Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Israel Serang Pabrik Bahan Kimia Kritis Milik Iran

Israel Serang Pabrik Bahan Kimia Kritis Milik Iran
ilustrasi pabrik kimia (pexels.com/Nikolai Kolosov)
Intinya Sih
  • Militer Israel menyerang pabrik bahan kimia milik Iran, Tofiq Daru Company, yang disebut memasok fentanyl untuk pengembangan senjata kimia oleh lembaga pertahanan Iran SPND.
  • Serangan ini bagian dari strategi Israel menghancurkan fasilitas kritis Iran guna melemahkan kemampuan negara itu melakukan serangan balasan terhadap AS dan Israel.
  • Selain pabrik senjata, IDF juga menggempur fasilitas energi di Teheran dan Alborz, sempat memutus pasokan listrik sebelum akhirnya kembali pulih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Israel (IDF) dilaporkan menyerang pabrik bahan kimia kritis milik Iran. Menurut laporan Jerusalem Post pada Rabu (1/4/2026), serangan tersebut dilakukan pada Selasa (31/3/2026). 

Dalam pernyataannya, IDF menjelaskan, serangan ini dilakukan guna melumpuhkan produksi senjata kimia Iran yang digunakan untuk menyerang mereka dan AS. Sebab, pabrik bahan kimia yang telah diserang merupakan pemasok utama bahan kimia yang digunakan Iran untuk memproduksi senjata.

1. Pabrik yang diserang Israel memasok bahan kimia fentanyl

Bahan kimia fentanyl.
potret bahan kimia fentanyl (commons.wikimedia.org/United States Drug Enforcement Administration)

Pabrik bahan kimia Iran yang diserang Israel ini dimiliki oleh Tofiq Daru Company. Perusahaan ini memasok bahan kimia fentanyl kepada Organization of Defense Innovation and Research (SPND). 

SPND sendiri merupakan lembaga yang bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Iran. Lembaga ini bertugas memproduksi dan mengembangkan senjata kimia canggih untuk pasukan militer Iran. 

“Perusahaan Tofiq Daru dengan sengaja dan sistematis memasok zat mematikan ini (fentanyl) kepada organisasi SPND yang menggunakannya untuk melakukan penelitian dan pengembangan senjata kimia,” kata IDF. 

2. Israel ingin membasmi semua fasilitas kritis milik Iran

Bendera Israel.
potret bendera Israel (unsplash.com/Marek Studzinski)

Serangan terhadap pabrik bahan kimia ini merupakan salah satu upaya Israel untuk membasmi seluruh fasilitas kritis yang dimiliki Iran. Langkah ini bertujuan untuk mengikis kekuatan Iran dari dasar sehingga mereka tidak bisa lagi melakukan serangan balasan ke Amerika Serikat dan Israel. 

Sebelum ini, IDF mengklaim sudah meluncurkan serangan udara ke sekitar 40 situs produksi, riset, dan pengembangan senjata milik Iran. Serangan tersebut dilakukan pada Sabtu (28/3/2026) dan Minggu (29/3/2026) pekan lalu.  

Menurut IDF, serangan ini dilakukan agar Iran kehabisan senjata untuk menyerang mereka. Jika situs-situs tadi diserang, produksi senjata Iran akan berkurang sehingga kekuatan mereka untuk menyerang AS dan Israel juga akan menurun.

3. Israel juga telah menyerang fasilitas energi Iran

Saluran tegangan ekstra tinggi.
ilustrasi energi listrik (unsplash.com/Dominik Ferl)

Selain menyerang situs produksi senjata, pekan lalu, IDF dikabarkan juga menyerang fasilitas energi Iran yang ada di Provinsi Teheran dan Alborz. Serangan tersebut membuat sejumlah wilayah di Teheran, Alborz, dan di Kota Karaj sempat kehilangan pasokan listrik. Namun, kini pasokan listrik sudah kembali pulih.

"Beberapa menit yang lalu, menyusul serangan (dari) musuh Amerika dan Zionis terhadap fasilitas industri listrik di Provinsi Teheran dan Alborz, aliran listrik terputus di beberapa daerah tersebut," kata Kementerian Energi Iran dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Jerusalem Post.

Sebagai informasi, perang antara Iran melawan AS dan Israel masih berlanjut. Bahkan, perang kini makin panas. Namun, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan, dirinya yakin perang ini akan berakhir dalam 2 atau 3 minggu ke depan. 

"Kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini (perang melawan Iran). Saya rasa, mungkin dalam waktu dua minggu. Namun, (mungkin bisa) beberapa hari lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut," ujar Trump dilansir BBC.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More