Keracunan Massal MBG di Jaktim, Pramono: Sebagian Siswa Sudah Sehat

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut sebagian besar dari 72 siswa korban keracunan program Makan Bergizi Gratis di Duren Sawit sudah pulih dan dipulangkan dari RSUD Duren Sawit.
- Penyebab keracunan masih diselidiki, namun berdasarkan keterangan siswa, makanan yang diduga menjadi sumber masalah adalah spaghetti yang dikonsumsi dalam program tersebut.
- Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional SPPG Pondok Kelapa 2 dan menanggung seluruh biaya pengobatan sambil memperbaiki standar dapur serta sistem pengolahan limbah.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sebagian siswa yang mengalami keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis di Duren Sawit, Jakarta Timur sudah pulang dari Rumah Sakit Duren Sawit, Senin (6/4/2026).
"Semua siswa itu sudah dipulangkan ya, hampir semua, sebagian besar. Tapi pagi ini, saya belum mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan maupun Kepala Dinas Pendidikan," kata Pramono di Jakarta Pusat.
1. Pramono akan pastikan kondisi siswa

Meski demikian, Pramono mengatakan kondisi 72 siswa yang dirawat di RSUD Duren Sawit sudah pulih. Namun dia akan mengecek kembali untuk memastikan kesehatan seluruh siswa.
"Dari jumlah 72 siswa yang pada waktu hari Sabtu saya juga ikut melihat secara langsung di Rumah Sakit Duren Sawit, sekarang ini hampir semuanya sudah sehat kembali. Mengenai posisi terakhir terus terang saya akan cek kembali, tetapi yang jelas kalau melihat perkembangan mudah-mudahan semuanya sudah kembali," ujarnya.
2. Penyebab keracunan diduga dari spaghetti

Terkait penyebab keracunan MBG, Pramono menyerahkan kewenangan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, berdasarkan pernyataan siswa yang terdampak penyebab insiden tersebut diduga dari spaghetti.
"Potensi dari apa yang menyebabkan keracunan, tentunya ini kewenangan MBG. Tetapi semua anak pada waktu itu ketika berdialog dengan saya mereka mengatakan bahwa kemungkinan besar ini dari spaghetti," katanya.
3. BGN suspend SPPG Pondok Kelapa 2

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur usai 72 siswa keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan SPPG tersebut.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati menyampaikan permohonan maaf atas kejadian menonjol insiden keamanan pangan dalam MBG.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik.
BGN lanjut Nanik, juga telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional SPPG tersebut.
"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," tegasnya.
Insiden ini terjadi pada Jumat (3/4), setelah sebelumnya pada Kamis (2/4) sore, pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah 36 siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan.
Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.


















