Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kala Menlu Sugiono Jabat Tangan Dino Patti Djalal di Acara Tahunan Kemlu

Sugiono, Dino Patti Djalal
Menteri Luar Negeri Sugiono ketika menyalami mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal di acara PPTM Kementerian Luar Negeri. (Tangkapan layar YouTube Kemlu)
Intinya sih...
  • Sugiono ingin minta ke Presiden agar jumlah wamenlu ditambah untuk mengurangi beban kerja
  • Sugiono merasa gugup ketika menyampaikan pidato di depan pendahulunya, Retno Marsudi dan Alwi Shihab
  • Strategi diplomasi Indonesia harus dibangun dengan kewaspadaan dan realisme mengingat rapuhnya tatanan dunia saat ini
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ada momen menarik di dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri 2026 di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat pada Rabu (14/1/2026). Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, tetap diundang oleh Kemlu.

Terlihat Menlu Sugiono menjabat tangan Dino usai memasuki ballroom di kantor Kemlu. Baik Sugiono maupun Dino tersenyum ketika saling berjabat tangan.

Momen tersebut menarik lantaran sebelumnya Dino menyampaikan kritik cukup keras di ruang publik terhadap kinerja Sugiono sebagai menlu. Salah satunya menyoroti posisi Sugiono yang tidak sepenuhnya fokus mengurusi isu kebijakan luar negeri dan Kemlu, karena turut menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, ia disebut jarang berada di Kemlu.

"Mohon luangkan waktu untuk lebih banyak memimpin Kementerian Luar Negeri. Idealnya Menlu Sugiono bisa full time mengurus Kemlu, tapi minimal 50 persen dan kalau bisa 80 persen (berada di Kemlu), alhamdulillah," ujar Dino seperti dikutip dari akun media sosial, Kamis (15/1/2026).

Dampaknya, banyak KBRI yang tidak mendapatkan arahan dari pemerintah pusat. Rapat koordinasi dengan para kepala perwakilan sempat tertunda selama satu tahun.

"Ketika terjadi pun para kepala perwakilan tidak banyak mendapat strategic direction," katanya.

Lalu, apa saja yang disampaikan oleh Sugiono di forum pernyataan pers tahunan Menlu itu?

1. Sugiono guyon ingin minta ke Presiden agar jumlah wamenlu ditambah

Menlu Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026.
Menlu Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Salah satu pernyataannya yang mendapat sorotan yakni soal padatnya beban kerja sebagai seorang Menlu. Bahkan, ia melempar guyonan akan mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar jumlah wamenlu ditambah.

Padahal, beban kerja Sugiono sudah dibantu oleh tiga Wamenlu yakni Arrmanatha Nasir, Arif Havas Oegroseno, dan Anis Matta. Tetapi, dalam pandangannya hal itu masih kurang.

"Dan sejujurnya, saya masih kurang tiga itu. Saya nggak tahu kalau semisal minta nambah apakah diizinkan oleh Bapak Presiden," kata Sugiono pada Rabu kemarin.

Di hadapan eks Menlu dan Wamenlu seperti Alwi Shihab, Retno Marsudi, Abdurrahman Mohammad Fachir, dan Dino Patti Djalal, Sugiono mengaku baru bisa bertemu dengan ketiga Wamenlu dalam forum pernyataan pers tahunan. Sebab, dia dan ketiga Wamenlu memiliki kesibukan masing-masing.

"Terus terang saja, momen-momen seperti ini kita baru bisa bertemu. Masing-masing Beliau ada dimana-mana, dengan tanggung jawabnya masing-masing," tutur dia.

2. Sugiono merasa gugup ketika menyampaikan pidato di depan pendahulunya

Menlu Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026.
Menlu Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sugiono juga mengaku gugup saat berpidato di depan dua mantan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dan Alwi Shihab.

Pengakuan ini disampaikan Sugiono setelah sempat terselip lidah saat menyebut kata 'perlindungan' dalam pidatonya. "Bapak dan ibu yang saya hormati, ketahanan nasional juga harus didukung dan diukur dari seberapa jauh negara hadir untuk melindungi warganya. Pelindungan, pelindungin, perlindungan warga negara Indonesia," ucap Sugiono.

Sugiono lalu menghentikan pidatonya dan menyampaikan permohonan maaf kepada hadirin. "Maaf, ini PPTM saya yang kedua (setelah menjadi menteri), tapi tetap saja saya merasa nervous, apalagi ada senior-senior Menteri Luar Negeri di depan saya," katanya sambil tersenyum.

3. Strategi diplomasi Indonesia harus dibangun dengan kewaspadaan dan realisme

Menlu Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026.
Menlu Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Poin lain yang disampaikan oleh Sugiono di PPTM pada Rabu kemarin yaitu diplomasi Indonesia saat ini harus dibangun dengan kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan realisme. Sugiono menyinggung soal rapuhnya tatanan dunia saat ini, di mana kepentingan yang sempit mengalahkan keamanan bersama. Dia menyebut hukum internasional yang selama ini jadi "pagar" stabilitas dunia, kini disalahgunakan.

"Ketika aturan yang disepakati bersama dilanggar tanpa konsekuensi, maka yang runtuh bukan hanya satu aturan, melainkan kepercayaan terhadap aturan dan seluruh tatanan itu sendiri," katanya.

Sugiono menyebut, tata kelola yang dibentuk untuk mengelola krisis, kini semakin kesulitan mengejar realitas yang terjadi. Hal ini juga tercermin dari sikap sejumlah negara kunci yang menarik diri dari tanggung jawab tata kelola dunia.

Dia juga menyinggung soal dunia yang kini semakin bergerak menuju kompetisi yang lebih tajam dan fragmentasi atau perpecahan yang lebih dalam. Perubahan ini ditandai dengan interdependensi ekonomi hingga peran signifikan dari aktor non-negara.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

AS Genjot Fase Kedua Perdamaian Gaza di Tengah Ketegangan Kawasan

15 Jan 2026, 12:11 WIBNews