4 Pelaku Penyiraman Air Keras Buntuti Andrie Yunus dari YLBHI

- Polisi mengungkap empat pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, yang beraksi menggunakan dua sepeda motor.
- Pergerakan para pelaku terekam dalam 86 CCTV dan menunjukkan mereka membuntuti korban sejak dari wilayah Jakarta Selatan hingga sekitar YLBHI.
- Pelaku mengikuti korban hingga ke Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, tempat kejadian berlangsung pada pukul 23.37 WIB.
Jakarta, IDN Times - Polisi mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (27), berjumlah empat orang. Mereka saling berboncengan dengan menggunakan dua sepeda motor.
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan, pergerakan keempat pelaku terekam 86 CCTV yang saat ini sudah menjadi barang bukti penyidik.
“Para terduga pelaku telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian. Pergerakan para pelaku dari wilayah Jakarta selatan menuju titik kumpul awal di Jalan Merdeka Timur atau di sekitar depan Stasiun Gambir,” kata Iman di Polda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).
Kemudian, para pelaku menyusuri Jalan Ir. H. Djuanda, Jalan Merdeka Barat, Tugu Tani, dan menuju Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
“Dari YLBHI para pelaku ini mengikuti korban ketika korban selesai acara. Korban tidak langsung menuju TKP, tapi sempat mengisi bahan bakar di Cikini Raya dan itu diikuti para pelaku,” ujar Iman.
Sekitar pukul 23.32 WIB, para pelaku terlihat di SPBU Cikini Raya.
“Diduga empat orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di KFC Cikini,” kata Iman.
Kemudian, para pelaku mengikuti korban hingga ke TKP di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat.
“Saat kejadian pada pukul 23.37 WIB, di Jalan Salemba l di persimpangan Jalan Talang, di sana tempat kejadian perkara terjadi,” lanjutnya.
Diberitakan, Andrie Yunus disiram air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Kamis (12/3/2026) malam. Insiden tersebut mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh Andrie terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.
"Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus usai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia' yang rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB," kata Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, kepada jurnalis, Jumat (13/3/2026).
Dimas mengatakan, tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM. Dia menekankan, peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil.


















