Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bantu Korban Serangan Sekolah di Iran, China Kirim Donasi Rp3,38 M

Bantu Korban Serangan Sekolah di Iran, China Kirim Donasi Rp3,38 M
ilustrasi bendera China (pixabay.com/SW1994)
Intinya Sih
  • China mengirim bantuan kemanusiaan senilai Rp3,38 miliar untuk keluarga korban serangan rudal di sekolah Iran, disalurkan melalui Palang Merah China dan Bulan Sabit Merah Iran.
  • Pemerintah China mengecam keras serangan rudal terhadap fasilitas pendidikan di Iran yang menewaskan anak-anak, menyebutnya sebagai pelanggaran berat hukum humaniter internasional.
  • Investigasi militer AS menemukan kemungkinan kesalahan sasaran akibat data intelijen lama, menyebabkan rudal Tomahawk meleset dan menghantam sekolah di wilayah selatan Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - China mengumumkan pada Jumat (13/3/2026), akan mengirimkan bantuan kemanusiaan darurat bagi keluarga siswa yang menjadi korban serangan rudal di sekolah Iran. Langkah ini diambil sebagai bentuk rasa empati yang mendalam atas tragedi kemanusiaan yang menimpa warga sipil, terutama di tengah situasi konflik yang semakin memanas di wilayah Timur Tengah.

Iran menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan udara di wilayah selatan Iran tersebut. Insiden yang terjadi ini telah memicu duka mendalam di seluruh negeri serta tekanan diplomatik dari berbagai negara.

1. China salurkan bantuan Rp3,38 miliar untuk korban sekolah di Minab

bendera China
bendera China (unsplash.com/CARLOS DE SOUZA)

China melalui Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi pemberian bantuan dana sebesar 200 ribu dolar AS (Rp3,38 miliar) bagi orang tua siswa yang menjadi korban serangan rudal di kota Minab. Dana bantuan ini dikelola oleh Palang Merah China dan akan disalurkan melalui Bulan Sabit Merah Iran. Santunan tersebut ditujukan khusus untuk meringankan beban keluarga yang kehilangan anak-anak mereka di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa pemberian bantuan ini adalah bukti nyata kepedulian Beijing terhadap rakyat Iran. Menurutnya, dukungan ini sangat penting untuk membantu warga melewati masa-masa yang sangat sulit akibat konflik tersebut. Penyaluran dana ini diharapkan dapat memberikan sedikit penghiburan bagi para keluarga korban yang tengah berduka.

Dalam pernyataan resminya, Guo Jiakun memberikan kepastian bahwa negaranya tidak akan tinggal diam melihat tragedi kemanusiaan ini.

"Dalam semangat kemanusiaan, China siap terus memberikan bantuan untuk mendukung rakyat Iran melewati masa sulit ini," kata Jiakun, dilansir The Hindu.

2. China kutuk keras serangan rudal terhadap sekolah di Iran

AFP__20260301__99EZ79E__v1__HighRes__IranIsraelUsConflict.jpg
Sebuah cuplikan video yang diambil dari rekaman yang dirilis oleh militer Israel pada 1 Maret 2026, menunjukkan apa yang mereka sebut sebagai serangan skala besar terhadap "markas besar rezim teror Iran" di Teheran, Iran pada 1 Maret. (HANDOUT /ISRAELI ARMY/AFP)

China menyampaikan kecaman keras atas serangan rudal yang menghantam fasilitas sekolah di Iran. Pihak Beijing menilai serangan tersebut dilakukan secara sembarangan karena menyasar warga sipil dan fasilitas non-militer. Tindakan ini dianggap telah melanggar aturan internasional yang seharusnya melindungi penduduk tidak berdosa di wilayah konflik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa jatuhnya korban anak-anak di lingkungan sekolah adalah perbuatan yang tidak bisa diterima oleh nilai moral maupun hukum dunia. Ia menekankan bahwa setiap operasi militer wajib mematuhi aturan hukum internasional agar fasilitas publik tidak menjadi korban serangan.

"Serangan terhadap sekolah dan anak-anak merupakan pelanggaran berat hukum humaniter internasional yang melampaui batas kemanusiaan dan moralitas," ujar Jiakun.

3. AS selidiki kesalahan rudal Tomahawk yang hantam sekolah di Iran

AFP__20260228__99BG3CQ__v1__HighRes__IranIsraelUsConflict.jpg
Cuplikan gambar dari siaran televisi pemerintah Iran pada 28 Februari 2026, menunjukkan sebuah sekolah dasar putri di Minab, lokasi yang diklaim sebagai tempat serangan mematikan AS dan Israel, di provinsi Hormozgan selatan Iran, dekat jalur laut strategis Selat Hormuz. (ALEX MITA /IRIB TV/AFP)

Hasil investigasi militer AS menunjukkan adanya kemungkinan kesalahan sasaran yang menyebabkan rudal Tomahawk menghantam sebuah bangunan sekolah di Iran. Kesalahan ini diduga terjadi karena penggunaan data intelijen lama yang belum diperbarui. Akibatnya, rudal yang seharusnya menyasar pangkalan angkatan laut di sekitarnya justru meleset dan mengenai fasilitas pendidikan warga sipil.

Insiden ini menjadi sorotan tajam karena melibatkan sistem persenjataan yang seharusnya memiliki tingkat akurasi tinggi. Temuan awal ini mengindikasikan adanya kegagalan dalam memastikan target sebelum serangan udara dilakukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More