UKP Mardiono Dorong Pelestarian Seni Betawi di Tengah Kemajuan Jakarta

- Muhamad Mardiono mengunjungi Sanggar Oplet Betawi untuk mendorong pelestarian seni tradisi di tengah pesatnya perkembangan Jakarta.
- Ia menekankan fungsi sosial seni sebagai penguat kohesi masyarakat dan pentingnya regenerasi seniman agar budaya Betawi tetap hidup.
- Pimpinan Sanggar Oplet, Bang Madit, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pelaku seni dan upaya menjaga warisan budaya.
Jakarta, IDN Times - Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, berkunjung ke Sanggar Ocehan Plesetan Rombongan Betawi (Oplet) di Jakarta, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap keberlangsungan seni tradisi Betawi di tengah dinamika kota metropolitan.
Mardiono mengapresiasi budayawan Betawi yang konsisten menjaga budayanya. Sebab, buaya merupakan salah satu identitas yang harus dijaga.
1. Seni memilki fungsi sosial

Mardiono menilai, seni memiliki fungsi sosial, bukan sekadar hiburan. Menurutnya, kesenian juga berperan sebagai medium interaksi sosial yang mampu memperkuat kohesi masyarakat di tengah perubahan gaya hidup perkotaan. Oleh karena itu, Mardiono mendorong seni Betawi untuk terus dijaga di tengah pesatnya kemajuan Jakarta.
“Melalui budaya Lenong Betawi ini kita harus terus melestarikan warisan budaya bangsa. Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bang Madit dan teman-teman yang telah mengabdikan dirinya untuk menjaga dan mengembangkan karya-karya seni, khususnya budaya Betawi,” ujar ujar Mardiono dalam keterangannya, dikutip Rabu (24/6/2026).
2. Harus ada regenerasi

Dalam kesempatan tersebut, Mardiono juga mengingatkan pentingnya regenerasi seniman. Mardiono mendorong adanya proses regenerasi yang terstruktur agar seni tradisional tidak mengalami stagnasi di tengah perkembangan zaman.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif pelestarian budaya, termasuk penguatan ekosistem seni yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas. Peran seni dinilai penting dalam membangun ruang komunikasi yang sehat dalam kehidupan sosial.
3. Sanggar Oplet sampaikan terima kasih

Pimpinan Sanggar Oplet, Bang Madit, menyampaikan terima kasih pemerintah sudah berkunjung ke tempatnya. Menurutnya, ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah.
“Kami merasa bangga karena seorang pejabat mau hadir dan menyempatkan waktu di tengah kesibukannya untuk bertemu dengan para pelaku seni. Kami melihat Pak Mardiono sebagai sosok yang memiliki kepedulian terhadap seni dan budaya,” kata Bang Madit.
















