RI Kekurangan Dokter, Prabowo Bakal Datangkan Tenaga Kesehatan Asing

- Indonesia masih kekurangan 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi, dan 55.712 dokter spesialis di 481 kabupaten/kota.
- Pemerintah menargetkan pembangunan dan revitalisasi 440 RSUD untuk memperkuat layanan kanker, jantung, stroke, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak.
- Selain membuka sembilan fakultas kedokteran dan 170 prodi spesialis, pemerintah mempertimbangkan mendatangkan dokter asing sementara untuk mempercepat pemenuhan tenaga medis.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengungkap kebutuhan tambahan tenaga dokter di Indonesia masih sangat besar. Pemerintah mencatat Indonesia masih membutuhkan 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi, serta 55.712 dokter spesialis. Prabowo menyampaikan hal tersebut saat menjelaskan rencana pemerintah membangun dan merevitalisasi rumah sakit umum daerah (RSUD) di berbagai wilayah Indonesia.
"Untuk memperkuat upaya ini, sebagaimana saya telah melaporkan, kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis kita. Kita masih butuh tambahan 84.781 dokter umum, kemudian 127.580 dokter gigi. Saudara-saudara sekalian, 481 kabupaten dan kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis," ujar Prabowo dalam pembacaan Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, pemerintah akan membangun dan merevitalisasi 440 RSUD agar setiap kabupaten dan kota memiliki rumah sakit dengan layanan kesehatan yang memadai.
RSUD tersebut akan diperkuat terutama untuk menangani penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi, seperti kanker, jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Penguatan juga diarahkan pada pelayanan kesehatan ibu dan anak.
"Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit terlalu jauh. Tidak boleh lagi seorang ayah menjual seluruh hartanya karena harus berobat ke kota besar," katanya.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga medis, pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru. Selain itu, sebanyak 170 program studi spesialis dan subspesialis telah dibuka, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun rumah sakit. "Dan ini kita akan upayakan lebih banyak lagi," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan pemerintah juga mempertimbangkan langkah lain untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter di dalam negeri. Salah satunya dengan mengundang dokter dari negara lain untuk praktik di Indonesia dalam waktu tertentu.
"Bila perlu kita sedang memikirkan, kita bisa mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktik di sini untuk waktu-waktu yang terbatas," tuturnya.
Menurut Prabowo, langkah tersebut diperlukan karena pemenuhan kebutuhan dokter tidak bisa hanya mengandalkan proses pendidikan yang membutuhkan waktu panjang.
"Karena kalau kita menunggu lulusnya 187.000 dokter gigi, mungkin kita harus empat presiden sesudah saya," katanya.
Prabowo menegaskan pemerintah harus mengambil langkah yang lebih cepat dan tidak terpaku pada pendekatan normatif untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Rakyat kita menuntut, berharap pelayanan kesehatan secepat mungkin. Kita tidak boleh berpikir normatif, kita harus berani berpikir inovatif," ujar Prabowo.












