Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Modi Ungkap Kunci Pertumbuhan Ekonomi India 7 Persen di Tengah Krisis

Modi Ungkap Kunci Pertumbuhan Ekonomi India 7 Persen di Tengah Krisis
Perdana Menteri India Narendra Modi menyapa para diaspora dalam kegiatan Indian Community Reception di JICC, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Narendra Modi menegaskan ekonomi India tumbuh 7,7 persen pada kuartal terakhir meski dunia dilanda pandemi dan konflik, berkat reformasi ekonomi yang dijalankan secara konsisten.
  • Pemerintah India memperluas program sosial seperti pembangunan rumah, asuransi bersubsidi, dan sistem transfer langsung untuk memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan masyarakat luas.
  • Modi menyebut sekitar 250 juta warga India berhasil keluar dari kemiskinan berkat kebijakan ekonomi inklusif dan peningkatan kesejahteraan yang mendorong kepercayaan diri masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mengatakan perekonomian negaranya tetap tumbuh di tengah berbagai gejolak global, mulai dari pandemik COVID-19 hingga konflik di Asia Barat. Menurut dia, ekonomi India mencatat pertumbuhan sebesar 7,7 persen pada kuartal terakhir yang berakhir pada Maret.

Modi mengatakan capaian tersebut bukan diperoleh secara kebetulan, melainkan hasil dari reformasi yang dijalankan pemerintah secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut strategi tersebut menjadi fondasi transformasi ekonomi India.

Menurut Modi, pertumbuhan ekonomi yang dicapai India juga didorong oleh besarnya aspirasi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, pemerintah terus memperluas berbagai program sosial agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Modi saat menghadiri Indian Community Reception di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Selasa (7/7/2026).

1. Modi sebut ekonomi India tetap tumbuh di tengah krisis

antarafoto-keterangan-pers-presiden-prabowo-dan-pm-india-1783416884.jpg
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi (kiri) usai keduanya memberi keterangan pers saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Modi mengatakan ketika dunia menghadapi pandemik COVID-19 maupun konflik di Asia Barat, perekonomian India tetap mampu bertahan dan terus mencatat pertumbuhan.

Menurut dia, pada kuartal terakhir yang berakhir pada Maret, ekonomi India tumbuh sebesar 7,7 persen dan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi global.

“Ketika dunia menghadapi krisis besar akibat Covid-19, ekonomi India tidak runtuh. Ketika Asia Barat menghadapi krisis besar, ekonomi India juga tidak runtuh. Bahkan pada kuartal terakhir yang berakhir pada Maret, tingkat pertumbuhan kami mencapai 7,7 persen,” kata Modi.

Ia mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari reformasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Kemajuan ini tidak datang begitu saja. India melakukan satu langkah demi langkah secara konsisten. Karena itulah negara kami terus bertransformasi. Reformasi, berkinerja, dan bertransformasi menjadi mantra kami,” ujarnya.

2. Program sosial disebut menjadi penggerak kesejahteraan

Presiden Prabowo Subianto, Perdana Menteri India, Narendra Modi dan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariadi atau Titiek Soeharto foto b
Presiden Prabowo Subianto, Perdana Menteri India, Narendra Modi dan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariadi atau Titiek Soeharto foto bersama (Youtube.om/Sekretariat Presiden)

Modi mengatakan pertumbuhan ekonomi India juga ditopang oleh berbagai program kesejahteraan yang dijalankan pemerintah dalam satu dekade terakhir.

Menurut dia, pemerintah telah membangun lebih dari 40 juta rumah permanen bagi masyarakat berpenghasilan rendah selama 10 hingga 12 tahun terakhir.

Selain itu, cakupan perlindungan sosial juga meningkat signifikan, dari sekitar 250 juta orang menjadi hampir 1 miliar penduduk.

Modi juga menyoroti sejumlah program asuransi bersubsidi yang dinilai mampu memperluas perlindungan bagi masyarakat, termasuk skema asuransi kecelakaan dan asuransi jiwa berbiaya sangat rendah.

Ia menambahkan pemerintah juga memperluas penyaluran bantuan sosial melalui sistem Direct Benefit Transfer (DBT) sehingga dana dapat langsung diterima masyarakat tanpa perantara.

“Melalui skema ini, seluruh bantuan langsung masuk ke rekening penerima tanpa kebocoran ataupun pemotongan. Dalam 12 tahun terakhir, sekitar 50 triliun rupee telah ditransfer langsung ke rekening masyarakat,” kata Modi.

3. Modi klaim 250 juta warga India berhasil keluar dari kemiskinan

Perdana Menteri India, Narendra Modi (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Perdana Menteri India, Narendra Modi (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Modi mengatakan berbagai kebijakan ekonomi dan program perlindungan sosial tersebut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di India.

Menurut dia, sekitar 250 juta warga India berhasil keluar dari kemiskinan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

“Ketika program-program seperti ini dijalankan, kepercayaan diri masyarakat meningkat. Mereka memiliki keyakinan untuk maju. Sebanyak 250 juta warga India telah berhasil mengalahkan kemiskinan dan keluar dari kemiskinan,” ujar Modi.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi India tidak hanya tercermin dari besarnya produk domestik bruto (PDB), tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Modi mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari aspirasi 1,4 miliar penduduk India yang terus mendorong pembangunan negara. Menurut dia, pemerintah akan terus melanjutkan reformasi agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More