Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Keiko Fujimori Jadi Presiden Terpilih Peru, Tantangan Besar Menanti

Keiko Fujimori Jadi Presiden Terpilih Peru, Tantangan Besar Menanti
Presiden terpilih Peru, Keiko Fujimori. (Instagram.com/keikofujimorih)
Intinya Sih
  • Keiko Fujimori resmi menjadi presiden terpilih Peru setelah menang tipis atas Roberto Sanchez dan akan dilantik pada 28 Juli 2026 menggantikan Jose Maria Balcazar.
  • Dalam pidatonya, Fujimori menyerukan persatuan nasional dan mengajak seluruh kekuatan politik bekerja sama membangun Peru meski ajakan itu ditolak lawan politiknya.
  • Fujimori menghadapi tantangan besar menjaga stabilitas politik tanpa mayoritas di Kongres serta memenuhi janji kampanye terkait keamanan di tengah masyarakat yang masih terbelah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Keiko Fujimori resmi menerima mandat sebagai presiden terpilih Peru setelah memenangkan pemilihan presiden putaran kedua yang berlangsung pada 7 Juni lalu. Ia menang dengan selisih suara yang sangat tipis atas kandidat sayap kiri Roberto Sanchez.

Politikus berusia 51 tahun itu akan dilantik pada Selasa (28/7/2026) mendatang, menggantikan Presiden sementara Jose Maria Balcazar. Dalam pidato usai menerima surat mandat dari otoritas pemilu di Lima, Fujimori mengajak seluruh kekuatan politik meninggalkan polarisasi yang selama ini membelah Peru.

Namun, ajakan tersebut langsung mendapat penolakan dari lawan politiknya yang menilai rekonsiliasi tidak dapat dilakukan tanpa adanya pertanggungjawaban atas warisan politik keluarga Fujimori.

1. Serukan persatuan nasional

Keiko Fujimori ketika kampanye. (Twitter.com/Keiko Fujimori)
Keiko Fujimori ketika kampanye. (Twitter.com/Keiko Fujimori)

Keiko Fujimori mengatakan, pemerintahan mendatang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen bangsa agar mampu menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi Peru. Ia menilai perbedaan pandangan politik tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama membangun negara.

“Rekonsiliasi nasional bukan berarti melupakan perbedaan kita, melainkan belajar membangun dari hal-hal yang mempersatukan kita,” kata Fujimori, dikutip dari France24, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, pemerintahan tidak akan mampu membawa Peru maju apabila terus mempertahankan konflik politik yang berkepanjangan.

“Tidak ada pemerintahan yang dapat membawa Peru maju jika terus memelihara perpecahan,” ujarnya, sembari mengajak partai politik, lembaga negara, dan serikat pekerja untuk bekerja bersama," ujarnya.

2. Bayang-bayang warisan sang ayah, Alberto Fujimori

Kedua calon Presiden Peru, Keiko Fujimori (kiri) dan Pedro Castillo (kanan). (Twitter.com/ecprLAP)
Kedua calon Presiden Peru, Keiko Fujimori (kiri) dan Pedro Castillo (kanan). (Twitter.com/ecprLAP)

Keiko Fujimori merupakan putri mendiang mantan Presiden Alberto Fujimori, sosok yang hingga kini masih menjadi figur kontroversial di Peru.

Alberto Fujimori memimpin Peru pada 1990 hingga 2000 sebelum akhirnya dijatuhi hukuman atas kasus korupsi dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan dalam operasi pemberantasan kelompok bersenjata. Latar belakang tersebut kembali mencuat setelah Roberto Sanchez menolak ajakan rekonsiliasi yang disampaikan Keiko Fujimori.

“Bagaimana mungkin kami akan mencium tangannya? Hal pertama yang harus dilakukan Fujimori adalah berlutut dan meminta maaf,” kata Sanchez kepada para pendukungnya di Lima.

3. Tantangan pemerintahan baru

Calon Presiden Peru, Keiko Fujimori. (Twitter.com/EcuavisaInforma)
Calon Presiden Peru, Keiko Fujimori. (Twitter.com/EcuavisaInforma)

Setelah dilantik, Fujimori diperkirakan langsung menghadapi tantangan menjaga stabilitas politik karena tidak memiliki mayoritas di Kongres.

Analis politik Eduardo Dargent menilai prioritas utama pemerintahan baru adalah memastikan roda pemerintahan berjalan sekaligus memenuhi janji kampanye, terutama di bidang keamanan.

Selama kampanye, Fujimori menjanjikan kebijakan keamanan yang lebih keras, termasuk pengerahan militer dan pembangunan sistem pemasyarakatan yang lebih ketat untuk mengatasi meningkatnya pemerasan serta kejahatan dengan kekerasan.

Di tengah harapan tersebut, masyarakat Peru masih terbelah. Fernando Cumana, seorang teknisi perbaikan televisi, optimistis Fujimori dapat memenuhi janjinya. Sementara pendukung Roberto Sanchez, Silvia Quintana menyatakan tidak percaya terhadap pemerintahan baru dan menolak mengakui kepemimpinan Fujimori.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More