Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Negosiasi Israel-Lebanon Disebut Terpisah dari Kesepakatan AS-Iran

Negosiasi Israel-Lebanon Disebut Terpisah dari Kesepakatan AS-Iran
bendera Lebanon (unsplash.com/Charbel Karam)
Intinya Sih
  • Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan negosiasi dengan Israel di Washington bersifat independen dari kesepakatan AS-Iran dan menolak campur tangan asing dalam urusan dalam negeri.
  • Pemimpin Hizbullah Naim Qassem mendesak pemerintah Lebanon memanfaatkan momentum kesepakatan AS-Iran untuk menekan penarikan pasukan Israel serta menolak perundingan langsung dengan Tel Aviv.
  • Meski kekerasan mereda setelah kesepakatan AS-Iran, serangan Israel di Lebanon selatan masih terjadi dan menewaskan sedikitnya lima orang sejak pengumuman perjanjian tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Lebanon, Joseph Aoun, pada Rabu (17/6/2026), mengatakan bahwa perundingan negaranya dengan Israel di Washington tidak terkait dengan kesepakatan yang baru-baru ini dicapai untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Sejak April 2026, Lebanon dan Israel telah menggelar perundingan langsung di Washington guna mengakhiri konflik antara Tel Aviv dan kelompok Hizbullah yang kembali meletus pada Maret. Namun, pengumuman kesepakatan AS-Iran pada Senin (15/6/2026), yang disebut juga mencakup Lebanon, telah mengubah dinamika perundingan tersebut.

“Jaminan yang kami terima, dan yang terus kami tekankan, adalah bahwa jalur Lebanon dalam perundingan ini bersifat independen. Meski demikian, kami tentu mendukung gencatan senjata dan menghargai bantuan dari negara mana pun, termasuk Iran,” kata Aoun dalam pernyataan yang dirilis oleh kantornya, dikutip The New Arab.

Ia menegaskan bahwa pemerintah menolak campur tangan pihak asing dalam urusan dalam negeri.

1. Aoun berharap perundingan pekan depan membawa perkembangan lebih positif

Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Presiden Lebanon Joseph Aoun
Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Presiden Lebanon Joseph Aoun (Stavros Ioannides, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Putaran kelima perundingan Lebanon-Israel dijadwalkan berlangsung pekan depan. Aoun berharap perundingan tersebut dapat menghasilkan perkembangan yang lebih positif, terutama mengingat besarnya perhatian pemerintahan AS terhadap Lebanon.

Ia mengatakan bahwa Lebanon memiliki kedaulatan penuh dalam mengambil keputusan dan, untuk pertama kalinya, menjalankan perundingan tersebut secara langsung tanpa diwakili pihak lain.

“Saya ingin meyakinkan rakyat Lebanon bahwa tidak ada pihak yang mengaitkan kami dengan negara lain, dan setiap penyelesaian akan dilakukan melalui kami, bukan dengan mengorbankan kepentingan kami,” tambahnya.

2. Hizbullah desak pemerintah manfaatkan momentum usai tercapainya kesepakatan AS-Iran

Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem (Sebastian Baryli from Wien, Österreich, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)
Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem (Sebastian Baryli from Wien, Österreich, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Sementara itu, pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, mendesak pemerintah Lebanon untuk memanfaatkan momentum tercapainya kesepakatan AS-Iran guna mendorong penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon.

Dalam pidatonya pada Rabu, Qassem menyebut kesepakatan itu sebagai kemenangan besar bagi Iran. Ia juga berterima kasih kepada sekutunya tersebut karena telah memasukkan Lebanon ke dalam kesepakatan dan memaksa Israel menghentikan agresinya terhadap negara itu, dilansir CNA.

Hizbullah sebelumnya telah mendesak pemerintah Lebanon untuk menghentikan perundingan langsung dengan Israel. Kelompok itu juga menolak keputusan pemerintah yang berupaya melucuti persenjataan mereka.

3. 5 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon sejak pengumuman kesepakatan AS-Iran

operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024
operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)

Lebanon terseret ke dalam perang regional pada 2 Maret 2026 setelah Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel beberapa hari sebelumnya. Israel lalu membalas dengan serangan udara besar-besaran dan invasi darat, yang mengakibatkan lebih dari 3.800 orang tewas.

Meski kekerasan di Lebanon mulai menurun setelah pengumuman kesepakatan AS-Iran, serangan Israel masih berlanjut di wilayah selatan negara itu. Media pemerintah melaporkan sedikitnya lima orang tewas sejak kesepakatan diumumkan.

Sementara itu, militer Israel menyatakan bahwa lima tentaranya terluka akibat serangan drone bermuatan bahan peledak Lebanon selatan pada Rabu. Angkatan udara juga dilaporkan mencegat beberapa roket yang diluncurkan ke arah tentara yang beroperasi di wilayah tersebut. Namun, Hizbullah sejauh ini belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan apa pun terhadap target-target Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More