Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ibas Dorong Santri Kuasai Keterampilan Kerja untuk Jawab Tantangan Zaman

2 min read
Ibas Dorong Santri Kuasai Keterampilan Kerja untuk Jawab Tantangan Zaman
Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) (dok. Tim Ibas)
  • Ibas mendorong santri menguasai keterampilan kerja, selain memperdalam ilmu agama dan membentuk karakter.

  • Pesantren didorong memperkuat kemitraan dengan lembaga pelatihan, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

  • Pelatihan kompetensi, beasiswa, dan magang dapat memperluas pilihan lulusan pesantren dalam pendidikan maupun pekerjaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menghadapi tantangan zaman yang semakin kompetitif, Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, mendorong santri tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga membekali diri dengan keterampilan kerja agar mampu bersaing di tengah perkembangan zaman. Penguasaan kompetensi praktis, pembentukan karakter, dan kemandirian dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

Saat menghadiri kegiatan Santri dan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Ibas juga mengajak santri untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Ibas menilai, pendidikan pesantren memiliki posisi penting dalam mencetak generasi muda yang berintegritas. Selain menjadi tempat memperdalam ajaran agama, pesantren juga berperan membentuk akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut perlu berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat.

“Jadilah anak-anak pesantren yang terampil, cerdas, dan mandiri,” ujar Ibas dalam keterangannya, dikutip Senin (26/10/2026).

Ibas mengingatkan santri untuk menjalani proses pendidikan dengan kesungguhan. Menurutnya, pencapaian cita-cita memerlukan kerja keras, ketekunan, kedisiplinan, serta doa. Penghormatan kepada orang tua dan guru, termasuk kiai dan nyai yang membimbing di pesantren, juga menjadi bagian penting dalam perjalanan membangun masa depan.

  1. 1. Dunia industri butuh tenaga kerja yang efisien

    Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) (dok. Tim Ibas)
    Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) (dok. Tim Ibas)

    Dalam kesempatan tersebut, Ibas mengapresiasi kontribusi Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah di Kaliwungu, Kendal, dalam mendidik para santri sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat. Ia berharap pesantren dapat terus meningkatkan mutu pendidikan, melengkapi sarana pembelajaran, serta memberikan kesempatan lebih luas bagi santri untuk mengembangkan keterampilan.

    Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah memperkuat kemitraan dengan Balai Latihan Kerja, lembaga pendidikan vokasi, perguruan tinggi, dan pelaku usaha. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendekatkan proses pendidikan dengan kebutuhan nyata dunia kerja.

  2. 2. Penguasaan keterampilan diperlukan oleh pencari kerja

    IMG-20260408-WA0000.jpg
    Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menerima audiensi jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) di Kompleks DPR RI. (Dok. MPR RI).

    Ibas menilai, penguasaan keterampilan praktis semakin diperlukan seiring perubahan kebutuhan industri. Santri perlu memperoleh akses terhadap pelatihan yang relevan, termasuk kemampuan berbahasa, keterampilan teknis, pemahaman teknologi, dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja profesional.

    “Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang efisien, efektif, dan produktif,” ucap dia.

  3. 3. Kerja sama pesantren dan lembaga pelatihan bisa buka akses santri dapat kerja

    WhatsApp Image 2025-08-31 at 12.53.44.jpeg
    Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhy Baskoro Yudhoyono (Ibas). (IDN Times/Ilman Nafian)

    Ibas berharap, kerja sama antara pesantren dan lembaga pelatihan dapat membuka akses bagi santri untuk mengikuti program beasiswa, magang, pelatihan kompetensi, serta berbagai program pengembangan diri.

    Dengan bekal tersebut, lulusan pesantren diharapkan memiliki pilihan yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More