AS Mulai Pasang Ranjau Darat di Wilayah Iran

- Pasukan AS mulai memasang ranjau darat anti-tank di pinggiran Kota Shiraz, Iran, menggunakan pesawat militer dengan sistem penyebar Gator untuk menghancurkan kendaraan lapis baja.
- Pemasangan ranjau terjadi di tengah memanasnya konflik antara Iran, AS, dan Israel, dengan pernyataan keras dari Gedung Putih yang menekan Iran agar menyerah secara militer.
- Serangan gabungan AS dan Israel di Iran telah menewaskan lebih dari 1.400 orang, termasuk ratusan anak-anak, memicu kekhawatiran serius terkait pelanggaran hukum kemanusiaan.
Jakarta, IDN Times - Pasukan Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai memasang ranjau darat di wilayah selatan Iran, tepatnya di pinggiran Kota Shiraz. Langkah ini merupakan salah satu upaya AS untuk berperang melawan negara mayoritas Islam Syiah tersebut.
Menurut penyelidik senjata Amnesti Internasional, Brian Castner, ranjau-ranjau tersebut bertujuan untuk menghancurkan tank-tank yang lewat di wilayah Shiraz. Meski dipasang untuk menghancurkan kendaraan perang, Castner mengatakan, ranjau-ranjau tersebut tetap berbahaya bagi warga sipil. Sebab, mereka bisa saja terkena ledakan ranjau karena tidak sengaja menginjaknya.
“Meskipun ranjau darat ini dimaksudkan untuk menargetkan kendaraan lapis baja, ranjau ini tetap bisa sangat berbahaya bagi warga sipil,” kata Castner, kepada The Washington Post pada Jumat (27/3/2026), seperti dilansir Jerusalem Post, Sabtu (28/3/2026).
1. Ranjau disebarkan menggunakan pesawat

Dalam pernyataannya, Castner menambahkan, ranjau darat yang dipasang AS di Shiraz merupakan ranjau anti-tank jenis American BLU-91/B. Ranjau tersebut, kata dia, disebarkan menggunakan pesawat militer. Pesawat tersebut sudah dilengkapi sistem penyebar ranjau yang bernama Gator.
Ranjau anti-tank American BLU-91/B ini terkenal punya daya ledak yang sangat kuat. Ini sesuai dengan kegunaannya untuk menghancurkan kendaraan lapis baja. Menurut foto satelit yang beredar di internet, ranjau tersebut sudah tersebar secara massif di sekitar pinggiran Kota Shiraz.
Menurut media nasional Iran, ranjau-ranjau tersebut sudah mulai dipasang di Shiraz sejak beberapa hari yang lalu. Beberapa di antaranya juga sudah meledak karena kontak dengan sebuah objek. Namun, tidak dijelaskan objek apa yang terkena kontak dengan ranjau tersebut.
2. Perang antara Iran dengan AS dan Israel makin panas

Pemasangan ranjau anti-tank ini dilakukan di saat perang antara Iran dengan AS dan Israel makin panas. Beberapa waktu lalu, Presiden AS, Donald Trump, sudah memaksa Iran untuk menyerah. Sebab, menurutnya, Iran sudah kalah secara militer. Namun, Iran hingga kini masih menolak untuk menyerah.
“Presiden (Donald) Trump tidak main-main dan dia siap untuk melepaskan malapetaka. Iran tidak boleh salah perhitungan lagi,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, seperti dilansir The Strait Times.
"Jika Iran gagal menerima realitas situasi saat ini, jika mereka gagal memahami bahwa mereka telah dikalahkan secara militer, dan akan terus dikalahkan, Presiden Trump memastikan mereka akan dihantam lebih keras daripada yang sudah pernah mereka alami sebelumnya,” lanjut Leavitt.
3. Korban tewas akibat serangan AS-Israel di Iran sudah mencapai ribuan orang

Sejauh ini, serangan AS dan Israel di Iran telah menewaskan setidaknya 1.443 orang. Dari jumlah tersebut, 217 di antaranya merupakan anak-anak.
“Anak-anak dibunuh di sekolah. Laki-laki tewas di pos pemeriksaan saat mereka mencoba memindahkan keluarga mereka. Perempuan dibunuh saat mengantre untuk mendapatkan roti. Petugas medis dibunuh saat menanggapi keadaan darurat,” kata Wakil Direktur Human Rights Activists (HRA) di Iran, Skylar Thompson, kepada Washington Post.
“Pola-pola kekerasan ini menimbulkan kekhawatiran hukum yang serius terkait dengan perilaku permusuhan dan menuntut pertanggungjawaban,” lanjutnya.


















