Stok Pangan Melimpah, Anggota DPR Minta Pasar Murah Diperbanyak

- Rajiv menilai stok pangan nasional, termasuk 9 komoditas strategis, aman menjelang dan setelah Idulfitri, namun ia mengingatkan potensi kenaikan harga daging sapi akibat tingginya permintaan.
- Untuk menekan lonjakan harga, Rajiv mendorong pemerintah memperbanyak pasar murah serta menjaga stabilitas distribusi dan pasokan pangan agar masyarakat tidak terbebani pasca Lebaran.
- Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan cadangan beras nasional mencapai 4 juta ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 324 hari, dengan proyeksi meningkat hingga lebih dari 5 juta ton.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv, menilai ketersediaan pangan terutama 9 komoditas strategis menjelang Idul Fitri hingga sepekan setelah Lebaran dalam kondisi aman dan tercukupi.
Kendati demikian, dia meminta pemerintah mewaspadai kenaikan harga bahan pangan menjelang Lebaran, seperti daging sapi yang melampaui harga acuan penjualan pemerintah (HAP) akibat tingginya permintaan.
“Berdasarkan Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional sampai Minggu (15/3/2026) pagi, harga daging sapi kualitas I di tingkat pedagang eceran nasional melebihi HAP dan mencapai Rp146.600 per kilogram (kg)” kata Rajiv kepada jurnalis, Senin (16/3/2026).
1. Dorong gerakan pasar murah diperbanyak

Rajiv mengatakan, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, HAP daging sapi segar/chilled di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp130 ribu per kilogram untuk paha depan dan Rp140 ribu per kilogram untuk paha belakang.
“Lonjakan harga daging yang melewati acuan Rp130 ribu-140 ribu per kg tersebut harus dibaca sebagai sinyal adanya kenaikan demand, persoalan distribusi, disparitas pasokan antardaerah, atau margin perdagangan yang berlebihan,” ujar Anggota DPR RI asal Dapil Jabar II.
Menurut Anggota DPR Fraksi Partai NasDem itu, apabila harga komoditas tertentu seperti daging sapi telah melampaui HAP, maka kondisi tersebut tidak boleh dianggap wajar dan harus segera direspons untuk menekan lonjakan harga.
“Saya mendorong gerakan pasar murah diperbanyak, karena ini menjadi salah satu solusi cepat untuk mengendalikan harga-harga yang beranjak naik menjelang lebaran,” kata Rajiv.
2. Pasokan pangan paska lebaran harus dijaga

Dia pun meminta masyarakat tidak khawatir karena kondisi pangan nasional sekarang tetap aman, tidak hanya menjelang Idul Fitri tetapi juga setelah Lebaran.
“Masyarakat jangan khawatir, sejauh ini cadangan pangan kita cukup berlimpah. Bahkan saat ini neraca pangan 9 komoditas strategis kita hingga April 2026 dalam kondisi surplus” kata Rajiv .
Namun, kata Rajiv, pemerintah juga tidak boleh lengah setelah Lebaran. Pasokan nasional memang diproyeksikan aman, tetapi stabilitas harga dan kelancaran distribusi harus terus dijaga agar masyarakat tidak menghadapi beban yang lebih berat sesudah hari raya.
Politisi muda ini memastikan Komisi IV DPR RI akan terus mengawal kebijakan pangan agar keberhasilan pemerintah tidak hanya terlihat pada angka neraca nasional, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat di pasar-pasar tradisional dan pusat distribusi pangan di daerah.
3. Mentan pastikan cadangan beras aman selama 324 hari

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, melaporkan kondisi ketahanan pangan nasional dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Dia memastikan, stok 11 komoditas strategis saat ini berada dalam kondisi sangat baik, terutama untuk komoditas beras yang mencatatkan angka signifikan. Berdasarkan data terbaru, cadangan beras nasional saat ini telah mencapai 4 juta ton.
"Kami laporkan khusus beras hari ini mencapai 4 juta ton. Hari ini di data dua hari yang lalu, 4 juta ton," kata Amran dalam paparannya, Jumat (13/3/2026).
Amran memproyeksikan volume beras nasional akan terus meningkat hingga menyentuh angka 5,216 juta ton pada April 2026. Menurut dia, jumlah tersebut merupakan rekor cadangan tertinggi yang pernah dimiliki Indonesia.
Dia menjamin stok beras saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama 324 hari ke depan. Hal itu sekaligus memberikan kepastian ketahanan stok berada dalam posisi aman hingga pengujung tahun.
"Kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton, Bapak Presiden. Ini tertinggi cadangan kita. Ini cukup untuk 324 hari. Sampai akhir tahun cukup cadangan kita sekarang untuk beras," ujar dia.


















