Mahasiswa Trisakti Tiba di Merdeka Selatan, Bawa Spanduk Hitam Tritura

Ratusan mahasiswa Trisakti tiba di Jalan Merdeka Selatan pada 29 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, mengenakan jas almamater dan datang menggunakan puluhan angkot.
Massa membawa spanduk Tritura serta spanduk hitam bernada kritik, lalu merapatkan barisan, mendekati blokade aparat, dan menyoroti penanganan kebakaran hutan serta lahan.
Tiga tuntutan aksi mencakup pemulihan sektor nasional, pemberantasan inkompetensi dan rangkap jabatan pejabat publik, serta penegakan supremasi sipil.
Jakarta, IDN Times - Ratusan mahasiswa Trisakti tiba di Jalan Merdeka Selatan pada hari ini (29/10/2026) pukul 16.00 WIB. Mereka kompak mengenakan jas almamater Trisakti.
Beberapa di antara mereka memegang spanduk Tri Tuntutan Rakyat (Tritura). Selain itu, terdapat spanduk hitam bertuliskan "Demi Nama Tuhan Ini Adalah Kegelapan" dan "Bismillah Ini Adalah Kegelapan".
Mahasiswa yang datang menggunakan puluhan angkot itu kemudian turun dan merapatkan barisan.
"Demi nama Tuhan, ini adalah kegelapan. Demi nama Tuhan, ini adalah suara-suara yang diabaikan," teriak Menteri Kepresidenan Luar Negeri Universitas Trisakti, Arief Rizquna, di atas mobil komando.
Sambil berjalan mendekat ke blokade aparat, mereka meneriakkan beberapa kritikan, salah satunya soal penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Revolusi, revolusi, revolusi," teriak massa aksi.
Dalam aksi ini, mahasiswa Trisakti mengusung Tri Tuntutan Rakyat (Tritura). Pertama, pemulihan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan dan kesehatan nasional. Kedua, berantas inkompetensi pejabat negara dan hapus rangkap jabatan pejabat publik. Ketiga, tegakkan supremasi sipil.



















