Satpol PP DKI Terjunkan 1.900 Personel Antisipasi Tawuran di 43 Lokasi

- Gandeng polisi dan TNI: Satpol PP DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Kepolisian dan TNI untuk mengantisipasi tawuran di 43 titik kawasan rawan.
- Lakukan edukasi untuk pencegahan: Upaya penanganan tawuran meliputi edukasi dan pendekatan agar masyarakat mendukung pengentasan tawuran remaja di lingkungannya.
Jakarta, IDN Times - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menerjunkan 1.900 personel untuk mengantisipasi peningkatan kasus tawuran selama Ramadan dengan menggencarkan pengawasan. Berdasarkan data, tercatat ada 43 lokasi di lima wilayah kota yang masuk kategori kawasan rawan tawuran.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengatakan, ribuan personel akan melakukan pengawasan ketertiban umum. Khusus selama Ramadan, akan diberlakukan pola penambahan kekuatan personel untuk melakukan pengawasan.
"Data dari Kesbangpol, ada 43 titik rawan tawuran di DKI Jakarta. Nanti itu yang akan kita antisipasi," kata dia dikutip dari laman resmi Pemprov DKI, Kamis (19/2/2026).
1. Gandeng polisi dan TNI

Meski fokus pada 43 titik kawasan rawan tawuran, Satriadi mengaku tidak akan lengah melakukan pengawasan secara menyeluruh ke lokasi lain. Sebab, lokasi rawan tawuran dinilai bisa saja bergeser lantaran sifatnya insidentil.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI. Dengan demikian, nantinya kawasan yang menjadi titik rawan diharapkan bisa dilakukan antisipasi dini sebelum terjadi tawuran.
2. Lakukan edukasi untuk pencegahan

Satriadi mengatakan, upaya penanganan tawuran tidak hanya dalam bentuk pengawasan dan penindakan saat ada kejadian.
"Kegiatan antisipasi juga meliputi edukasi dan pendekatan agar masyarakat bisa mendukung upaya pengentasan tawuran remaja di lingkungannya," kata dia.
3. Sweeping minuman keras

Selain itu, kata dia, pihaknya akan menggencarkan pengawasan peredaran minuman keras. Bahkan jajarannya didorong melakukan sweeping agar memastikan tidak ada peredaran minuman keras ilegal.
"Cuman kan kita gak bisa kasih lihat jadwalnya kapan. Karena kalau dikasih tahu jadwalnya, malah nanti gak jadi sweeping," kata dia.















