Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Taiwan Selidiki 17 Perusahaan China Terkait Perekrutan Kerja Ilegal

Taiwan Selidiki 17 Perusahaan China Terkait Perekrutan Kerja Ilegal
Bendera Taiwan (unsplash.com/Ruby Huang)
Intinya Sih
  • Biro Investigasi Taiwan menyelidiki 17 perusahaan China yang diduga merekrut ahli teknologi secara ilegal, demi melindungi industri semikonduktor strategis.
  • Dalam operasi 13 Juli–4 Agustus 2026, 330 agen menggeledah 64 lokasi dan memeriksa 114 orang terkait dugaan pembajakan ahli desain sirkuit serta manufaktur semikonduktor.
  • Penyelidikan awal menemukan perusahaan diduga menyamar sebagai entitas lokal atau asing untuk membuka kantor tanpa izin; Taiwan akan memperketat pengawasan dan penegakan hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Biro Investigasi Kementerian Kehakiman Taiwan menyelidiki 17 perusahaan asal China yang diduga merekrut tenaga ahli teknologi secara ilegal pada Rabu (5/8/2026). Penyelidikan ini dilakukan untuk melindungi industri semikonduktor yang menjadi sektor strategis negara tersebut.

Selain melakukan penyelidikan, otoritas Taiwan juga meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas perusahaan asing yang beroperasi tanpa izin resmi.

1. Petugas geledah 64 lokasi dan periksa seratusan orang

ilustrasi Taiwan
ilustrasi Taiwan (pixabay.com/n23club)

Biro Investigasi mengerahkan 330 agen untuk menggeledah 64 lokasi dalam operasi gabungan yang berlangsung sejak 13 Juli hingga 4 Agustus 2026. Petugas juga memeriksa 114 orang yang diduga terlibat dalam perekrutan ilegal ini.

Operasi tersebut menyasar perusahaan yang membajak tenaga ahli di bidang desain sirkuit terpadu dan peralatan manufaktur semikonduktor.

"Sebanyak 330 agen telah menggeledah 64 lokasi dan memeriksa 114 orang dalam operasi terkoordinasi terhadap perusahaan China," kata juru bicara Biro Investigasi, dilansir Taiwan News.

2. Perusahaan dituduh menyamarkan identitas operasional

ilustrasi Taiwan
ilustrasi Taiwan (unsplash.com/Vas)

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa sejumlah perusahaan sengaja menyamarkan identitas sebagai entitas lokal atau asing. Modus ini digunakan agar mereka dapat membuka kantor tanpa memperoleh izin resmi dari pemerintah Taiwan.

Perusahaan-perusahaan tersebut kemudian mengirim perwakilan ke Taiwan untuk merekrut tenaga ahli secara langsung. Beberapa entitas yang masuk dalam daftar penyelidikan meliputi ACM Research Shanghai, Goke Microelectronics, Zhuhai CosMX Battery, dan Actions Technology.

"Perusahaan China umumnya menyembunyikan identitas dengan berpura-pura menjadi entitas asing, membuka kantor tanpa izin, lalu merekrut talenta secara ilegal," kata pejabat Biro Investigasi.

3. Taiwan perketat perlindungan industri strategis

ilustrasi chip
ilustrasi chip (vecteezy.com/Asih Wahyuni)

Pemerintah Taiwan menilai perlindungan terhadap para insinyur lokal sangat krusial demi menjaga daya saing industri semikonduktor. Sektor ini menjadi pilar utama ekonomi nasional sekaligus pemegang peran penting dalam rantai pasok teknologi dunia.

"Perekrutan tenaga ahli oleh perusahaan China berpotensi mengikis keunggulan kompetitif utama Taiwan," kata perwakilan Biro Investigasi.

Otoritas menegaskan akan terus memperketat pengawasan dan penegakan hukum. Langkah tegas ini diambil untuk mencegah praktik perekrutan ilegal yang dapat merugikan industri nasional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More