Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Diserang Rusia, Biara Bersejarah Ukraina Usia 975 Tahun Rusak Parah

Diserang Rusia, Biara Bersejarah Ukraina Usia 975 Tahun Rusak Parah
potret Biara Pechersk Lavra di Kyiv, Ukraina (commons.wikimedia.org/Suicasmo)
Intinya Sih
  • Serangan Rusia pada 15 Juni 2026 menghantam Biara Pechersk Lavra di Kyiv, situs warisan dunia berusia 975 tahun, menyebabkan kerusakan parah dan menewaskan sembilan orang.
  • Selain biara, rudal Rusia juga menghantam apartemen bertingkat di Kyiv, menewaskan empat warga dan melukai 23 lainnya, memicu desakan Ukraina agar serangan segera dihentikan.
  • Perang Rusia-Ukraina masih berlanjut setelah empat tahun tanpa tanda damai; upaya Presiden Zelenskyy untuk berdialog ditolak langsung oleh Presiden Putin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Serangan Rusia menyasar sebuah biara bersejarah berusia 975 tahun yang ada di Kyiv, Ukraina, pada Senin (15/6/2026). Serangan itu membuat biara rusak parah usai dilahap kobaran api yang besar. Selain itu, serangan tersebut juga menewaskan sekitar sembilan orang. 

Menurut keterangan otoritas setempat, biara bersejarah yang diserang Rusia tadi bernama Pechersk Lavra. Biara ini merupakan simbol sejarah budaya dan spiritual warga Ukraina. Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan, biara yang dibangun pada 1051 itu juga menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO.    

1. Serangan ke Biara Pechersk Lavra jadi serangan terbesar Rusia di Kyiv

Serangan Rusia di Kota Kyiv.
potret salah satu serangan Rusia di Kota Kyiv, Ukraina (unsplash.com/Dmytro Tolokonov)

Serangan yang menghantam Biara Pechersk Lavra tadi menjadi serangan terbesar Rusia di Kyiv dalam dua pekan terakhir. Sebab, Rusia dilaporkan meluncurkan banyak rudal dalam serangan tersebut. 

Saat serangan terjadi, sebuah rudal menghantam biara hingga menimbulkan api di seluruh bagian biara. "Serangan brutal terhadap rakyat dan warisan kami. Inilah wajah sebenarnya dari nilai-nilai Ortodoks Rusia," kata Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko, dalam sebuah unggahan di X, dikutip Jerusalem Post

2. Serangan Rusia juga menghantam apartemen di Kyiv

Apartemen di Ukraina yang hancur karena diserang Rusia.
potret apartemen di Ukraina yang hancur karena diserang Rusia (pexels.com/Алесь Усцінаў)

Selain menghantam biara, serangan Rusia di Kyiv rupanya juga menghantam apartemen bertingkat tinggi. Menurut Tkachenko, serangan tersebut menewaskan 4 orang dan melukai 23 lainnya. 

Oleh karena itu, Ukraina mendesak Rusia untuk menghentikan serangan. Sebab, jika serangan berlanjut, maka korban jiwa dan kerusakan di berbagai wilayah akan makin bertambah.

3. Rusia dan Ukraina masih saling serang

Serangan rudal.
ilustrasi serangan (unsplash.com/Vony Razom)

Hingga saat ini, perang antara Rusia dan Ukraina masih belum menunjukkan tanda-tanda usai. Sebab, Rusia dan Ukraina masih saling serang. Ukraina juga menyerang museum bersejarah milik Rusia yang ada di Sevastopol, Semenanjung Krimea, pada Rabu (10/6/2026) pekan lalu. Padahal, sejak Februari, perang kedua negara sudah genap berlangsung empat tahun.  

Untuk mengakhiri perang, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, telah mengirim surat ke Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada 4 Mei lalu. Dalam surat itu, ia mengajak Putin bertemu langsung untuk membahas perdamaian. Sayangnya, ajakan itu ditolak mentah-mentah oleh Putin. Bahkan, Putin menyebut tindakan Zelenskyy yang mengirim surat secara langsung kepadanya tidak sopan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More