Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Demo Mahasiswa Meluas Bikin PM Bangladesh Mundur dan Kabur

Demo Mahasiswa Meluas Bikin PM Bangladesh Mundur dan Kabur
potret Sheikh Hasina.(twitter.com/Samia Suluhu)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dilaporkan mengundurkan diri setelah didesak ratusan ribu massa, termasuk mahasiswa, yang berdemo sejak Juli lalu. Setelah pengunduran diri tersebut, Hasina dikabarkan kabur dari Dhaka.

Dilansir dari NDTV, Senin (5/8/2024), Kepala Angkatan Darat Bangladesh mengatakan bahwa pemerintahan sementara bakal dibentuk dan Angkatan Darat akan memerintah Bangladesh.

1. Hasina kabur naik helikopter

Sejumlah media lokal melaporkan bahwa Hasina kabur dari Dhaka menggunakan helikopter pada hari ini.

“Tim keamanan Hasina memintanya untuk pergi sementara, dia tidak punya waktu untuk bersiap,” kata seorang sumber pemerintahan, tanpa menyebutkan ke mana Hasina pergi.

2. Total 300 orang tewas sejak Juli

Jika dijumlah sejak demo pada Juli lalu, korban tewas kini mencapai 300 orang. Terakhir, 94 orang tewas kemarin dalam bentrokan dengan polisi di mana mereka meminta Hasina segera mundur.

Sementara itu, pemerintah terpaksa mengumumkan hari libur sementara dari hari ini hingga Rabu besok. Sekolah dan universitas juga diliburkan di seluruh Bangladesh.

3. Internet mati total

Layanan internet juga dimatikan sejak Minggu kemarin. Aplikasi komunikasi seperti WhatsApp juga tak bisa diakses sejak Sabtu, meski terhubung internet.

“Internet dan layanan pengiriman pesan dimatikan untuk membantu mencegah kekerasan. Pemerintah bertindak dalam posisi defensifm, bukan ofensif,” kata Menteri Muda Informasi dan Penyiaran Bangladesh, Mohammad Ali Arafat.

“Para penjahat ini menyerang aktivis dan pemimpin kami danmelancarkan kekerasan. Pemerintah selalu memilih solusi damai dan tidak pernah menginginkan kekerasan,” ucap dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Aria Hamzah
Dwi Agustiar
Aria Hamzah
EditorAria Hamzah

Related Articles

See More

Pemerintah Sebut Masyarakat Adat Harus Jadi Kunci Pembangunan Papua

28 Mei 2026, 12:50 WIBNews