Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Vatikan Resmi Gunakan Bahasa Indonesia untuk Layanan Media

Vatikan Resmi Gunakan Bahasa Indonesia untuk Layanan Media
Penandatanganan MOU penggunaan secara resmi Bahasa Indonesia di Vatikan, Rabu (25/03/2026). (Dok. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI))
Intinya Sih
  • Vatikan resmi memakai Bahasa Indonesia di Vatican News setelah penandatanganan kerja sama antara KWI dan Dikasteri Komunikasi Takhta Suci pada 25 Maret 2026.
  • Bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-57 di Vatican News, memperluas akses umat Katolik Indonesia terhadap informasi Gereja global dalam bahasa ibu mereka.
  • Kerja sama ini disebut sebagai momen bersejarah yang memperkuat hubungan spiritual Indonesia dengan Vatikan serta menuntut komitmen serius dalam pelaksanaannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times Vatikan secara resmi mulai menggunakan Bahasa Indonesia dalam layanan medianya, Vatican News. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Dikasteri untuk Komunikasi Takhta Suci, pada Rabu (25/3/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Komisi Komsos KWI Mgr Agustinus Tri Budi Utomo dan Prefek Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Paolo Ruffini. Momen tersebut turut disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, serta sejumlah pejabat Vatikan dan perwakilan organisasi Katolik Indonesia.

1. Bahasa Indonesia jadi bahasa ke-57 Vatican News

Kota Vatikan
Vatikan (https://www.pexels.com/@aliona-pasha-1687920/)

Dengan penandatanganan ini, Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa ke-57 yang digunakan oleh Vatican News. Kehadiran Bahasa Indonesia di platform tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan informasi Gereja Katolik kepada umat di Indonesia dan kawasan sekitarnya.

Inisiatif penggunaan Bahasa Indonesia ini pertama kali diusulkan oleh perwakilan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), yakni AM Putut Prabantoro dan Lucius Gora Kunjana pada Juni 2022. Setelah melalui proses panjang, usulan tersebut akhirnya diwujudkan dalam bentuk kerja sama resmi.

2. Perkuat jembatan iman dan identitas nasional

Penandatanganan MOU penggunaan secara resmi Bahasa Indonesia di Vatikan, Rabu (25/03/2026).
Penandatanganan MOU penggunaan secara resmi Bahasa Indonesia di Vatikan, Rabu (25/03/2026). (Dok. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI))

Mgr Agustinus Tri Budi Utomo menyebut penandatanganan ini sebagai tonggak penting, tidak hanya secara administratif tetapi juga simbolis. Menurutnya, kerja sama ini menjadi bentuk pengakuan identitas nasional sekaligus memperkuat hubungan spiritual antara Indonesia dan Gereja universal.

Ia menambahkan, kehadiran Bahasa Indonesia di Vatican News membuka akses langsung bagi umat Katolik Indonesia untuk mendapatkan informasi Gereja global dalam bahasa ibu mereka. Hal ini diharapkan dapat mempererat kedekatan umat dengan pesan-pesan Bapa Suci.

“Ini adalah perayaan persahabatan yang abadi dan penguatan jembatan iman antara Indonesia dan jantung Gereja universal,” ujar Agustinus.

3. Momentum bersejarah bagi Indonesia dan gereja

Penandatanganan MOU penggunaan secara resmi Bahasa Indonesia di Vatikan, Rabu (25/03/2026).
Penandatanganan MOU penggunaan secara resmi Bahasa Indonesia di Vatikan, Rabu (25/03/2026). (Dok. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI))

Prefek Dikasteri Komunikasi, Paolo Ruffini, menegaskan bahwa penggunaan bahasa ibu merupakan cara efektif untuk menjangkau umat. Karena itu, Bahasa Indonesia dipandang penting untuk melayani umat Katolik di Indonesia secara lebih dekat.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, menyebut penandatanganan ini sebagai momen bersejarah setelah melalui perjalanan panjang. Ia menilai kerja sama ini membuka peluang besar untuk pengembangan komunikasi Gereja ke depan.

Namun, Trias juga mengingatkan bahwa implementasi ke depan membutuhkan komitmen serius, mulai dari sumber daya manusia hingga dukungan teknologi dan pendanaan.

“Penetapan ini membuka pintu untuk pencapaian lebih lanjut, namun membutuhkan dedikasi dan konsistensi dalam pelaksanaannya,” kata dia.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Sekretatris Eksekutif Komisi Komsos KWI Rm Petrus Noegroho Agoeng, delegasi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) yakni AM Putut Prabantoro (Founder), Mayong Suryo Laksono (Penasihat), Asni Ovier Dengen Paluin (Ketua), Sanussirus Jumar Sudiyana (Sekretaris) dan Bonfilio Mahendra Wahanaputra (Hubungan Antar Lembaga), Superior Jenderal Kongregasi MSF Rm Agustinus Purnomo dan Pejabat Vatikan satu-satunya dari Indonesia, Rm Markus Solo Kewuta SVD. Sementara dari Vatican News hadir, Andrea Tornielli (Direktur Vatican News), Massimiliano Menicheti (Kepala Radio Vatican).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More