Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Norwegia Tangkap Pelaku Pengeboman Kedubes AS di Oslo

Norwegia Tangkap Pelaku Pengeboman Kedubes AS di Oslo
potret bendera Norwegia (pexels.com/Gu Bra)
Intinya Sih
  • Tiga warga Norwegia keturunan Irak ditangkap atas dugaan pengeboman Kedutaan Besar AS di Oslo pada 11 Maret 2026 dan kini tengah diperiksa intensif oleh kepolisian.
  • Ledakan terjadi pada 8 Maret 2026 dini hari di gedung konsular Kedutaan Besar AS di Oslo, menyebabkan kerusakan ringan tanpa menimbulkan korban jiwa.
  • Insiden ini sempat dikaitkan dengan Iran setelah serangan terhadap fasilitas diplomatik AS di Timur Tengah, namun Duta Besar Iran membantah keterlibatan negaranya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Norwegia berhasil menangkap tiga orang yang diduga sebagai pelaku pengeboman gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Oslo. Penangkapan tersebut dilakukan pada Rabu (11/3/2026) siang waktu setempat. 

Kepolisian Norwegia mengatakan, ketiga pelaku merupakan kakak beradik yang berusia sekitar 20 tahunan. Mereka merupakan warga negara Norwegia yang punya keturunan Irak.  

"Mereka dicurigai melakukan teror bom (di gedung Kedutaan Besar AS di Oslo)," kata pengacara kepolisian Norwegia, Christian Hatlo, seperti dilansir BBC.

1. Ketiga pelaku sudah ditahan dan akan diperiksa lebih lanjut

Orang sedang berada di penjara.
ilustrasi hukuman penjara (pexels.com/RDNE Stock project)

Saat ini, ketiga pelaku sudah ditahan. Mereka juga akan diperiksa lebih lanjut oleh polisi untuk mengungkap fakta-fakta ke publik. 

Dalam pernyataannya, Hatlo menambahkan, para pelaku akan diinterogasi secara mendalam. Sebab, kepolisian Norwegia ingin mengetahui apakah teror bom yang dilakukan di Kedutaan Besar AS di Oslo diperintahkan oleh pihak luar atau tidak.

“Kami masih bekerja berdasarkan beberapa hipotesis. Salah satunya adalah apakah ini perintah dari entitas pemerintah (atau bukan). Ini cukup wajar, mengingat target dan situasi keamanan dunia saat ini,” lanjut Hatlo dilansir Al Jazeera.

2. Teror bom di Kedutaan Besar AS di Oslo terjadi pada pekan lalu

Ledakan bom yang menimbulkan api.
ilustrasi ledakan bom (pexels.com/Edu Raw)

Teror bom di gedung Kedutaan Besar AS di Oslo ini terjadi pada Minggu (8/3/2026) pekan lalu sekitar pukul 01.00 dini hari waktu setempat. Menurut seorang polisi yang bertugas di Oslo, Michael Dellemyr, ledakan bom terjadi di gedung konsular.

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya saja, Dellemyr mengatakan, ledakan bom yang cukup kuat membuat beberapa bangunan di komplek kedutaan mengalami kerusakan minor. 

"Sekitar pukul 01.00 dini hari kami menerima beberapa laporan tentang ledakan. Kami tiba tidak lama kemudian dan memastikan bahwa telah terjadi ledakan yang menghantam Kedutaan Besar AS. Kerusakannya ringan," kata Dellemyr dilansir France 24.

3. Ledakan di Kedutaan Besar AS banyak dikaitkan dengan serangan Iran

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

Ledakan yang terjadi di gedung Kedutaan AS di Oslo banyak dikaitkan dengan serangan Iran. Sebab, Iran sudah menyerang Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, menggunakan drone pada 3 Maret 2026 lalu. Selain itu, Iran juga telah menyerang Konsulat Jenderal AS di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Namun, Duta Besar Iran di Norwegia, Alireza Jahangiri, membantah dugaan tersebut. Dalam pernyataannya kepada surat kabar Norwegia, Verdens Gang, Selasa (10/3/2026), Jahangiri mengatakan Iran sama sekali tidak terlibat dalam serangan bom di gedung Kedutaan Besar AS di Oslo. 

Jahangiri menilai dugaan tersebut tidak berdasar dan berpotensi memperkeruh konflik antara Iran dengan AS dan Israel yang saat ini sedang terjadi di Timur Tengah. Kedepannya, ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Sebab, menurutnya, serangan bom di Kedutaan Besar AS di Oslo pada pekan lalu sama sekali tidak dapat dimaklumi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More