Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Survei: Elektabilitas Prabowo-Gibran Turun, Ganjar-Mahfud Unggul

Survei: Elektabilitas Prabowo-Gibran Turun, Ganjar-Mahfud Unggul
Ilustrasi survei (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif sekaligus Peneliti Senior di Lembaga Indonesia Data Insight (Id-Insight) John Muhammad, mengatakan, elektabilitas Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berangsur turun.

John menjelaskan, dalam surveinya tingkat keterpilihan Ganjar-Mahfud naik mengalahkan paslon lainnya.

"Pasangan Ganjar-Mahfud tembus di angka 38,3 persen sementara angka pasangan Prabowo-Gibran malah menurun 34,8 persen. Sementara itu, angka Anies-Muhaimin malah naik menjadi 22,3 persen,” kata John dalam Rilis Hasil Survei Nasional Peta Politik Jelang Pemilu 2024 di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2024).

"Popularitas kandidat capres dan cawapres rata-rata sudah cukup tinggi, namun tidak cukup pararel dengan tingkat ketersukaan pemilih," lanjutnya.

  1. 1. Tingkat keterkenalan tinggi tak menjamin ketersukaan

    Ilustrasi survei (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
    Ilustrasi survei (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    John menyampaikan, pada temuan surveinya tingkat keterkenalan Prabowo tertinggi dengan 97,9 persen, Ganjar 97,1 persen, dan Anies 95,8 persen. Namun tingkat popularitas itu tidak sejalan dengan ketersukaan publik.

    "Namun tingkat ketersukaan Prabowo hanya 69,8 persen. Angka ini lebih rendah daripada Ganjar yang mencapai 74,4 persen. Sementara itu, angka ketersukaan Anies juga lebih rendah daripada Ganjar yang hanya 59,3 persen," tutur dia.

    Adapun survei dilakukan pada periode 15 sampai 22 Desember 2023 dengan menggunakan pendekatan random purposive dari pada 1.200 orang.

    Survei dilakukan dengan 25 pertanyaan di mana 18 di antaranya fokus pada kepuasan publik terhadap pemerintahan dan elektabilitas capres-cawapres.

    Responden survei adalah mereka yang berumur 17 tahun, WNI, menikah, dan terdaftar di Daftar Pemilih Tetap. Survei sendiri memiliki nilai margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan di angka 95 persen.

  2. 2. Potensi dua putaran tinggi

    Tiga pasangan capres-cawapres 2024  (IDN Times/Aditya Pratama)
    Tiga pasangan capres-cawapres 2024 (IDN Times/Aditya Pratama)

    Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Politik, Hendri Satrio, mengatakan, potensi dua putaran semakin menguat jelang hari pencoblosan.

    Alasannya, hasil survei membuktikan bahwa upaya untuk memperoleh suara 50 persen plus 1 pada Pemilu 2024 cukup sulit pada putaran pertama. Dia menyebut, hal itu lantaran sikap publik yang mulai kritis dalam pemilu.

    "Ternyata masyarakat Indonesia punya daya kritis luar biasa terhadap pasangan ini (Prabowo-Gibran) sehingga 40 persen saja nggak masuk," kata Hensat.

  3. 3. Survei jadi bahan evaluasi para timses paslon

    Ilustrasi survei (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
    Ilustrasi survei (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Kendati demikian, Hensat menegaskan, hasil survei masih dinamis. Oleh karena itu, dia meminta agar hasil survei sebaiknya bisa digunakan sebagai bahan evaluasi untuk pemenangan.

    "Ya, menurut saya kalau hal ini memang terjadi maka memang di Indonesia luar biasa pergerakan demokrasinya, hanya saja pesan saya buat para calon presiden dan timnya untuk bekerja keras," tandas Hendri.

     

    Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.

Related Articles

See More