Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kesal pada Italia yang Bela Paus Leo, Trump: Mereka Tak Ada untuk AS!

Kesal pada Italia yang Bela Paus Leo, Trump: Mereka Tak Ada untuk AS!
PM Italia Giorgia Meloni dan Presiden AS Donald Trump (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Donald Trump melontarkan ancaman terbuka kepada Italia setelah menilai negara itu tidak mendukung langkah AS dalam perang Iran, menandai memburuknya hubungan kedua sekutu NATO tersebut.
  • Paus Leo XIV menolak perang Iran dan menunjukkan solidaritas terhadap warga Palestina, memicu kemarahan Trump yang dianggap menyerang aspek sensitif bagi masyarakat Katolik Italia.
  • Pernyataan keras Trump memicu reaksi politik di Italia; berbagai pihak, termasuk oposisi, bersatu mengecam serangan terhadap Perdana Menteri Meloni dan Paus Leo sebagai bentuk tekanan luar negeri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Italia kian memanas di tengah konflik global yang melibatkan perang Iran dan polemik dengan Paus Leo XIV. Presiden AS Donald Trump bahkan melontarkan ancaman terbuka terhadap sekutu lamanya itu.

Melalui platform Truth Social, Trump menyampaikan pernyataan keras yang menandai memburuknya hubungan kedua negara. Pernyataan tersebut muncul di tengah perbedaan sikap terkait perang Iran dan kritik terhadap pemimpin Gereja Katolik.

“Italia tidak ada untuk kami, kami juga tidak akan ada untuk mereka!” tulis Trump, dilansir dari Anadolu, Jumat (17/4/2026).

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat retaknya hubungan antara Washington dan Roma, yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat dalam aliansi NATO. Di sisi lain, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang sebelumnya dianggap sebagai sekutu dekat Trump, kini justru berada di posisi berseberangan dalam sejumlah isu penting.

1. Konflik Iran jadi pemicu utama

Kesal pada Italia yang Bela Paus Leo, Trump: Mereka Tak Ada untuk AS!
perperangan yang terjadi di iran

Ketegangan antara kedua negara dipicu oleh perbedaan sikap terhadap perang Iran yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Trump secara terbuka mengkritik Italia yang dinilai tidak mendukung langkah militernya.

Pada Selasa lalu, Trump mengaku kecewa dengan sikap Meloni. Ia bahkan mempertanyakan komitmen Italia dalam konflik tersebut.

“Saya terkejut bahwa Meloni tidak ingin membantu kami dalam perang melawan Iran,” ujar Trump kepada media Italia.

Pernyataan ini muncul setelah Meloni mengkritik keras sikap Trump terhadap Paus Leo, terutama terkait pernyataan Paus yang menolak perang. Meloni menyebut, kemarahan Trump terhadap Paus sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima, memperlihatkan perbedaan mendasar dalam pendekatan kedua pemimpin.

Trump kemudian membalas dengan tudingan tajam terhadap Meloni. “Dia tidak dapat diterima karena dia tidak peduli bahwa Iran memiliki senjata nuklir dan bisa menghancurkan Italia dalam 2 menit jika mereka punya kesempatan,” kata Trump.

2. Paus Leo jadi titik sensitif

Kesal pada Italia yang Bela Paus Leo, Trump: Mereka Tak Ada untuk AS!
Paus Leo XIV (Edgar Beltrán, The Pillar, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Polemik juga meluas ke isu keagamaan, setelah Paus Leo secara terbuka menentang perang Iran dan menyuarakan solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza. Paus menggambarkan kondisi di Gaza sebagai tidak dapat diterima, serta menolak penggunaan kekerasan dalam konflik.

Trump merespons keras sikap tersebut dan bahkan meminta agar Paus diberi informasi terkait situasi di Iran. “Tolong sampaikan kepada Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42 ribu warga sipil tak bersenjata dalam dua bulan terakhir, dan bahwa Iran memiliki bom nuklir benar-benar tidak dapat diterima,” ujar Trump.

Di Italia, kritik terhadap Trump langsung bermunculan. Pernyataan Trump dinilai tidak hanya menyerang pemerintah, tetapi juga menyentuh aspek sensitif bagi masyarakat Italia.

Sebagai negara dengan Vatikan di dalam wilayahnya dan mayoritas penduduk beragama Katolik, serangan terhadap Paus dianggap memiliki implikasi lebih luas.

3. Reaksi keras dari dalam negeri Italia

Kesal pada Italia yang Bela Paus Leo, Trump: Mereka Tak Ada untuk AS!
potret bendera Italia (unsplash.com/Michele Bitetto)

Respons dari dalam negeri Italia menunjukkan pernyataan Trump tidak hanya memicu ketegangan diplomatik, tetapi juga reaksi politik domestik. Elly Schlein, Sekretaris Partai Demokrat Italia, menyampaikan kecaman tegas terhadap pernyataan Presiden AS tersebut.

“Ada kecaman tegas atas serangan Presiden Donald Trump terhadap Meloni karena telah secara patut menyatakan solidaritas kepada Paus Leo,” ujar Schlein.

Ia juga menegaskan, perbedaan politik internal tidak akan menghalangi persatuan dalam menghadapi tekanan dari luar.

“Kami adalah lawan di parlemen ini, tetapi semua warga Italia tidak akan menerima serangan atau ancaman terhadap pemerintah dan negara kami,” ujarnya.

Situasi ini menempatkan hubungan AS-Italia dalam tekanan serius, terutama di tengah konflik global yang masih berlangsung dan membutuhkan koordinasi antarsekutu Barat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More