Mensos Lelang 6,2 Kg Emas Rp10,1 Miliar dari Hadiah Tak Diambil

- Kemensos melelang 6,2 kilogram emas senilai Rp10,1 miliar yang berasal dari hadiah undian gratis berhadiah sejak 2008 dan tidak diklaim pemenangnya.
- Lelang dilakukan secara daring melalui Zoom hingga 25 Mei 2026 dengan total barang berupa logam mulia, perhiasan emas, dan mutiara.
- Hasil lelang akan digunakan untuk mendukung program bantuan sosial bagi keluarga miskin, termasuk renovasi rumah dan modal usaha kecil.
Jakarta, IDN Times – Kementerian Sosial (Kemensos) membuka lelang aset Hadiah Tidak Tertebak (HTT) dan Hadiah Tidak Diambil Pemenang (HTDP), 6,2 kilogram emas. Menteri Sosial Syaifullah Yusuf mengatakan emas yang dilelang merupakan hasil akumulasi undian gratis berhadiah (UGB) yang tidak diklaim pemenangnya sejak tahun 2008.
"Barang-barang yang kita lelang kali ini bersumber dari undian gratis berhadiah sejak tahun 2008,” kata Gus Ipul di Gedung Kemensos, Rabu (20/5/2026)
1. Total limit Rp10 miliar

Adapun barang yang dilelang terdiri dari logam mulia sebanyak 738 keping dengan berat 3.230 gram, serta perhiasan emas sebanyak 8.302 keping dengan berat 2.967 gram. Jika digabungkan, total berat emas yang dilelang mencapai sekitar 6.197 gram atau sekitar 6,2 kilogram. Selain emas, Kemensos juga melelang perhiasan mutiara sebanyak 756 pasang.
"Total nilai limit lelang ditetapkan sebesar Rp10.176.929.000," katanya.
2. Pelaksanaan lelang sampai 25 Mei

Gus Ipul mengatakan pelaksanaan aanwijzing atau penjelasan lelang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, (21/5/2026) pukul 13.30–15.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting.
"Pelaksanan sampai dengan tanggal 25 Mei 2026 pukul 14.35 WIB waktu server," katanya.
3. Hasil lelang untuk disalurkan

Gus Ipul mengatakan, aset yang dilelang merupakan hadiah yang tidak diambil pemenang maupun hadiah yang tidak memiliki pemenang. Sebagian aset dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional Kemensos, sedangkan sisanya dilelang setelah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan.
“Kita gunakan sepenuhnya, kita manfaatkan sepenuhnya untuk memberikan bantuan bagi keluarga-keluarga di desil 1, apakah untuk renovasi rumah, kemudian juga mungkin untuk bantuan-bantuan modal usaha dalam rangka untuk meningkatkan ekonomi keluarga," katanya.


















