"Hal tersebut di-update oleh Bapak Menhan Sjafrie, khususnya terkait dengan kegiatan yang beliau lakukan terakhir dengan Secretary of War, Pete Hegseth beberapa waktu lalu," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Jumat.
Selain Overflight, Purnawirawan TNI Beri Masukan Menhan soal Pasukan UNIFIlL

- Menhan Sjafrie menegaskan strategi pertahanan Indonesia berlandaskan konstitusi dan kepentingan nasional, disampaikan saat silaturahmi dengan puluhan purnawirawan TNI di Kemhan Jakarta.
- Dalam pertemuan itu, dibahas kerja sama pertahanan dengan AS serta proposal akses udara penuh yang masih berupa letter of intent dan mendapat berbagai masukan dari para purnawirawan.
- Sebanyak 23 purnawirawan perwira tinggi TNI hadir memberikan pandangan terkait kebijakan pertahanan, termasuk evaluasi pasukan perdamaian UNIFIL dan situasi geopolitik kawasan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan dalam menyusun strategi pertahanan Indonesia, pemerintah akan berpijak pada konstitusi dan kepentingan nasional. Panduan itu merupakan bagian prinsip tata kelola yang diturunkan dari purnawirawan TNI.
Pernyataan itu disampaikan Sjafrie ketika menerima kunjungan puluhan jenderal purnawirawan TNI. Lima di antara tamu undangan merupakan mantan Panglima TNI. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, turut terlihat dalam pertemuan pada pagi hingga siang tadi.
Silaturahmi itu dilakukan di tengah sorotan publik di dalam negeri dan dunia internasional, mengenai sejumlah isu. Salah satunya mengenai proposal Amerika Serikat (AS) terkait akses udara penuh di ruang wilayah Indonesia.
"Fundamental prinsip dari pengabdian kita pada negara yang merupakan turunan historis dari angkatan 45, yang menjadi penjuru dari pembangunan pertahanan negara, dan khususnya pembangunan Tentara Nasional Indonesia. Dua hal fundamental itu yakni berhubungan dengan konstitusi dan berkaitan dengan kepentingan nasional," ujar Sjafrie di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kemhan, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Konstitusi yang dipakai Sjafrie dan koleganya adalah Pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan data yang dirilis Kemhan, ada 23 purnawirawan TNI yang hadir.
Ia juga menggunakan momen silaturahmi itu untuk menerima masukan dari para purnawirawan TNI tersebut. Meskipun waktu yang diberikan kepada para purnawirawan TNI itu untuk bersuara tidak banyak.
1. Menhan jelaskan agenda pertemuan saat berada di Pentagon

Salah satu topik yang dibahas dalam silaturahmi itu yakni soal kunjungan Sjafrie di Pentagon, Amerika Serikat, Senin (13/4/2026). Ketika itu, Sjafrie meneken kerja sama pertahanan dengan Menteri Urusan Perang AS, Pete Hegseth, yang diberi nama Major Defense Cooperation Partnership (MDCP).
Sjafrie juga menjelaskan proposal dari Negeri Paman Sam menyangkut akses udara penuh di wilayah Indonesia.
Dia mengatakan, para purnawirawan turut memberikan masukan tentang proposal AS menyangkut blanket overflight clearance. Mereka memiliki analisis dan pertimbangan baik yang akan dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, termasuk DPR. Hingga saat ini, kata Rico, proposal tersebut masih bersifat letter of intent (LOI).
Proposal dari Amerika itu disorot luas oleh publik di Tanah Air. Sebab, bila permintaan itu dipenuhi, akan membuka peluang Indonesia ikut terseret dalam konflik di Timur Tengah. Pengamat menilai, proposal itu disampaikan AS lantaran terkait kepentingannya dalam serangan militer terhadap Iran.
2. Purnawirawan TNI sampaikan masukan soal penugasan pasukan perdamaian di UNIFIL

Rico juga menyinggung para purnawirawan TNI juga memberikan masukan tentang penempatan pasukan perdamaian PBB asal Indonesia, untuk misi di Lebanon atau UNIFIL. Salah satu masukan yang disampaikan adalah soal evaluasi penempatan pasukan di UNIFIL.
Namun, kata Rico, tidak disebut secara lugas apakah para purnawirawan sepakat dengan dorongan agar Indonesia menarik semua personel TNI dari Lebanon.
"Itu (penempatan pasukan perdamaian) termasuk (yang dibahas) jadi masukan-masukan dari para senior, supaya evaluasi ke depannya bagaimana," kata dia.
Selain itu, para purnawirawan TNI juga menyinggung kondisi geopolitik dan situasi di perairan Selat Hormuz.
3. Sebanyak 23 purnawirawan perwira tinggi TNI hadiri silaturahmi di Kemhan

Untuk kali pertama, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengundang puluhan purnawirawan perwira tinggi TNI dalam acara silaturahmi di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Jumat.
Pantauan IDN Times, purnawirawan tinggi TNI itu sudah mulai tiba di kantor Kemhan pukul 08.30 WIB. Purnawirawan jenderal yang terlihat hadir antara lain Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono, hingga Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto.
Selain itu, ada pula Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago, dan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn), Dudung Abdurachman.
Sjafrie mengucapkan terima kasih kepada para purnawirawan TNI karena sudah meluangkan waktunnya untuk hadir. Salah satu tujuan mantan Pangdam Jaya itu mengumpulkan eks Panglima TNI lantaran ingin menginformasikan mengenai kebijakan strategi pertahanan yang telah berjalan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Ini menunjukkan bahwa kami selama hampir dua tahun ini bekerja bersama-sama, istilahnya kerja sama dan sama-sama bekerja, dalam rangka pembangunan kekuatan pertahanan negara, khususnya pembangunan kekuatan TNI," ujar Sjafrie
Sjafrie sendiri duduk di aula diapit Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, dan mantan Panglima, Marsekal (Purn) Djoko Suyanto. Dia mengakui selama ini Kemhan memang tidak banyak memberikan berbagai macam informasi kepada publik. Hal itu disebabkan pembangunan pertahanan negara memang sedikit memerlukan atensi yang berkaitan dengan publikasi.
Berikut daftar tamu undangan purnawirawan TNI yang hadir:
A. TNI Angkatan Darat (AD)
1. Jenderal TNI (Purn) Wiranto
2. Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo
3. Jenderal TNI (Purn) Andika Muhammad Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M. Phil., Ph.D.
4. Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko
5. Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman
6. Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar
7. Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri
8. Letjen TNI (Purn) Valentinus Suhartono Suratman
9. Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago
10. Letjen TNI (Purn) Fadillah
11. Letjen TNI (Purn) Bambang Darmono
B. TNI Angkatan Laut (AL)
1. Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono
2. Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono
3. Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji
4. Laksamana TNI (Purn) Marsetio
5. Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi
6. Letjen TNI (Purn) Mar. Muhammad Alfan Baharudin
C. TNI Angkatan Udara (AU)
1. Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto
2. Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat
3. Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia
4. Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna
5. Marsdya TNI (Purn) Imran Baidirus
6. Marsdya TNI (Purn) Hadiyan Sumintaatmadja


















