Jusuf Kalla Sebut Dampak Perang AS-Iran Bakal buat BBM di Indonesia Sulit

- Jusuf Kalla menilai perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel bisa memicu kenaikan harga minyak dunia serta mengganggu rantai logistik global.
- JK menyebut dampak konflik tersebut dapat membuat ekspor Indonesia ke Eropa terganggu karena meningkatnya ketakutan dan ketidakpastian pasar.
- Ia memperingatkan potensi kelangkaan bahan bakar di Indonesia dalam waktu dekat akibat terhambatnya impor minyak dari kawasan Timur Tengah.
Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, mengatakan, dampak perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel bisa berdampak buruk. Salah satunya, kenaikan harga minyak dunia.
"Iya, pertama tentu harga minyak naik. Pasti itu yang pertama. Logistik di antara Timur Tengah dan kita seluruh terputus. Sekarang ratusan ribu orang Indonesia, puluhan ribu Indonesia yang naik umrah contohnya, itu tidak bisa kembali pada dewasa ini," kata dia.
Selain itu, kata JK, ekspor Indonesia ke sejumlah negara juga bisa terganggu akibat adanya perang di Timur Tengah.
"Juga ekspor kita tentu ke Eropa akan masalah karena ini semua timbul ketakutan, semua orang bersiap seperti itu. Jadi masalahnya, ya, kita biasanya mengimpor minyak dari Timur Tengah karena kita kekurangan. Sekarang pasti setop," ucap JK.
Menurut JK, adanya perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel membuat laju logistik impor-ekspor dari dan ke Timur Tengah terganggu.
“Itu berarti adanya suatu logistik sistem impor-ekspor di Timur Tengah ke selatan dan ke utara jadi masalah. Kita antara lain ada di selatan yang mengalami seperti itu. Jadi hati-hati akan sulitnya bahan bakar dalam waktu mungkin sebulan. Mungkin kita ada persediaan rata-rata persediaan kita 3 minggu," ujar JK.

















