Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kurang Tentara, Jerman Bakal Naikkan Usia Pasukan Komponen Cadangan

Kurang Tentara, Jerman Bakal Naikkan Usia Pasukan Komponen Cadangan
Bendera Jerman. (unsplash.com/samuel_hagger)
Intinya Sih
  • Pemerintah Jerman berencana menaikkan batas usia pasukan cadangan dari 65 menjadi 70 tahun untuk memperkuat pertahanan di tengah kekurangan personel militer.
  • Kepala Asosiasi Komponen Cadangan mendorong perubahan sistem pelatihan agar pemberi kerja tidak menghalangi anggota cadangan mengikuti latihan, seiring target peningkatan pasukan hingga 2035.
  • Bundeswehr aktif promosi ke sekolah dan mewajibkan pengisian kuesioner bagi laki-laki usia 18 tahun, meski menuai kritik karena dianggap mengaklimatisasi anak muda pada dunia militer.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Jerman mengumumkan rencana untuk menaikkan usia maksimum pasukan komponen cadangan dari 65 menjadi 70 tahun. Langkah ini untuk memperkuat kapasitas pertahanan di tengah kekurangan personel militer. 

“Kami harus meningkatkan batas usia komponen cadangan dari 65 menjadi 70 tahun. Seseorang di usia tersebut masih bugar untuk periode yang lama dan profesionalitas dan pengalamannya tidak boleh diabaikan,” terang Kepala Asosiasi Komponen Cadangan Jerman, Bastian Ernst, dikutip dari United24, Rabu (22/4/2026).

Beberapa tahun terakhir, Jerman tengah berupaya meningkatkan kapabilitas pertahanannya. Rencana ini sebagai wujud dari pertahanan di tengah ancaman Rusia di Eropa. 

1. Dorong perubahan sistem latihan komponen cadangan

Ernst mendorong pemerintah untuk mengubah sistem pelatihan saat ini. Saat ini, peraturan latihan militer komponen cadangan harus disetujui oleh orang yang bersangkutan dan pemberi kerja. 

“Para pemberi kerja seharusnya tidak melarang jika anggota komponen cadangan dipanggil untuk latihan militer. Namun, kami tidak boleh memaksa anggota pasukan komponen cadangan,” ungkapnya. 

Usulan ini muncul di tengah rencana besar Jerman untuk mengekspansi militernya. Berlin berniat meningkatkan anggota militer Jerman (Bundeswehr) hingga 260 ribu pasukan aktif dan 200 ribu personel komponen cadangan pada 2035. Saat ini jumlah komponen cadangan hanya 60 ribu orang. 

2. Jerman kembali perbolehkan laki-laki usia 17-45 tahun bepergian bebas

Pada awal April, Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius akhirnya memperbolehkan semua warga laki-laki berusia 17-45 tahun bepergian bebas ke luar negeri. Pernyataan ini setelah mendapat protes kewajiban izin untuk bepergian. 

“Semua diperbolehkan bepergian, entah usia 17 atau 45 tahun dan di antaranya. Izin tidak lagi diperlukan,” terang Pistorius dilansir dari Deutsche Welle.

Kebijakan pembatasan warga bepergian tersebut diberlakukan menyusul pengembalian aturan wajib militer parsial di Jerman. Dengan ini, pemerintah kembali mengambil data dari warga laki-laki usia militer atau yang pernah ikut wajib militer. 

3. Militer Jerman mengadakan kunjungan ke sekolah

Bundeswehr sudah melakukan kunjungan ke lebih dari 2 ribu sekolah dalam 3 bulan terakhir. Kunjungan ini adalah bentuk promosi dan pengenalan program wajib militer dalam rangka mendorong peningkatan jumlah tentara Jerman. 

Dilansir DPA International, sejak awal 2026, laki-laki usia 18 tahun diwajibkan untuk mengisi kuesioner. Dengan ini, pemerintah dapat mengevaluasi kesiapan warga laki-laki usia militer untuk bergabung dalam Bundeswehr. 

Mendengar kabar ini, Juru bicara Partai Kiri, Nicole Gohike mengkritik kunjungan militer ke sekolah. Menurutnya, kunjungan perwira muda ke sekolah adalah alat aklimatisasi anak di bawah umur dalam militer. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More