Kalah dari EV China, Volkswagen Bakal PHK 4.100 Pekerja Porsche

- Volkswagen dilaporkan mengusulkan pengurangan sekitar 4.100 karyawan tambahan di Porsche untuk menutup kekurangan biaya operasional.
- Porsche menghadapi penurunan penjualan di China serta biaya besar akibat perubahan strategi kendaraan listrik.
- Usulan tambahan tersebut belum dikonfirmasi resmi; Volkswagen belum berkomentar dan juru bicara Porsche menolak berkomentar.
Jakarta, IDN Times – Volkswagen dikabarkan menyiapkan pemangkasan lebih dari 4.000 pekerja tambahan di Porsche sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran grup otomotif asal Jerman tersebut.
Surat kabar bisnis Jerman, Handelsblatt, melaporkan pada Sabtu lalu, dokumen kesepakatan terbaru dewan pengawas Volkswagen mengusulkan pengurangan sekitar 4.100 karyawan di Porsche. Langkah itu ditujukan untuk menutup kekurangan biaya operasional sekitar 700 juta euro atau setara 803,8 juta dolar AS atau sekitar Rp14,2 triliun.
Rencana tersebut muncul setelah Volkswagen memangkas target margin laba tahunannya pada Jumat. Perusahaan juga menghadapi tekanan untuk memulihkan kinerja Porsche, yang terdampak penurunan penjualan di China dan perubahan strategi kendaraan listrik (EV).
1. Jadi restrukturisasi terbesar Volkswagen

Logo Porsche (unsplash.com/Alvaro Polo) Menurut Handelsblatt, rencana pengurangan sekitar 4.100 pekerja itu merupakan bagian dari restrukturisasi terbesar yang tengah disiapkan Volkswagen. Pemangkasan tersebut disebut akan dilakukan di luar kesepakatan pengurangan tenaga kerja yang sudah ada sebelumnya.
Pada Juli, manajemen Porsche dan perwakilan pekerja telah menyepakati tambahan pemangkasan 5.000 posisi, di luar 4.000 posisi yang ditentukan sebelumnya. Dengan demikian, jumlah pengurangan pekerjaan yang telah disepakati di Porsche mencapai sekitar 9.000 posisi.
Kesepakatan tersebut ditargetkan berlangsung hingga 2035. Jumlahnya setara dengan sekitar seperlima tenaga kerja Porsche yang berbasis di Stuttgart, Jerman.
2. Porsche hadapi tekanan bisnis dan strategi EV

Porsche 911 GT3 RS lahir dari lintasan balap (Porsche Newsroom) Rencana pemangkasan tambahan muncul ketika Porsche menghadapi tekanan untuk memulihkan kinerja bisnisnya. Penjualan perusahaan di China mengalami penurunan, sementara perubahan arah strategi kendaraan listrik turut menimbulkan biaya besar.
CEO Porsche, Michael Leiters, kini berada di bawah tekanan untuk menjalankan strategi pemulihan perusahaan. Kondisi tersebut turut memengaruhi kinerja Volkswagen sebagai perusahaan induk.
Handelsblatt melaporkan bahwa rencana pemangkasan tenaga kerja tambahan itu tercantum dalam dokumen terkait kesepakatan terbaru dewan pengawas Volkswagen. Namun, Volkswagen belum memberikan komentar ketika dihubungi terkait laporan tersebut, sementara juru bicara Porsche menolak berkomentar mengenai rencana yang dilaporkan.
3. Volkswagen pangkas target margin laba

ilustrasi logo Volkswagen, perusahaan otomotif, industri manufaktur (unsplash.com/Erik Mclean) Laman The Economic Times, Senin (21/9/2026) melaporkan, pada Jumat lalu Volkswagen menurunkan target margin laba untuk tahun penuh. Perusahaan kini memperkirakan margin maksimal sebesar 1 persen, jauh di bawah target sebelumnya yang berada di kisaran 4 hingga 5,5 persen.
Penurunan proyeksi tersebut sebagian besar dipicu oleh penghapusan nilai aset atau writedown di Porsche. Tekanan terhadap kinerja anak usaha tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi prospek keuangan grup Volkswagen.
Meski demikian, Volkswagen sebagai perusahaan induk hanya dapat merekomendasikan langkah-langkah pengurangan tenaga kerja kepada Porsche dan tidak memiliki kewenangan untuk memaksakannya. Karena itu, rencana tambahan pemangkasan sekitar 4.100 pekerja tersebut masih berupa usulan yang dilaporkan Handelsblatt, bukan keputusan PHK yang telah dikonfirmasi secara resmi.



















