Ribuan Umat Muslim Menyatu dalam Khidmat Salat Jumat Perdana di Nabawi

- Ribuan jemaah dari berbagai negara memadati Masjid Nabawi untuk salat Jumat perdana musim haji 1447 H, menciptakan suasana khidmat dan penuh antusiasme sejak pagi hari.
- Beragam kisah jemaah muncul, mulai dari Ihsan yang menargetkan salat Arbain hingga Anton penyandang disabilitas yang tetap semangat beribadah dengan bantuan fasilitas khusus.
- Usai salat Jumat, jemaah melanjutkan ziarah ke Raudhah—area suci di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW—yang diyakini sebagai taman surga dengan keutamaan doa mustajab.
Madinah, IDN Times - Suasana khidmat menyelimuti area Masjid Nabawi pada Jumat (24/4/2026) Ketika ribuan umat muslim dari berbagai negara memadati masjid untuk melaksanakan salat Jumat perdana di pada musim haji 1447 H/2026 M di Madinah. Sejak pagi hari, gelombang jemaah sudah berdatangan demi mengejar keutamaan beribadah di dekat tempat peristirahatan terakhir Rasulullah SAW.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh Ihsan, jemaah haji asal Probolinggo. Ia mengaku sudah tiba di Masjid Nabawi sejak pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS), sekitar dua setengah jam sebelum azan berkumandang. Meski datang jauh lebih awal, ia terkejut melihat ribuan jemaah lain sudah lebih dulu mengisi saf-saf terdepan.
1. Jumat pertama sejak kedatangan jemaah haji 2026

Bagi Ihsan yang tiba di Madinah pada Rabu (22/4) lalu, ia memiliki komitmen kuat untuk tidak melewatkan satu pun salat wajib berjamaah di masjid.
"Saya bersyukur lokasi hotel sangat dekat, jadi target menjalankan salat Arbain (salat 40 waktu tanpa terputus) insyaallah bisa tercapai. Apalagi ini salat Jumat pertama di Nabawi, momen yang sangat saya idam-idamkan," ungkap Ihsan penuh syukur.
Perhatian lain juga diungkap oleh Ahmad Mustofa asal Tegal, yang mengajak jemaah untuk lebih bersabar dalam beribadah. "Suasananya sangat padat sekali mungkin karena hari ini adalah hari pertama Jumat, minggu pertama di mana semua jemaah haji dari Indonesia memasuki Kota Madinah," komentarnya.
Dia mengajak sesema jemaah untuk memanfaatkan kesempatan yang terbatas ini dengan sebaik mungkin dengan tetap memperhatikan kenyamanan bersama.
Di sisi lain, keterbatasan fisik tak menyurutkan langkah Anton, jemaah haji asal Sukabumi penyandang disabilitas pengguna kursi roda, untuk meraih pahala Jumat. Anton memiliki rute khusus, yakni masuk melalui pintu nomor 17 yang mengarahkannya langsung ke saf khusus pengguna kursi roda.
"Dari kamar saya diantar istri sampai ke depan pintu masuk masjid. Kemudian masuk masjid kadang sendiri, kadang dibantu jemaah lain karena perempuan tidak boleh masuk area sini," cerita Anton.
Momen ini juga diisi dengan amalan sunah, seperti yang dilakukan Ansori, jemaah asal Tegal. Sembari menunggu waktu salat di area dalam masjid, ia terlihat berbagi kebahagiaan dengan memberikan sedekah kepada para petugas kebersihan.
2. Ziarah ke Raudhah usai Jumatan

Setelah salat Jumat berjalan lancar dan tertib, aktivitas ibadah jemaah berlanjut dengan mengunjungi Raudhah. Area yang ditandai dengan karpet hijau ini terletak di antara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW (yang dahulu merupakan rumah beliau).
Saat melintasi makam Nabi yang penuh penghormatan, banyak jemaah yang menitikkan air mata haru sembari mengucapkan salam: Assalāmu ‘alayka yā rasūlallāh. Di area yang dijuluki "taman surga" ini, jemaah dapat melaksanakan salat sunah dan berziarah melintasi makam Rasulullah, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Umar bin Khattab.
3. Keistimewaan beribadah di Raudhah

Pembimbing Ibadah PPIH, Anis Diyah Puspita, menjelaskan empat keistimewaan Raudhah yang membuatnya selalu menjadi incaran jemaah haji "Pertama, Raudhah secara historis punya keistimewaan yang luar biasa. Disampaikan oleh Rasulullah SAW, bahwa Raudhah itu berarti taman, yang mana disebutkan oleh Rasulullah bahwa tempat tersebut adalah salah satu taman dari taman-taman surga".
"Kedua, Raudhah berada di antara mimbar dan makam Rasulullah, yang mana makam Rasul itu sendiri bagian dari Raudhah, pada saat Rasulullah masih hidup itu adalah rumah beliau. Yang mana di tempat itu pula Rasulullah sering melakukan halaqoh dengan para sahabat," sambungnya.
Anis juga menyebut bahwa melaksanakan salat di Raudhah itu pahalanya setara dengan melaksanakan haji yang mabrur. "Terakhir, berdoa di Raudhah insyallah dikabulkan oleh Allah. Jadi memang sejarahnya luar biasa baik dari hadist maupun secara historinya yang istimewa," pungkasnya.


















