Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

UNICEF: 640 Juta Anak Perempuan Dinikahkan sebelum 18 Tahun

UNICEF: 640 Juta Anak Perempuan Dinikahkan sebelum 18 Tahun
ilustrasi anak-anak (unsplash.com/Larm Rmah)

Jakarta, IDN Times - Meski tingkat pernikahan anak menurun secara global, namun berbagai krisis dan kesulitan ekonomi menjadikan penurunan tersebut berjalan sangat lambat, bahkan bisa membalikkan kemajuan yang telah dibuat, kata Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dalam laporan yang dirilis pada Selasa (2/5/2023).

Persentasi perempuan yang menikah di usia anak telah menurun dari 21 persen menjadi 19 persen sejak laporan terakhir yang dirilis lima tahun lalu.

Saat ini, diperkirakan ada 640 juta anak perempuan dan wanita di seluruh dunia yang menikah sebelum berusia 18 tahun. Per tahunnya ada sekitar 12 juta anak perempuan yang terpaksa menjadi pengantin.

UNICEF mengatakan bahwa penurunan secara global harus 20 kali lebih cepat untuk memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan demi mengakhiri pernikahan anak pada 2030.

"Kami benar-benar telah membuat kemajuan dalam meninggalkan praktik pernikahan anak. Sayangnya, kemajuan ini tidak cukup," kata Claudia Cappa, penulis utama laporan tersebut yang dikutip dari DW.

"Dengan kecepatan saat ini, kami mungkin harus menunggu 300 tahun untuk menghapus perkawinan anak," tambahnya. 

1. Dampak negatif pernikahan anak

Meski pernikahan anak merupakan pelanggaran terhadap hak anak, namun hal ini masih sering dianggap sebagai tindakan protektif bagi anak perempuan. Pernikahan dini dianggap dapat memberikan perlindungan finansial, sosial, bahkan fisik bagi si anak.

Mengutip dari laporan UNICEF, anak-anak yang menikah di usia belia dapat menghadapi konsekuensi langsung dan seumur hidup. Mereka cenderung tidak melanjutkan sekolah dan berisiko lebih besar mengalami kehamilan dini, yang pada akhirnya akan meningkatkan risiko komplikasi atau bahkan kematian bagi ibu dan anak.

Pernikahan anak juga dapat mengisolasi anak perempuan dari keluarga dan teman. Akibatnya, hal ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan kesejahteraan mereka.

2. Perlindungan semu dari pernikahan anak

UNICEF memperingatkan bahwa krisis global, termasuk pandemik COVID-19, konflik bersenjata, dan dampak buruk dari perubahan iklim dapat memaksa keluarga mencari perlindungan melalui pernikahan anak.

Menurut laporan, pandemik saja dapat menyebabkan 10 juta pernikahan di bawah umur antara tahun 2020 dan 2030.

“Dunia dilanda krisis demi krisis yang menghancurkan harapan dan impian anak-anak yang rentan, terutama anak perempuan yang seharusnya menjadi pelajar, bukan pengantin,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell.

“Kita perlu melakukan segala daya kita untuk memastikan bahwa hak mereka atas pendidikan dan kehidupan yang berdaya terjamin," tambah Russel. 

3. Peningkatan di wilayah Afrika

Di wilayah sub-Sahara Afrika, tingkat pernikahan anak terus meningkat dan diperkirakan akan naik sebesar 10 persen pada 2030.

Menurut laporan, anak perempuan di wilayah tersebut kini menghadapi risiko tertinggi pernikahan anak secara global, di mana satu dari tiga anak menikah sebelum usia 18 tahun.

Sementara itu, Asia Selatan berkontribusi terhadap penurunan secara keseluruhan. Namun, wilayah tersebut tetap menjadi rumah bagi sekitar 45 persen pengantin anak di dunia.

India juga masih menyumbang sepertiga dari jumlah pernikahan anak di dunia meski negara tersebut mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

Adapun Amerika Latin dan Karibia kini tertinggal dan terancam memiliki tingkat pernikahan anak tertinggi kedua pada tahun 2030. Sedangkan wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa Timur, dan Asia Tengah mengalami kemandekan setelah bertahun-tahun mengalami kemajuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Vanny El Rahman
EditorVanny El Rahman
Follow Us

Latest in News

See More

Di Tengah Gencatan Senjata dengan AS, Iran Serang Israel-Bahrain

08 Apr 2026, 22:30 WIBNews