Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Pasien Tewas dalam Kebakaran di Rumah Sakit India

10 Pasien Tewas dalam Kebakaran di Rumah Sakit India
ilustrasi kebakaran (unsplash.com/Jay Heike)
Intinya Sih
  • Kebakaran hebat melanda unit perawatan intensif trauma di Rumah Sakit SCB Medical College, Cuttack, Odisha, India, menewaskan sepuluh pasien dan melukai beberapa lainnya pada Senin dini hari.
  • Penyelidikan awal menunjukkan kebakaran kemungkinan besar disebabkan oleh korsleting listrik di pusat trauma saat sebagian besar pasien sedang beristirahat.
  • Pemerintah Odisha menjanjikan tanggung jawab penuh atas biaya pengobatan korban serta memerintahkan audit keselamatan listrik di seluruh fasilitas publik untuk mencegah kejadian serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kebakaran hebat melanda unit perawatan intensif trauma di Rumah Sakit SCB Medical College and Hospital yang terletak di kota Cuttack, negara bagian Odisha, India, pada Senin (16/3/2026). Peristiwa tragis ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan pasien dan tenaga medis yang sedang bertugas saat api mulai menyebar di lantai pertama gedung tersebut pada dini hari.

Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa sedikitnya sepuluh orang tewas, sementara beberapa lainnya menderita luka-luka serius serta sesak napas akibat kobaran api dan kepulan asap pekat. Kepala Menteri Mohan Charan Majhi segera melakukan peninjauan ke lokasi kejadian untuk memastikan penanganan para penyintas dan memantau proses penyelidikan awal terkait penyebab bencana ini.

1. Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik

Kebakaran tersebut diduga kuat bermula dari adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik yang terjadi di dalam gedung pusat perawatan trauma. Api mulai berkobar pada dini hari saat sebagian besar pasien sedang beristirahat dengan tenang di ruangan tersebut.

Tim pemadam kebakaran bekerja keras untuk mengendalikan situasi agar api tidak merambat ke bagian gedung rumah sakit yang lainnya secara lebih luas. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena banyaknya peralatan medis dan bahan kimia yang mudah terbakar di dalam ruangan tersebut.

Kepala Menteri Mohan Charan Majhi memberikan penjelasan resmi setelah meninjau langsung kondisi fasilitas kesehatan yang telah hangus terbakar.

"Kebakaran ini kemungkinan besar disebabkan oleh korsleting listrik di pusat trauma pada dini hari," tutur Mohan Charan Majhi, dilansir TRT World.

2. 10 orang pasien meninggal dunia karena terjebak kobaran api

Insiden kebakaran ini menyebabkan setidaknya sepuluh orang pasien meninggal dunia karena terjebak di dalam kobaran api yang sangat panas dan asap pekat. Selain korban tewas, terdapat lima orang lainnya yang kini sedang berada dalam kondisi kritis akibat luka-luka yang mereka alami saat kejadian berlangsung.

Tim medis masih terus memantau perkembangan kesehatan para korban yang selamat untuk memberikan perawatan intensif yang sangat mereka butuhkan saat ini. Namun, petugas belum bisa memastikan apakah luka kritis tersebut murni berasal dari api atau karena kondisi cedera mereka sebelumnya.

Kepala Menteri Majhi memberikan rincian data mengenai jumlah korban yang terdampak setelah berkoordinasi dengan pihak manajemen rumah sakit dan dinas kesehatan setempat.

"Setidaknya 10 orang tewas dalam kebakaran yang terjadi di unit perawatan trauma rumah sakit ini," ungkapnya, dilansir India Today.

3. Pemerintah akan menanggung biaya pengobatan para korban

Kepala Menteri Mohan Charan Majhi segera mendatangi rumah sakit tersebut untuk memberikan dukungan moral kepada para korban serta seluruh staf medis yang bertugas. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh korban selamat mendapatkan pelayanan dan fasilitas penanganan terbaik dari pihak rumah sakit.

Pemerintah daerah telah menginstruksikan audit keselamatan secara menyeluruh terhadap semua instalasi listrik yang ada di berbagai fasilitas pelayanan publik di wilayah tersebut. Langkah tegas ini diambil agar kejadian serupa yang sangat membahayakan nyawa manusia tidak pernah terulang kembali di masa yang akan datang.

Dalam keterangannya di hadapan para wartawan, pihak pemerintah berjanji akan bertanggung jawab penuh dan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi para pasien.

"Kami akan memastikan investigasi dilakukan secara mendalam untuk mengungkap seluruh fakta terkait musibah yang sangat menyedihkan ini," ujar Majhi, dilansir The Hindu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More