Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Saraswati Fellowship, Lahirkan Generasi Baru Pemimpin Perempuan Indonesia

Saraswati Fellowship, Lahirkan Generasi Baru Pemimpin Perempuan Indonesia
Program mentorship kepemimpinan perempuan yang digagas Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Saraswati Fellowship, resmi menggelar wisuda angkatan pertama pada Minggu (22/2/2026). (Dok. Saraswati Fellowship)
Intinya Sih
  • Saraswati Fellowship resmi mewisuda 30 perempuan muda dari 400 pendaftar setelah menyelesaikan program intensif tiga bulan yang fokus pada pengembangan kepemimpinan perempuan lintas sektor.
  • Program ini digagas Rahayu Saraswati Djojohadikusumo untuk menciptakan “visual reference” pemimpin perempuan, menyediakan akses mentor, jaringan, serta pembekalan soft skills dan kesiapan menghadapi dunia nyata.
  • Wisuda dihadiri tokoh nasional seperti Shinta Kamdani dan Dony Oskaria yang menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun bangsa serta dukungan lintas sektor terhadap kepemimpinan inklusif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times Program mentorship kepemimpinan perempuan, Saraswati Fellowship, resmi melakukan wisuda angkatan pertamanya pada Minggu (22/2/2026). Sebanyak 30 fellows dinyatakan lulus setelah menyelesaikan program intensif selama tiga bulan.

Program yang digagas Rahayu Saraswati Djojohadikusumo ini menjadi langkah awal membangun ekosistem pendampingan kepemimpinan perempuan muda Indonesia.

Acara wisuda dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pemimpin lintas sektor, termasuk Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani sebagai keynote speaker dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria yang menyampaikan pidato motivasi.

Momentum ini menandai babak baru perjalanan Saraswati Fellowship setelah pertama kali diluncurkan pada Juli 2025.

1. Dari 400 pendaftar, terpilih 30 fellows

Program mentorship kepemimpinan perempuan yang digagas Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Saraswati Fellowship, resmi menggelar wisuda angkatan pertama pada Minggu (22/2/2026).
Program mentorship kepemimpinan perempuan yang digagas Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Saraswati Fellowship, resmi menggelar wisuda angkatan pertama pada Minggu (22/2/2026). (Dok. Saraswati Fellowship)

Sejak dibuka pada Juli 2025, Saraswati Fellowship mendapat respons luas dengan lebih dari 400 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui seleksi tertulis dan wawancara yang ketat, terpilih 30 perempuan muda untuk mengikuti program perdana tersebut.

Komposisi peserta terdiri dari 15 mahasiswi tingkat akhir dan 15 perempuan mid-career dengan latar belakang 11 sektor industri dan 14 jurusan akademik.

Keberagaman ini menjadi bagian dari visi program untuk membangun kepemimpinan perempuan lintas bidang dan generasi.

2. Membangun visual reference pemimpin perempuan

Program mentorship kepemimpinan perempuan yang digagas Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Saraswati Fellowship, resmi menggelar wisuda angkatan pertama pada Minggu (22/2/2026).
Program mentorship kepemimpinan perempuan yang digagas Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Saraswati Fellowship, resmi menggelar wisuda angkatan pertama pada Minggu (22/2/2026). (Dok. Saraswati Fellowship)

Dalam sambutannya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang akrab disapa Sara, menjelaskan latar belakang lahirnya program tersebut.

“Program ini dirancang untuk memberikan akses terhadap mentor, sumber daya atau resources, jaringan dan ruang pengembangan kepemimpinan bagi perempuan-perempuan yang sudah memiliki bekal kemampuan yang luar biasa. Kita bimbing mereka agar Indonesia memiliki lebih banyak lagi contoh figur perempuan di masa depan,” ujar Sara dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).

Dia mengatakan pentingnya menghadirkan figur nyata sebagai referensi bagi generasi berikutnya.

“Generasi penerus kita membutuhkan sesuatu yang sering saya sebut dengan visual reference yang memberikan mereka wujud konkret bahwa perempuan bisa. Oleh karena itu, Saraswati Fellowship hadir untuk mempersiapkan lebih banyak lagi visual reference itu,” kata dia.

Sara juga menekankan, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas teknis, tetapi turut membekali peserta dengan soft skills dan kesiapan menghadapi dunia nyata.

3. Dukungan tokoh nasional dan lintas sektor

Program mentorship kepemimpinan perempuan yang digagas Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Saraswati Fellowship, resmi menggelar wisuda angkatan pertama pada Minggu (22/2/2026).
Program mentorship kepemimpinan perempuan yang digagas Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Saraswati Fellowship, resmi menggelar wisuda angkatan pertama pada Minggu (22/2/2026). (Dok. Saraswati Fellowship)

Acara wisuda turut dihadiri para Super Mentors yang berasal dari berbagai sektor. Shinta Kamdani, CEO Sintesa Group sekaligus Ketua Umum APINDO, hadir sebagai keynote speaker.

“Pemilihan tempat ini sangat simbolik, karena di tempat ini, di hari ini, sejarah sedang dibentuk, di mana kita sedang merayakan hadirnya 30 orang calon arsitek peradaban baru masa depan Indonesia,” ujar Shinta mengenai lokasi wisuda di Museum Nasional.

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan perempuan.

“Peran perempuan begitu penting, tidak hanya dalam membangun keluarga tetapi juga membangun bangsa. Kegiatan ini menjadi simbol optimisme yang menandai hadirnya kesempatan yang semakin luas bagi para perempuan,” kata Dony.

Sara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung program tersebut.

“Program ini tidak mungkin berjalan tanpa dukungan begitu banyak pihak yang terlibat. Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih kepada Super Mentors, strategic partner, dan semua orang yang percaya pada mimpi saya,” ujar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More