TNI AD Klarifikasi Tudingan Arogan Danrem Yuniar saat Jogja Maraton

- Video cekcok Brigjen TNI Yuniar dengan marshall Jogja Maraton viral setelah ajudannya ditarik keluar lintasan karena tak memakai nomor BIB, memicu tudingan arogan dari warganet.
- TNI AD menjelaskan insiden itu hanyalah kesalahpahaman di lapangan akibat nomor BIB ajudan terlepas, dan pihak penyelenggara serta Korem 072/Pamungkas telah menyelesaikan masalah secara baik.
- Ajudan Danrem 072/Pamungkas meminta maaf kepada marshall dan panitia atas kelalaiannya masuk lintasan tanpa BIB, menegaskan tanggung jawab pribadi serta menjadikannya pelajaran ke depan.
Jakarta, IDN Times - Sosok Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono sedang menjadi sorotan publik sejak Minggu, 21 Juni 2026. Hal itu bermula dari viralnya video amatir yang menggambarkan Yuniar terlibat cekcok dengan marshall Jogja Maraton. Bahkan, di video itu, Yuniar terlihat sampai menarik kerah baju marshall.
Cekcok dipicu sikap tegas marshall yang menarik keluar seorang pria dari lintasan lari, lantaran tak mengenakan nomor BIB. Belakangan baru diketahui, pria yang tak mengenakan BIB itu merupakan ajudan Yuniar. Ia ikut berada di lintasan lari demi mendokumentasikan keikutsertaan jenderal bintang satu di ajang lari maraton itu.
Maka, warganet pun menuding sikap Yuniar arogan terhadap warga sipil. Apalagi warganet berhasil melacak identitas pemilik nomor BIB yang dikenakan Yuniar. Nomor BIB C3 5602 ditelusuri tertulis atas nama Andrianto.
Warganet kemudian berbondong-bondong membanjiri kolom komentar di akun media sosial Korem 072/Pamungkas dan istri Yuniar. Alhasil, kedua akun tersebut kini diubah pengaturannya menjadi privat. Tak sampai di situ, warganet juga ramai memberikan komentar untuk Google Street lokasi Korem 072/Pamungkas.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menilai insiden yang terjadi di Mandiri Jogja Marathon 2026 merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan.
"Ini merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung," ungkap Donny kepada IDN Times melalui pesan pendek, Senin (22/6/2026).
1. Nomor BIB milik ajudan Korem disebut terlepas

Lebih lanjut, Donny menjelaskan, Yuniar mengikuti lari maraton bersama istri, satu anak, dan satu ajudan. Mereka ikut serta menggunakan tiket umum dan telah terdaftar secara resmi seperti peserta lainnya.
"Berdasarkan penjelasan yang diperoleh, ajudan yang mendampingi Danrem juga mengikuti sejak awal menggunakan nomor peserta (BIB). Namun, dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta itu terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat," ujar jenderal bintang satu itu.
Alhasil, kata Donny, kejadian itu menimbulkan kesalahpahaman saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas.
2. Penyelenggara lari maraton dan Korem 072/Pamungkas berkomunikasi untuk selesaikan masalah

Donny menjelaskan usai kejadian Danrem 072/Pamungkas cekcok dengan marshall viral, maka pihak penyelenggara dan Korem telah bertemu serta melakukan klarifikasi langsung. Seluruh pihak, kata Donny, murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan diselesaikan dengan baik.
"Kami mengapresiasi profesionalisme panitia dan petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur untuk menjaga ketertiban kegiatan. Kami juga menghargai langkah cepat penyelenggara dalam melakukan klarifikasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan," tutur dia.
Hubungan antara Korem 072/Pamungkas dan penyelenggara kegiatan tetap berjalan dengan baik. TNI AD pun juga berharap masyarakat bisa melihat peristiwa di Jogja Maraton secara proporsional.
"Sebaiknya masyarakat tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," imbuh Donny.
3. Ajudan Korem 072/Pamungkas meminta maaf kepada marshall lari

Setelah viral di ruang publik, ajudan Danrem 072/Pamungkas kemudian bertemu marshall lari maraton di Jogja. Ia meminta maaf karena masuk lintasan lari tanpa mengenakan nomor BIB.
"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya ketika mengikuti lari dengan menggunakan jersey namun tidak menggunakan BIB. Saya menyadari itu merupakan sebuah kesalahan dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar sang ajudan, ketika menyampaikan permohonan maaf melalui rekaman video.
Ia kembali meminta maaf kepada penyelenggara lari maraton Mandiri di Jogja, seluruh petugas, relawan, dan peserta lain yang terdampak dari kejadian tersebut. Ajudan itu mengaku bertanggung jawab penuh atas kekeliruan itu.
"Saya akan menjadikannya sebagai pembelajaran ke depan," imbuhnya.
Namun, dalam video yang diedarkan TNI AD, tidak disebut siapa nama ajudan Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono.


















