Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Deposition 6 Jam, Hillary Clinton Anggap Interogasi House Oversight Tak Produktif

Deposition 6 Jam, Hillary Clinton Anggap Interogasi House Oversight Tak Produktif
Hillary Clinton berbicara di sebuah rapat umum di Phoenix, Arizona pada 20 Maret 2016 (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Hillary Clinton menjalani deposisi enam jam di hadapan Komite Pengawasan DPR AS dan menegaskan tidak memiliki informasi baru terkait Jeffrey Epstein maupun Ghislaine Maxwell.
  • Ia mengkritik proses penyelidikan yang dianggap tidak transparan, penuh pertanyaan berulang, serta menolak kembali hadir meski sidang dilakukan secara terbuka.
  • Nama keluarga Clinton muncul dalam dokumen kasus Epstein tanpa indikasi pelanggaran hukum, sementara Hillary mendesak agar Donald Trump juga dipanggil memberikan kesaksian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengatakan kepada Komite Pengawasan DPR AS selama kurang lebih enam jam kesaksian pada Kamis (26/2/2026) bahwa dirinya tidak memiliki informasi baru terkait Jeffrey Epstein maupun rekannya, Ghislaine Maxwell. Ia juga mengkritik cara Partai Republik menangani penyelidikan terhadap mendiang pelaku kejahatan seksual yang telah dihukum tersebut.

Dalam pemeriksaan tertutup itu, Hillary menghadapi pertanyaan dari komite yang dipimpin Partai Republik. Komite tersebut memanggilnya, bersama suaminya, mantan Presiden Bill Clinton, untuk memberikan keterangan dalam rangka penyelidikan atas Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual sekaligus pengusaha keuangan yang namanya lama menjadi sorotan.

1. Hillary kembali menegaskan tidak pernah bertemu Epstein dan hanya mengenal Maxwell secara sepintas

Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton menjawab pertanyaan mahasiswa di Universidad Tecmilenio, Kampus Las Torres, di Monterrey, Nuevo León, Meksiko. Tanggal 26 Maret 2009
Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton menjawab pertanyaan mahasiswa di Universidad Tecmilenio, Kampus Las Torres, di Monterrey, Nuevo León, Meksiko. Tanggal 26 Maret 2009 (Jose Luis Arnal for the U.S. State Department, Public domain, via Wikimedia Commons)

Dilansir NBC News, Hillary Clinton dalam pernyataan pembukaannya yang diunggah di X dan disampaikan dalam sidang tertutup bersama anggota parlemen menyatakan bahwa ia tidak mengetahui apa pun mengenai aktivitas kriminal Jeffrey Epstein maupun Ghislaine Maxwell. Ia juga mengatakan tidak mengingat pernah bertemu Epstein, tidak pernah terbang dengan pesawatnya, serta tidak pernah mengunjungi rumah, kantor, atau pulaunya.

Usai wawancara, Hillary mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah menjawab setiap pertanyaan sejelas mungkin dan menilai sejumlah pertanyaan diajukan berulang kali. Ia kembali menegaskan tidak pernah bertemu Epstein dan hanya mengenal Maxwell secara sepintas sebagai kenalan.

Hillary juga menyatakan tidak mengetahui berapa kali lagi ia harus menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal Epstein. Ia menambahkan bahwa suasana sesi tersebut menjadi ganjil menjelang akhir, ketika salah satu anggota komite menanyakan soal UFO dan teori konspirasi “pizzagate.”

2. Hillary menilai proses penyelidikan kurang transparan dan tidak efektif

Hillary Clinton berbicara dengan para pendukungnya di sebuah rapat umum kampanye di Sekolah Menengah Atas Carl Hayden di Phoenix, Arizona. Tanggal 21 Maret 2016
Hillary Clinton berbicara dengan para pendukungnya di sebuah rapat umum kampanye di Sekolah Menengah Atas Carl Hayden di Phoenix, Arizona. Tanggal 21 Maret 2016 (Gage Skidmore, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Hillary Clinton menyatakan kepada wartawan di luar Chappaqua Performing Arts Center, lokasi sidang berlangsung, bahwa ia kecewa karena komite menolak menggelar sidang terbuka sehingga ia harus menjelaskan situasinya kembali kepada publik secara terpisah. Ia mengatakan pihaknya telah meminta agar sidang dilakukan secara terbuka dan menilai langkah tersebut akan lebih baik bagi komite serta upaya mereka dalam mengumpulkan informasi yang dicari, dilansir NPR.

Hillary juga menyayangkan pertanyaan yang disebutnya berulang-ulang dan menegaskan tidak akan kembali hadir di hadapan komite, bahkan jika deposisi dilakukan secara terbuka.

3. Nama Clinton muncul dalam berkas, tanpa indikasi pelanggaran

Mantan Presiden AS Bill Clinton berdiri bersama Jeffrey Epstein dalam sebuah gambar yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS pada 19 Desember 2025, sebagai bagian dari penyelidikan terhadap mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual tersebut.
Mantan Presiden AS Bill Clinton berdiri bersama Jeffrey Epstein dalam sebuah gambar yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS pada 19 Desember 2025, sebagai bagian dari penyelidikan terhadap mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual tersebut. (dok. Departemen Kehakiman AS/Epstein Files/EFTA00003177)

BBC News melansir, mantan Presiden AS Bill Clinton menyatakan tidak mengetahui kejahatan yang dilakukan Jeffrey Epstein dan telah memutus hubungan dengannya sekitar dua dekade lalu. Ia menjelaskan bahwa perkenalan mereka berkaitan dengan aktivitas amal yang dijalaninya setelah meninggalkan Gedung Putih. Bill Clinton juga menyampaikan penyesalan karena pernah dikaitkan dengan Epstein, yang meninggal dunia di penjara New York pada 2019.

Dalam pernyataannya, Hillary turut mendesak komite DPR untuk memanggil Donald Trump agar memberikan keterangan langsung di bawah sumpah, mengingat nama Trump disebut berulang kali dalam berkas Epstein. Nama keluarga Clinton sendiri juga beberapa kali tercantum dalam dokumen tersebut. Namun, tidak ada indikasi bahwa penyebutan nama dalam jutaan dokumen Departemen Kehakiman terkait kasus Epstein itu menunjukkan adanya pelanggaran hukum.

Sementara itu, para anggota parlemen tidak membeberkan rincian pertanyaan yang diajukan kepada Hillary Clinton. Mereka hanya menyatakan bahwa proses tersebut dinilai membuang waktu karena tidak menghasilkan informasi baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More