Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kekeringan Makin Parah, Korsel Kerahkan 200 Truk Tangki Air

Kekeringan Makin Parah, Korsel Kerahkan 200 Truk Tangki Air
ilustrasi truk tangki air (pexels.com/pooliwattano P)
  • Korea Selatan mengerahkan 200 truk tangki, sekitar 400 personel, dan kendaraan militer untuk menyalurkan 4.770 ton air darurat ke Gyeongsang Selatan.
  • Seluruh 18 kotamadya Gyeongsang Selatan berstatus siaga kekeringan; cadangan air rata-rata turun menjadi 32,8 persen, sementara 2.121 hektare lahan pertanian terdampak.
  • Pemerintah provinsi membatasi air rumah tangga di 27 lokasi, mengaktifkan penanganan darurat melalui pemompaan sungai, sumur baru, truk air, serta bantuan bagi wilayah kepulauan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengerahkan armada pemadam kebakaran dan kendaraan militer dari berbagai daerah untuk menyalurkan air darurat ke Provinsi Gyeongsang Selatan yang dihantam kekeringan parah. Melansir The Korea Times, sebanyak 4.770 ton air berhasil disalurkan hingga Rabu (12/8/2026) pukul 18.00 waktu setempat setelah pemerintah mengeluarkan perintah mobilisasi pemadam kebakaran nasional pada Selasa (11/8/2026). Langkah darurat ini melibatkan 200 truk tangki air, sekitar 400 personel, serta 14 kendaraan pendukung dari Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU), Angkatan Laut (AL), dan dinas kehutanan.

Pengerahan berskala besar ini menjadi kali kedua dalam sejarah Korsel, setelah aksi serupa pernah dilakukan di kota pesisir Gangneung pada Agustus tahun lalu. Situasi di lapangan kian mengkhawatirkan setelah seluruh atau 18 kotamadya di Gyeongsang Selatan resmi masuk status siaga kekeringan pada Kamis (13/8/2026), termasuk Kabupaten Hamyang yang menjadi wilayah terakhir yang terdampak. Saat ini, rata-rata cadangan air di belasan kotamadya tersebut merosot tajam hingga tersisa 32,8 persen, jauh di bawah angka normal jangka panjang yang biasa mencapai 70,8 persen.

  1. 1. Petugas berpacu dengan waktu selamatkan tanaman di Miryang

    ilustrasi truk tangki air
    ilustrasi truk tangki air (pexels.com/Rory C.)

    Petugas pemadam kebakaran memfokuskan aksi tanggap darurat untuk menyelamatkan sektor pertanian dan membantu warga di titik-titik terparah. Letnan Pemadam Kebakaran Bang Jae-ho dari Stasiun Pemadam Kebakaran Icheon di Gyeonggi bahkan harus menempuh perjalanan sejauh 280 kilometer menuju Miryang demi menyuplai air.

    “Kami berangkat pukul 5 pagi untuk sampai ke sini, dan kekeringannya tampak bahkan lebih parah daripada yang saya lihat di berita,” ujar Bang Jae-ho, dikutip Korea JoongAng Daily. Tim gabungan lantas menyalurkan 6 ribu hingga 12 ribu liter air yang diambil langsung dari Sungai Miryang menuju area persawahan di Desa Daejeon.

    Guna mencegah kerusakan pada tanaman padi, petugas sengaja menurunkan tekanan air dan menggunakan selang khusus berdiameter 65 milimeter—jenis yang biasa dipakai untuk memadamkan kebakaran besar. Kepala Desa Daejeon Lee Gi-jun menyebutkan bahwa kondisi pertanaman di desanya memang sudah sangat kritis akibat krisis air yang berkepanjangan.

    “Sebagian dari daun padi telah mengering dan menggulung, dan sebagian lagi berubah kemerahan seolah-olah terbakar, tetapi mereka masih bisa pulih jika kami memberikan air kepada mereka sekarang,” kata Lee Gi-jun.

    Ia mengaku sangat bersyukur atas bantuan ini mengingat Waduk Deokgok kini hanya mampu mengalirkan air dua kali seminggu, padahal sawah warga butuh disiram setidaknya dua hari sekali.

  2. 2. Ribuan hektare lahan pertanian rusak diterpa terik matahari

    ilustrasi pertanian
    ilustrasi pertanian (pexels.com/Chen Te)

    Dampak kekeringan berkepanjangan dilaporkan telah merusak sekitar 2.121 hektare lahan pertanian akibat terganggunya fase pertumbuhan tanaman. Kondisi ini diperparah oleh curah hujan kumulatif dalam enam bulan terakhir yang hanya menyentuh 586,7 milimeter, atau sebatas 60 persen dari kondisi normal.

    Hingga pukul 16.00 waktu setempat, tim di lapangan tercatat telah memasok 2.503,5 ton metrik air bersih untuk sektor pertanian melalui 351 kali operasi pengiriman. Tidak hanya itu, sebanyak 42 ton metrik air turut disemprotkan ke sarana jalan dan fasilitas peternakan untuk meredam suhu panas ekstrem akibat paparan sinar matahari.

    Kondisi pasokan air di waduk-waduk pertanian se-provinsi pun kian menipis hingga tersisa 33 persen dari total kapasitas. Volume tersebut memperlihatkan bahwa ketersediaan air saat ini berada di kisaran 47 persen dari tingkat pasokan yang biasanya terkumpul.

  3. 3. Pemprov Gyeongsang Selatan berlakukan pembatasan air bagi warga

    ilustrasi krisis air
    ilustrasi krisis air (pexels.com/Luis Quintero)

    Pemerintah Provinsi Gyeongsang Selatan telah mengaktifkan markas tanggap bencana dan keselamatan kekeringan sejak Selasa guna menjalankan sederet strategi darurat, mulai dari pemompaan air sungai, pembuatan sumur baru, hingga pengerahan truk air publik. Pasokan air rumah tangga pun mulai dibatasi di 27 titik lokasi, termasuk pulau-pulau di Tongyeong serta desa-desa di Miryang, Geoje, Yangsan, dan Hadong yang selama ini mengandalkan fasilitas air berskala kecil atau sumur pribadi.

    Kepala Desa Anchon Park Chang-ha di Miryang menceritakan bahwa tiga aliran lembah di sekitar desanya kini telah mengering total tanpa menyisakan air sedikit pun.

    Kondisi ini memaksa warga menampung air terlebih dahulu untuk kebutuhan toilet di malam hari, serta menggeser aktivitas mencuci dan mandi pada siang hari. Kendati demikian, warga mengaku tetap cemas lantaran belum ada kepastian kapan krisis air bersih ini akan berakhir sepenuhnya.

    Untuk penanganan jangka pendek, pemprov terus menyalurkan bantuan air minum kemasan dan mengerahkan kapal pengangkut air ke wilayah kepulauan terdampak. Jika kekeringan terus berlanjut, pemerintah daerah berencana memperluas jangkauan distribusi air serta mengebor sumur-sumur baru di zona yang paling rawan kekeringan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More