Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dukung MBG, AS Bantu Tingkatkan Produksi Susu Peternak RI hingga 32,5 Persen

Dukung MBG, AS Bantu Tingkatkan Produksi Susu Peternak RI hingga 32,5 Persen
U.S.-Indonesia Dairy Partnership Summit (USIDP) 2026 di Jakarta, 22 Juni 2026. (Dok. USDEC)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Program kemitraan susu AS–Indonesia (USIDP) berhasil tingkatkan produksi susu peternak lokal hingga 32,5% pada tahun pertama pelaksanaan, mendukung Program Makan Bergizi Gratis nasional.
  • Kolaborasi lintas lembaga dari AS dan Indonesia memperkuat ekosistem persusuan berkelanjutan melalui pelatihan, riset, dan dukungan teknis bagi ratusan peternak serta teknisi di delapan lokasi.
  • Konferensi menyoroti peran penting peternak perempuan dalam industri susu dengan sesi berbagi pengalaman dan pemberian panduan CowSignals Basics untuk meningkatkan pengelolaan ternak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Program kemitraan mengenai susu antara Indonesia dan Amerika Serikat mulai menunjukkan hasil. U.S. Dairy Export Council (USDEC) mengungkapkan, peternak sapi perah Indonesia yang mengikuti pelatihan dalam program U.S.–Indonesia Dairy Partnership (USIDP) mencatat rata-rata kenaikan produksi susu harian sebesar 32,5 persen sepanjang 2025.

Capaian tersebut menjadi salah satu hasil tahun pertama pelaksanaan USIDP yang diluncurkan pada November 2024. Program ini dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas peternak lokal, memperbaiki kualitas susu, sekaligus mendukung kebutuhan gizi nasional melalui Program Makan Bergizi Gratis.

Hasil tersebut dipaparkan dalam U.S.–Indonesia Dairy Partnership Summit 2026 yang digelar di Jakarta. Pertemuan tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan peternak dari kedua negara untuk mengevaluasi capaian program dan membahas langkah pengembangan sektor persusuan Indonesia.

Presiden dan CEO USDEC, Krysta Harden, mengatakan, kemitraan tersebut merupakan bagian dari hubungan panjang Indonesia dan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama 75 tahun.

“Indonesia dan Amerika Serikat telah menjalin kemitraan selama 75 tahun, dan industri persusuan AS bangga menjadi bagian dari babak baru tersebut,” kata Harden dikutip dari pernyataannya, Selasa (23/6/2026).

“Melalui kemitraan ini, kami turut membantu memperkuat pasokan susu dalam negeri Indonesia, mendukung program Makan Bergizi Gratis di negara ini, serta membangun hubungan langgeng yang membawa manfaat bagi para peternak dan keluarganya di kedua negara,” ujar dia.

1. Program jangkau 500 peternak dan 100 teknisi susu

Sejak diluncurkan, USIDP telah menggelar 54 rangkaian pelatihan di delapan lokasi berbeda. Program tersebut menjangkau sekitar 500 peternak secara langsung dan membekali 100 teknisi susu untuk memperluas dampaknya ke sektor yang lebih luas.

USDEC menjelaskan, program ini dikembangkan melalui kerja sama dengan lembaga akademik dan praktisi persusuan di Indonesia. Pendekatan yang digunakan memadukan pengalaman industri susu Amerika Serikat dengan kebutuhan peternak lokal.

Selain meningkatkan produktivitas, program juga menitikberatkan pada kualitas susu dan intervensi berbasis gizi yang mendukung program makan bergizi pemerintah.

Dalam konferensi tersebut hadir Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda bersama sejumlah pejabat Pemerintah Indonesia dan anggota senior USDEC untuk membahas implementasi program dari tingkat kebijakan hingga pelaksanaan di lapangan.

2. Kolaborasi internasional jadi kunci penguatan industri susu

Mengusung tema Dairy for Growth: Empowering Farmers, Nourishing Communities, konferensi tersebut menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam memperkuat industri susu Indonesia.

Sekretaris Pertanian Negara Bagian New Mexico, Jeff Witte, turut memaparkan kontribusi New Mexico dalam mendukung peningkatan produktivitas peternakan dan target gizi Indonesia. Kerja sama tersebut melibatkan Departemen Pertanian New Mexico, New Mexico State University, Departemen Pertanian Wisconsin, serta Universitas Wisconsin.

Menurut USDEC, kolaborasi lintas lembaga tersebut bertujuan membangun ekosistem persusuan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. “Langkah berikutnya adalah memperluas skala dampak ini di seluruh ekosistem persusuan Indonesia,” kata Harden.

“Kami sedang membangun sesuatu yang berkelanjutan, dan kami akan melakukannya bersama-sama,” lanjut dia.

3. Soroti peran peternak perempuan dalam industri susu

Konferensi juga memberikan perhatian khusus terhadap peran perempuan dalam industri persusuan sejalan dengan peringatan International Year of the Women Farmer 2026.

Melalui sesi bertajuk Celebrating Women Farmers, Growing the Future, delapan peternak perempuan yang telah menyelesaikan pelatihan USIDP berbagi pengalaman mereka dalam mengembangkan usaha peternakan.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, seluruh peserta program menerima buku CowSignals Basics yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Buku karya dokter hewan asal Belanda Jan Hulsen itu berisi panduan praktis mengenai perawatan ternak dan pengelolaan peternakan sapi perah.

USDEC berharap penguatan kapasitas peternak, termasuk peternak perempuan, dapat memperluas dampak program dan meningkatkan ketahanan sektor persusuan nasional dalam jangka panjang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More