. Sementara, jumlah area yang terbakar di Pulau Sumatra mulai berkurang yakni tersisa 990 hektare. Di mana area yang paling luas terbakar berlokasi di Sumatra Selatan yaitu 889 hektare.

Di dalam data yang diterima oleh BNPB, ada pula 12 hektare lahan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung yang masih dilalap api.

  1. 1. BNPB tak lagi fokus ke Riau karena sudah mulai turun hujan

    Karhutla, Sumatra
    Data BNPB yang menunjukkan area hutan dan lahannya yang masih terbakar di Pulau Sumatra. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

    Lebih lanjut, kata Berton, BNPB tak lagi fokus ke situasi karhutla di Riau karena di sana sudah terjadi hujan alami yang dapat membantu pemadaman api. Sementara, di area lainnya di Sumatra, hujan masih dibantu dengan operasi modifikasi cuaca (OMC).

    Dikutip dari keterangan TNI Angkatan Udara (AU), hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terpantau sudah mulai mengguyur Kota Palembang dan sejumlah wilayah di Sumsel pada Senin kemarin. Hujan turun usai dilakukan operasi modifikasi cuaca dengan mengerahkan satu pesawat Hercules C-130 dan dua pesawat Casa C-212. Kemudian, didukung pula dua pesawat dari BNPB yang menyemai garam natrium klorida (NaCl) dan dry ice.

    Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya mengatakan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kondisi atmosfer pada periode 24 Oktober hingga 28 Oktober 2026 relatif mendukung pelaksanaan OMC.

    "Hujan terpantau di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Musi Rawas, Muara Enim, dan Kota Palembang. Operasi ini dilakukan mulai dari analisis meteorologi hingga penyiapan bahan semai dan dukungan armada," kata Asep di dalam keterangan tertulis pada Senin kemarin.

  2. 2. 61 unit armada udara dikerahkan untuk memadamkan karhutla

    Karhutla
    Alokasi alutsista udara untuk penanganan karhutla. (Tangkapan layar YouTube)

    BNPB juga menyampaikan sebanyak 61 unit armada udara dikerahkan untuk membantu memadamkan karhutla. Sebanyak 24 unit armada untuk melakukan patroli atau operasi modifikasi cuaca (OMC). Kemudian, 37 unit helikopter water bombing disiagakan.

    Dari 61 unit armada udara itu, paling banyak disiagakan di wilayah Kalimantan Selatan yakni 14 unit. Sebanyak 9 armada udara dikerahkan untuk patroli udara atau melakukan modifikasi cuaca. Sedangkan, sisa lima helikopter dimanfaatkan untuk water bombing.

    Sementara, di Kalimantan Tengah, disiagakan dua armada udara untuk melakukan patroli dan modifikasi cuaca. Kemudian, 8 helikopter untuk melakukan water bombing.

    Berton pun membenarkan ada reposisi armada udara dari Kalsel dan Kalbar ke Jawa Timur. Namun, ia menegaskan reposisi armada udara itu tidak terlalu memengaruhi operasi pemadaman karhutla di Kalimantan.

    "Mengingat efektivitas yang kami butuhkan di mana ketika terjadi visibility yang tinggi tentu di Kalbar dan Kalsel, kami tetap melakukan OMC maupun water bombing. Tetapi, beberapa waktu belakangan ini, kondisinya tidak demikian, sehingga armada udara dilakukan reposisi ke Jatim. Sambil melihat kondisi yang ada di Kalsel dan Kalbar," tutur dia.

  3. 3. Hujan di Kalimantan tergolong ringan hingga sedang usai dilakukan OMC

    TNI AU, dry ice
    Personel TNI Angkatan Udara (AU) sedang menyiapkan alat untuk melakukan modifikasi cuaca baik dengan menyebar dry ice dan menyemari NaCl. (Dokumentasi Puspen TNI)

    Berton juga menjelaskan hujan yang turun di Pulau Kalimantan usai dilakukan modifikasi cuaca masih dalam intensitas ringan hingga sedang. Hujan terpantau turun di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Sementara, di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan hingga 23 Oktober 2026 belum turun hujan.

    "Di Kalimantan Tengah, belum turun hujan meski sudah dilakukan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) di mana kami menyemai 2.000 kilogram NaCl dan 5.200 kilogram dry ice. Sedangkan, di Sumsel, kami sudah menyemaikan garam natrium dan dry ice dalam jumlah hampir sama. Dampaknya jarak pandang naik menjelang siang hari," kata Berton.

    Harapannya bisa dilakukan water bombing di area tersebut.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More