Mengenal UNIFIL, Pasukan di Lebanon yang Diserang dan Menewaskan TNI

- Satu prajurit TNI gugur dan tiga lainnya luka akibat serangan di Lebanon Selatan saat menjalankan misi penjaga perdamaian UNIFIL di tengah eskalasi konflik perbatasan.
- UNIFIL dibentuk tahun 1978 oleh PBB untuk memastikan penarikan pasukan Israel, memulihkan perdamaian, serta membantu pemerintah Lebanon menjaga stabilitas dan keamanan wilayahnya.
- Misi UNIFIL melibatkan lebih dari 10 ribu personel dari sekitar 50 negara, termasuk Indonesia sebagai kontributor besar, dengan tugas utama menjaga gencatan senjata dan mendukung operasi kemanusiaan.
Jakarta, IDN Times – Nama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kerap muncul dalam pemberitaan konflik di Timur Tengah, khususnya di wilayah perbatasan Lebanon–Israel. Pasukan penjaga perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan yang sudah lama dilanda konflik.
Terbaru, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait menginformasi meninggalnya satu prajurit TNI di Lebanon Selatan. Prajurit itu merupakan pasukan penjaga perdamaian yang sedang menjalankan misi UNIFIL. Dalam penyerangan itu, tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka.
"Kami mengonfirmasi adanya insiden di area penugasan UNIFIL Lebanon akibat eskalasi situasi keamanan. Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata dia dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Rico menjelaskan, insiden itu terjadi di saat terjadinya saling serang artileri.
"Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," imbuh dia.
Lalu, apa sebenarnya UNIFIL, bagaimana sejarahnya, dan apa saja tugasnya? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Dibentuk sejak 1978 akibat konflik Israel–Lebanon

UNIFIL dibentuk pada 19 Maret 1978 melalui resolusi Dewan Keamanan PBB, sebagai respons atas invasi Israel ke wilayah Lebanon selatan. United Nations Security Council saat itu mengeluarkan Resolusi 425 dan 426 untuk meredakan konflik yang dipicu ketegangan regional dan perang saudara di Lebanon.
Mandat awal UNIFIL mencakup tiga hal utama, yakni memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon, memulihkan perdamaian dan keamanan internasional, serta membantu pemerintah Lebanon mengembalikan otoritasnya di wilayah tersebut.
Seiring waktu, peran UNIFIL terus berkembang. Setelah perang Lebanon 2006, mandatnya diperluas melalui Resolusi 1701 untuk mencakup pemantauan gencatan senjata, membantu tentara Lebanon, hingga mendukung stabilitas di sepanjang “Blue Line” atau garis batas de facto antara Lebanon dan Israel.
2. Tugas UNIFIL, dari penjaga perbatasan hingga misi kemanusiaan

Sebagai pasukan penjaga perdamaian, UNIFIL tidak bertugas untuk berperang. Perannya lebih kepada menjaga stabilitas dan mencegah eskalasi konflik.
Secara umum, tugas UNIFIL meliputi:
* Memantau penghentian permusuhan antara pihak yang bertikai
* Mendukung penempatan tentara Lebanon di wilayah selatan
* Mengawasi pelanggaran di sepanjang perbatasan
* Membantu distribusi bantuan kemanusiaan dan pemulangan warga sipil
Selain itu, UNIFIL juga berperan dalam membersihkan ranjau darat, membantu warga terdampak konflik, serta memastikan wilayah operasinya tidak digunakan untuk aktivitas militer ilegal.
Meski memiliki mandat luas, pasukan ini tetap dibatasi aturan keterlibatan (rules of engagement), yang umumnya hanya memperbolehkan penggunaan kekuatan untuk membela diri atau melindungi warga sipil.
3. Libatkan ribuan pasukan dari berbagai negara, termasuk Indonesia

UNIFIL merupakan salah satu misi penjaga perdamaian terbesar PBB. Pasukan ini terdiri dari lebih dari 10 ribu personel yang berasal dari sekitar 50 negara.
Negara-negara kontributor utama antara lain Indonesia, Italia, India, Nepal, hingga Malaysia. Indonesia sendiri termasuk salah satu penyumbang pasukan terbesar dalam misi ini.
Markas besar UNIFIL berada di Naqoura, Lebanon selatan, dengan area operasi yang mencakup wilayah antara Sungai Litani dan garis perbatasan dengan Israel.
Hingga kini, mandat UNIFIL terus diperpanjang setiap tahun oleh Dewan Keamanan PBB, menandakan bahwa peran pasukan ini masih dianggap penting dalam menjaga stabilitas kawasan yang rentan konflik.


















