Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[UPDATE] Kasus COVID-19 di Indonesia Bertambah 3.205 Hari Ini

[UPDATE] Kasus COVID-19 di Indonesia Bertambah 3.205 Hari Ini
Masyarakat mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, IDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan ada 3.205 orang dinyatakan positif terpapar virus corona per hari ini, Sabtu (22/1/2022). Dengan penambahan ini, total jumlah orang yang terpapar COVID-19 di Tanah Air mencapai 4.283.453 kasus.

DKI Jakarta menjadi wilayah yang paling banyak menyumbang kasus harian virus corona hari ini, dengan 1.825 kasus. Kemudian disusul Jawa Barat dengan 641 kasus, Banten 541 kasus, Jawa Timur 79 kasus, dan Bali 44 kasus.

1. Angka kesembuhan hari ini bertambah 627 orang

Warga melintas di depan mural bertema COVID-19 di Tanah Tinggi, di Kota Tangerang, Banten, Senin (22/11/2021). (ANTARA FOTO/Fauzan)
Warga melintas di depan mural bertema COVID-19 di Tanah Tinggi, di Kota Tangerang, Banten, Senin (22/11/2021). (ANTARA FOTO/Fauzan)

Satgas COVID-19 juga melaporkan jumlah pasien yang berhasil sembuh bertambah 627 orang dalam 24 jam terakhir. Maka, total kesembuhan sudah 4.122.555 orang.

DKI Jakarta mencatat kasus kesembuhan paling banyak hari ini yaitu 457 kasus. Selanjutnya disusul Jawa Timur sebanyak 45 kasus, Banten 34 kasus, dan Bali 24 kasus.

2. Lima orang meninggal dunia karena COVID-19

Petugas memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (21/6/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat.
Petugas memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (21/6/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat.

Satgas COVID-19 mencatat sebanyak lima orang meninggal dunia akibat virus corona dalam satu hari terakhir. Total jumlah orang yang meninggal dunia karena COVID-19 menjadi 144.206 orang.

Provinsi yang memiliki kasus kematian terbanyak hari ini yaitu Jawa Timur dengan dua kasus. Disusul Sumatra Utara, Sulawesi Selatan dan Lampung dengan masing-masing satu kasus.

3. Presiden Jokowi minta masyarakat tak panik dengan lonjakan kasus COVID-19

Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Sebelumnya, Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengatakan kasus COVID-19 saat ini melonjak lantaran varian Omicron. Meski begitu, ia meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan pada kenaikan kasus saat ini.

"Oleh sebab itu, kita semua harus mewaspadai tren ini, namun tidak perlu bereaksi berlebihan. Berhati-hati perlu waspada perlu tapi jangan menimbulkan ketakutan dan kepanikan," kata Jokowi dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (18/1/2022).

Jokowi meminta masyarakat yang bisa bekerja dari rumah agar melakukannya di tengah peningkatan kasus COVID-19 Omicron. Ia juga mengimbau masyarakat agar tak melakukan perjalanan ke luar negeri jika tidak penting.

"Untuk mereka yang bisa bekerja dari rumah work from home lakukanlah kerja dari rumah. Saya juga meminta untuk tidak bepergian ke luar negeri jika tidak ada urusan yang penting dan mendesak," ujar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Teatrika Handiko Putri
EditorTeatrika Handiko Putri
Follow Us

Latest in News

See More

Buntut Kematian 3 TNI di Lebanon, Massa Demo di Kedubes AS

05 Apr 2026, 22:03 WIBNews