Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Geng Bersenjata Bantai Area Ternak di Sudan Selatan, 49 Orang Tewas

Geng Bersenjata Bantai Area Ternak di Sudan Selatan, 49 Orang Tewas
potret bendera Sudan Selatan (pexels.com/aboodi vesakaran)
  • Geng bersenjata menyerang peternakan Machar-Pakuek dan Mading Juer Boma di Warrap, Sudan Selatan, pada 27 Agustus 2026, menewaskan 49 orang dan melukai 33 lainnya.
  • Sekitar tiga pekan sebelumnya, serangan serupa di wilayah itu menewaskan 60 orang dan melukai 50 orang; otoritas menyebut pelaku sebagai jaringan kriminal bersenjata lintas batas.
  • Pemerintah Warrap meminta bantuan organisasi internasional untuk memerangi geng bersenjata, sementara UNMISS memantau keamanan setelah 36 stafnya tewas diserang pemberontak sepanjang 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Geng bersenjata dikabarkan melakukan serangan brutal di sebuah area peternakan yang ada di Sudan Selatan pada Kamis (27/8/2026) pagi waktu setempat. Serangan itu menewaskan 49 orang dan melukai 33 lainnya. 

Menurut otoritas setempat, serangan itu terjadi pada pukul 05.00 pagi. Kala itu, geng bersenjata menyerang peternakan sapi Machar-Pakuek dan Mading Juer Boma di Majak Payam, Kabupaten Tonj Utara, Negara Bagian Warrap.

  1. 1. Geng bersenjata juga menyerang area ternak sekitar tiga pekan lalu

    Geng bersenjata.
    ilustrasi geng bersenjata (pexels.com/Ahmad salisu jaafar)

    Juru Bicara Warrap, William Wol Mayom, mengatakan, sekitar tiga pekan yang lalu, geng bersenjata juga pernah melakukan serangan ke area peternakan di wilayahnya. Serangan itu, kata dia, menewaskan 60 orang dan melukai 50 lainnya. Itu merupakan salah satu serangan kelompok bersenjata terparah yang pernah terjadi di Sudan Selatan

    "Serangan itu dilakukan oleh jaringan kriminal bersenjata lintas batas. Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam serangan itu dan menyerukan agar semua pihak menahan diri," kata Bol merespons serangan geng bersenjata terbaru di Warrap, seperti dilansir The New Arab.

  2. 2. Pemerintah Warrap minta organisasi internasional membantu memerangi geng bersenjata

    Logo PBB.
    potret logo PBB (unsplash.com/padrinan)

    Imbas serangan ini, pemerintah Warrap meminta bantuan kepada organisasi internasional untuk ikut melawan geng bersenjata yang ada di wilayahnya. Sebab, serangan-serangan tersebut sudah sangat meresahkan dan mengancam warga. 

    Merespons permintaan ini, Juru Bicara Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sudan Selatan (UNMISS), Anita Kiki Gbeho, mengatakan, pihaknya juga terus memantau situasi keamanan di negara tersebut. Sebab, menurutnya, para pekerja UNMISS juga dalam bahaya karena sering jadi target serangan kelompok bersenjata. Ghebo menjelaskan, sepanjang 2026 ini, sudah ada 36 staf UNMISS yang tewas akibat diserang pemberontak. 

  3. 3. Geng bersenjata sudah sering menyerang area ternak di Sudan Selatan

    Sapi-sapi di dalam area ternak.
    potret area ternak (pexels.com/Ravish Maqsood)

    Serangan geng bersenjata ke area peternakan memang sudah sering terjadi di Sudan Selatan. Umumnya, area ternak yang sering jadi sasaran adalah yang terletak di Negara Bagian Warrap. Serangan ini diduga dilakukan oleh geng bersenjata yang berseteru dengan pasukan pendukung Presiden Sudan Selatan, Salva Kiir. 

    Para akhir 2025 lalu, Presiden Kiir sempat menetapkan status darurat nasional imbas serangan kelompok bersenjata ke area-area ternak yang ada di Sudan Selatan. Sebab, ia menganggap serangan tersebut sebagai tindak kekerasan yang membahayakan warga sipil di negaranya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More