Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Laporan HAM Sebut 3.090 Orang Tewas akibat Penindakan Demo di Iran

Bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)
Bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)
Intinya sih...
  • HRANA verifikasi ada 3.090 korban tewas dalam demonstrasi nasional Iran
  • Iran alami pemadaman internet selama delapan hari untuk redam pelaporan protes
  • Iran umumkan gelombang penangkapan baru pasca-protes nasional
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kelompok aktivis hak asasi manusia (HAM) melaporkan bahwa jumlah korban jiwa dalam demonstrasi nasional di Iran telah melampaui 3 ribu orang. Laporan ini disampaikan pada Sabtu (17/1/2026), bersamaan dengan sedikit peningkatan aktivitas internet di negara itu setelah mengalami pemadaman selama delapan hari berturut-turut.

Menurut laporan tersebut, pemerintah Iran melakukan penindakan keras terhadap para pengunjuk rasa, yang menyebabkan gelombang protes mereda sementara waktu. Media pemerintah Iran juga mengumumkan penangkapan tambahan terhadap sejumlah peserta demonstrasi, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah atau identitas mereka.

1. HRANA verifikasi ada 3.090 korban tewas dalam demonstrasi nasional Iran

Kelompok Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat (AS) memverifikasi bahwa sedikitnya 3.090 orang tewas dalam demonstrasi nasional di Iran. Dari jumlah tersebut, 2.885 korban merupakan demonstran, sementara sisanya terdiri atas aparat keamanan dan warga sipil.

Data tersebut menggambarkan penindakan keras pemerintah Iran yang menurut laporan warga setempat telah berhasil meredam gelombang protes besar secara luas. HRANA menegaskan bahwa angka tersebut diperoleh melalui verifikasi silang dari berbagai sumber independen untuk memastikan keakuratannya.

Sementara itu, kelompok pemantau internet NetBlocks melaporkan adanya sedikit peningkatan konektivitas internet di Iran pada Sabtu pagi (17/1/2026), setelah pemadaman selama lebih dari 200 jam.

“Indikator menunjukkan kenaikan kecil dalam konektivitas internet di Iran pagi ini setelah mencapai 200 jam pemadaman,” tulis NetBlocks melalui platform X, seperti dikutip CNBC.

2. Iran alami pemadaman internet selama delapan hari untuk redam pelaporan protes

Iran mengalami pemadaman internet nasional selama sekitar 200 jam atau delapan hari, yang secara drastis membatasi komunikasi serta pelaporan peristiwa di lapangan. Selama periode ini, tingkat konektivitas internet hanya mencapai sekitar 2 persen dari level normal, meskipun tercatat sedikit peningkatan pada Sabtu (17/1/2026).

Beberapa warga Iran di luar negeri melaporkan bahwa mereka baru dapat berkomunikasi kembali dengan kerabat di dalam negeri melalui media sosial pada Sabtu pagi. Pemadaman luas tersebut disebut oleh sejumlah pengamat dan aktivis sebagai upaya pemerintah untuk menutupi skala kekerasan yang terjadi selama demonstrasi nasional.

Kelompok pemantau internet NetBlocks mengonfirmasi bahwa gangguan jaringan dimulai sejak Kamis (8/1/2026), mencakup ibu kota Tehran serta kota-kota besar lain seperti Isfahan dan Shiraz.

3. Iran umumkan gelombang penangkapan baru pasca-protes nasional

Media resmi Iran mengumumkan gelombang penangkapan baru terhadap individu yang disebut sebagai “teroris” setelah berakhirnya demonstrasi nasional di berbagai wilayah negara itu. Penangkapan dilaporkan menargetkan peserta aksi protes serta warga yang mencoba memperoleh perangkat Starlink untuk mengakses layanan internet alternatif selama pemadaman jaringan nasional.

Menurut kesaksian warga, tidak ada tanda-tanda munculnya demonstrasi baru di jalanan, sementara suara tembakan dilaporkan mulai mereda setelah penindakan keamanan secara intensif oleh aparat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

TNI AD Bangun 719 Sumur Bor Pascabencana di Sumut, Aceh, dan Sumbar

18 Jan 2026, 08:40 WIBNews