Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Longsor akibat Hujan Lebat di China, 10 Orang Tewas

Longsor akibat Hujan Lebat di China, 10 Orang Tewas
Ilustrasi tanah longsor (magnific.com/freepik)
  • Hujan lebat di barat daya China memicu longsor dan bangunan roboh pada 19 Agustus 2026, menewaskan 10 orang serta melukai 17 warga di Sichuan.
  • Runtuhnya rumah saat acara syukuran di Desa Xinbao menewaskan lima orang akibat akumulasi air hujan, sementara longsor di proyek konstruksi Guangxi menewaskan lima pekerja.
  • Otoritas mengevakuasi 21.784 warga dari zona rawan, setelah hujan ekstrem merusak akses transportasi termasuk Jalur Nasional G350 di Wenchuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur wilayah barat daya China memicu tanah longsor dan bangunan roboh pada Rabu (19/8/2026). Bencana cuaca ekstrem ini merenggut 10 korban jiwa dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.

Pemerintah setempat menerjunkan tim tanggap darurat untuk melakukan operasi evakuasi di titik rawan. Upaya penanganan terus dilakukan seiring potensi curah hujan tinggi yang masih mengancam kawasan tersebut.

  1. 1. Rumah roboh di Sichuan menewaskan lima warga

    Insiden fatal terjadi di Desa Xinbao, Changning, Provinsi Sichuan, ketika atap dan dinding rumah warga runtuh saat acara syukuran kelulusan kuliah. Musibah ini menewaskan lima orang, dengan rincian tiga korban meninggal di lokasi dan dua lainnya di rumah sakit.

    Selain itu, 17 warga mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penumpukan air hujan pada peneduh sementara membebani dan meruntuhkan struktur pendukungnya.

    "Dinding pembatas di atap lantai satu yang menahan peneduh runtuh karena akumulasi air hujan menekan tali pengikat secara berlebihan," kata pejabat Badan Manajemen Darurat Changning, dilansir Times of India.

  2. 2. Bencana tanah longsor menimbun lima pekerja proyek

    Cuaca buruk juga memicu tanah longsor di area proyek konstruksi Wilayah Otonom Guangxi. Material tanah menimbun lima pekerja yang sedang bertugas. Tim penyelamat mendapati seluruh korban meninggal dunia saat dievakuasi dari lokasi.

    Hujan tinggi sejak awal musim panas membuat kondisi geologis tebing sangat labil. Resapan air berlebih menyebabkan struktur tanah di area proyek gembur rawan runtuh.

    "Pasir dan kerikil yang gembur di kawasan ngarai pegunungan tinggi berpotensi besar memicu tanah longsor," kata pejabat Otoritas Pencegahan Bencana China.

  3. 3. Puluhan ribu warga dievakuasi dari zona bahaya

    Otoritas memindahkan 21.784 warga dari kawasan rawan bencana, seperti Chengdu dan Zigong, guna meminimalkan korban jiwa tambahan. Pengukuran di Desa Shulin mencatatkan rekor akumulasi curah hujan mencapai 118 milimeter.

    Bencana ini merusak sarana transportasi utama di kawasan Garze dan Aba, termasuk penutupan Jalur Nasional G350 di Wenchuan. Sejak awal musim banjir, lebih dari satu juta warga telah dievakuasi ke lokasi aman.

    "Hujan lebat hingga sangat deras melanda wilayah Chengdu dan Zigong dengan beberapa area mengalami curah hujan ekstrem," kata pejabat Kantor Komando Pengendalian Bencana Geologi Provinsi Sichuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More