Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dian Damayanti Penggagas Program MBG Dapat Nobel Perdamaian Minta Maaf

Dian Damayanti Penggagas Program MBG Dapat Nobel Perdamaian Minta Maaf
ilustrasi makalah (pexels.com/Startup Stock Photos)
Intinya Sih
  • Dian Damayanti mengklarifikasi bahwa paper usulan Nobel Perdamaian 2026 untuk program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pribadinya yang diunggah di SSRN.
  • Ia mengakui ada kekeliruan informasi yang memicu kesalahpahaman dan kegaduhan, serta menegaskan Kemendagri, pejabat, dan institusi lain tidak terlibat.
  • Dian meminta maaf kepada Presiden Prabowo, pemerintah Indonesia dan Prancis, Kemendagri, pihak tercantum, serta masyarakat; ia bertanggung jawab penuh atas pencantuman nama dalam paper.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Warganet dalam sepekan ini dihebohkan dengan munculnya paper atau makalah diunggah dalam papers.ssrn.com, yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat Nobel Perdamaian 2026. Paper itu berjudul "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The national Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia's Economic Growth".

Penggagasnya bernama Dian Damayanti. Terkait hal itu, dia menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf.

"Dengan ini menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Prancis, serta seluruh pihak yang terdampak atas publikasi artikel dan dokumen terkait 'Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The Nation Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia Economic Growth'," ujar Dian melalui akun Instagramnya, dikutip Jumat (7/8/2026). IDN Times telah mendapat izin untuk mengutip klarifikasi tersebut.

1. Insiatif pribadi

ilustrasi minta maaf (pexels.com/Brett Jordan)
ilustrasi minta maaf (pexels.com/Brett Jordan)

Dian mengatakan, seluruh tulisan yang ada dalam paper tersebut merupakan insiatif pribadi. Dia menegaskan, tidak menjadi perwakilan atau mengatasnamakan instansi mana pun.

"Seluruh tulisan, publikasi, dan dokumen yang saya buat merupakan inisiatif pribadi dan tidak mewakili atau mengatasnamakan institusi, kementerian, universitas, maupun pihak lain," ucap dia.

"Saya tidak pernah bermaksud menyinggung, mencemarkan nama baik, ataupun merugikan Presiden Republik Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Prancis, kementerian, lembaga negara, universitas, maupun pihak lain yang namanya tercantum," sambungnya.

2. Meminta maaf maaf kepada Presiden Prabowo

Prabowo Subianto-Kadin
Presiden Prabowo Subianto saat menggelar pertemuan dengan pengusaha KADIN Pusat dan Daerah seluruh Indonesia, Jumat (31/7/2026). (Youtube/Sekretariat Presiden)

Dian meminta maaf karena paper tersebut menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan di masyarakat. Dia kembali menegaskan, instansi yang masuk dalam paper tersebut juga tidak terlibat dalam proses penyusunan makalah.

"Saya mengakui terdapat kekeliruan dalam penyampaian informasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman, kegaduhan, dan keresahan di masyarakat.

Saya menegaskan bahwa pihak Kementerian Dalam Negeri, termasuk pejabat maupun institusinya, tidak terlibat dalam penyusunan maupun publikasi artikel tersebut," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Dian meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto karena sudah mencantumkan namanya ke dalam artikel.

"Pencantuman nama pihak-pihak tertentu dalam artikel maupun dokumen sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya. Dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah dan masyarakat Prancis, Kementerian Dalam Negeri beserta seluruh jajarannya," tutur dia.

3. Klarifikasi dan permintaan maaf Dian

ilustrasi minta maaf (pexels.com/Vie Studio)
ilustrasi minta maaf (pexels.com/Vie Studio)

Berikut klarifikasi dan permintaan maaf Dian secara lengkap:

Pernyataan Klarifikasi dan Permohonan maaf

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Dian Damayanti

NIK: 3171056109920003

Dengan ini menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Prancis, serta seluruh pihak yang terdampak atas publikasi artikel dan dokumen terkait "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The Nation Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia Economic Growth."

Klarifikasi

Seluruh tulisan, publikasi, dan dokumen yang saya buat merupakan inisiatif pribadi dan tidak mewakili atau mengatasnamakan institusi, kementerian, universitas, maupun pihak lain.

Saya tidak pernah bermaksud menyinggung, mencemarkan nama baik, ataupun merugikan Presiden Republik Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Prancis, kementerian, lembaga negara, universitas, maupun pihak lain yang namanya tercantum.

Saya mengakui terdapat kekeliruan dalam penyampaian informasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman, kegaduhan, dan keresahan di masyarakat.

Saya menegaskan bahwa pihak Kementerian Dalam Negeri, termasuk pejabat maupun institusinya, tidak terlibat dalam penyusunan maupun publikasi artikel tersebut.

Pencantuman nama pihak-pihak tertentu dalam artikel maupun dokumen sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.

Permohonan Maaf

Dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada:

Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto.

Pemerintah Republik Indonesia.

Pemerintah dan masyarakat Prancis.

Kementerian Dalam Negeri beserta seluruh jajarannya.

Seluruh kementerian, lembaga pemerintah, universitas, akademisi, peneliti, dan pihak lain yang namanya tercantum atau merasa dirugikan.

Seluruh masyarakat Indonesia atas kegaduhan dan kesalahpahaman yang telah terjadi.

Saya menyesali segala dampak yang timbul akibat tindakan dan publikasi tersebut serta berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam setiap kegiatan administrasi, penelitian, dan publikasi di masa mendatang agar kejadian serupa tidak terulang.

Hormat saya,

Dian Damayanti.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More