Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada! Jakarta dan Sekitarnya Akan Diguyur Hujan Sangat Lebat 16-17 Januari

Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Mardya Shakti)
Intinya sih...
  • Dua bibit siklon tropis terdeteksi oleh TCWC BMKG Jakarta
  • Bibit siklon 91W berpeluang tinggi menjadi siklon
  • Gubernur Jakarta lakukan modifikasi cuaca hingga 18 Januari 2026 untuk cegah banjir
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Jakarta bakal diguyur hujan lebat hingga sangat lebat pada Jumat (16/1/2026) hingga Sabtu (17/1/2026). Intensitas hujan mencapai lebih dari 100 milimeter per hari.

Selain Jakarta, daerah lain yang akan diguyur hujan lebat dan sangat lebat yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Maluku. BMKG juga memperkirakan dalam dua hari ini bakal terjadi angin kencang.

"Angin kencang berhembus di Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara," demikian isi keterangan BMKG di akun media sosialnya, dikutip Jumat.

Sedangkan pada Sabtu esok, angin kencang akan berembus di Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. BMKG juga memantau tidak ada hujan sangat lebat hingga ekstrem pada Jumat dan Sabtu.

"Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas transportasi," kata BMKG.

1. Dua bibit siklon tropis terdeteksi oleh TCWC BMKG Jakarta

Bibit Siklon Tropis
Bibit siklon tropis 96S dan tropis Nokaen yang terpantau oleh BMKG. (www.instagram.com/@infobmkg)

Lebih lanjut, BMKG juga mendeteksi keberadaan dua bibit siklon tropis di wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta. Dua bibit siklon itu yakni 91W dan 96S.

"Dua bibit siklon tropis terpantau berada dalam wilayah monitoring TCWC Jakarta, yaitu 91W dan 96S, yang memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia dalam 24 jam ke depan," demikian ditulis BMKG di dalam unggahan Instagramnya.

BMKG melihat keberadaan bibit siklon 96S di sekitar wilayah Indonesia. Bibit siklon ini ada di sekitar 13.6°LS - 117.3°BT di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.

Kecepatan angin maksimumnya mencapai sekitar 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan minimum 1002 hPa. Bibit siklon 96S ini mulai terbentuk pada 14 Januari 2026 pukul 13.00 WIB.

"Memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat daya, menjauhi wilayah Indonesia," kata BMKG.

2. Bibit siklon 91W berpeluang tinggi menjadi siklon

Bibit Siklon Tropis 91S yang terdeteksi di Samudera Hindia (Dok: BMKG)
Bibit Siklon Tropis 91S yang terdeteksi di Samudera Hindia (Dok: BMKG)

Sementara itu, bibit siklon 91W kini berstatus berpeluang tinggi menjadi siklon tropis pada 24 jam ke depan (dihitung sejak 15 Januari 2026 pukul 07.00 WIB).

Bibit siklon 91W terbentuk sejak 12 Januari 2026 pukul 01.00 WIB. Sementara, Sejak 15 Januari 2026, kecepatan angin maksimumnya mencapai 30 knot (56 km/jam) dengan tekanan udara minumum 1002 hPa.

"Memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat laut, menjauhi wilayah Indonesia," kata BMKG.

3. Gubernur Jakarta lakukan modifikasi cuaca hingga 18 Januari 2026 untuk cegah banjir

Banjir, Tol Bandara Soekarno-Hatta
Akses jalan menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta atau tepatnya di Tol Prof Dr Insinyur Sedyatmo KM 33 banjir usai diguyur hujan pada Senin, 12 Januari 2026. (Dokumentasi Istimewa)

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sudah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga lima hari ke depan, sejak 13 Januari 2026.

"Saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk melakukan modifikasi cuaca selama lima hari ini. Terus terang aja, kalau hari ini tidak dilakukan modifikasi cuaca, gak mungkin hujannya hanya sebentar seperti tadi," ujar Pramono di Mal Grand Indonesia, Selasa (13/1/2026).

Gubernur dari PDI Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran khusus untuk OMC. Meski tidak menyebutkan jumlah dana, namun Pramono memastikan anggaran tersebut cukup untuk OMC selama 30 hari ke depan.

"Kami sudah menganggarkan dalam waktu 30 hari ini. Katakanlah kalau harus tiap hari modifikasi cuaca akan kami lakukan," tutur dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

KPK: Ono Surono PDIP Diduga Terima Uang Tersangka Korupsi

16 Jan 2026, 10:19 WIBNews