Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

11 Orang Tewas akibat Serangan Israel di Gaza, Termasuk 3 Jurnalis

serangan Israel di Jalur Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
serangan Israel di Jalur Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Kelompok jurnalis kecam serangan tersebut.
  • Tiga anggota keluarga tewas dalam serangan lainnya di Gaza tengah.
  • Militer Israel bunuh 466 warga Palestina sejak gencatan senjata.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 11 warga Palestina, termasuk tiga jurnalis, tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza pada Rabu (21/1/2026). Enam orang lainnya juga mengalami luka-luka.

Badan Pertahanan Sipil mengatakan mobil yang membawa para jurnalis tersebut diserang di wilayah al-Zahra, Gaza tengah. Para korban, Mohammed Salah Qashta, Anas Ghneim dan Abdul Raouf Shaat, diketahui bekerja untuk Komite Mesir untuk Bantuan Gaza, dengan bertugas mendokumentasikan kondisi para pengungsi Palestina di Gaza tengah.

Juru bicara organisasi kemanusiaan itu mengungkapkan bahwa mobil tersebut memiliki tanda logo organisasi yang jelas, dan diserang saat menjalankan misi kemanusiaan. Hamas menyebut serangan itu sebagai eskalasi berbahaya dari pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata.

Sementara itu, Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa kendaraan tersebut menjadi target serangan karena para penumpangnya menggunakan drone untuk mengumpulkan informasi intelijen tentang pasukan militer.

1. Kelompok jurnalis kecam serangan tersebut

Genosida Israel telah menghancurkan wilayah Jalur Gaza, Palestina. Sejak perang meletus pada 7 Oktober 2023, puluhan ribu orang terbunuh dan ribuan lainnya terluka. (x.com/UNLazzarini)
Genosida Israel telah menghancurkan wilayah Jalur Gaza, Palestina. Sejak perang meletus pada 7 Oktober 2023, puluhan ribu orang terbunuh dan ribuan lainnya terluka. (x.com/UNLazzarini)

Serikat Jurnalis Palestina mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan perang. Mereka menilai pelanggaran tersebut merupakan bukti kebijakan sistematis Israel yang bertujuan membungkam suara Palestina, menghalangi penyampaian fakta, dan menutupi kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil.

Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) juga mengungkapkan keterkejutannya atas tragedi tersebut. Menurut CPJ, sedikitnya 206 jurnalis dan pekerja media telah tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak perang meletus pada Oktober 2023.

“Israel, yang memiliki teknologi canggih untuk mengidentifikasi targetnya, mempunyai kewajiban berdasarkan hukum internasional untuk melindungi jurnalis,” kata direktur regional CPJ, Sara Qudah, dikutip dari BBC.

2. Tiga anggota keluarga tewas dalam serangan lainnya di Gaza tengah

pemandangan Jalur Gaza
pemandangan Jalur Gaza (unsplash.com/Emad El Byed)

Dalam serangan lainnya di Gaza tengah, tiga warga Palestina dari satu keluarga tewas di wilayah timur Deir el-Balah. Korban terdiri dari seorang ayah, putranya, dan seorang kerabat, dilansir dari Al Jazeera.

Di Gaza selatan, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun tewas ditembak tentara Israel saat mengumpulkan kayu bakar di kota Bani Suheila. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan ayah korban menangisi putranya yang berbaring tak bernyawa di rumah sakit.

Seorang perempuan berusia 32 tahun juga tewas ditembak dalam serangan terpisah di sekitar Khan Younis, Gaza selatan. Sementara itu, dua warga Palestina lainnya terbunuh dalam serangan Israel di wilayah utara Jalur Gaza.

3. Militer Israel bunuh 466 warga Palestina sejak gencatan senjata

Ilustrasi salah satu serangan di Gaza
Ilustrasi salah satu serangan di Gaza. (unsplash.com/mohammed_ibrahim_mi)

Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, sedikitnya 466 warga Palestina telah terbunuh di Gaza sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas berlaku pada 10 Oktober 2025. Secara keseluruhan, jumlah korban tewas akibat serangan Israel di wilayah Palestina tersebut telah mencapai lebih dari 71.550 orang sejak Oktober 2023.

Israel juga terus membatasi masuknya makanan, bantuan medis, dan sarana tempat tinggal ke Gaza. Akibatnya, sekitar 2,2 juta penduduk di wilayah tersebut menghadapi krisis kemanusiaan serius di tengah cuaca dingin, dengan hanya mengandalkan tenda-tenda tipis sebagai tempat berlindung.

Menurut data militer Israel, pasukannya masih memiliki kendali militer atas sebagian besar wilayah Gaza, termasuk wilayah selatan, timur dan utara. Namun, pada praktiknya, Israel masih menguasai seluruh wilayah tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Wamenham Jawab Kekhawatiran RUU HAM Lemahkan Komnas HAM

22 Jan 2026, 16:32 WIBNews